
“Apa? Mila, kamu akan mengajak Afzal?” Whitney bertanya kaget.
Afzal juga agak terkejut. Dari perjumpaan mereka yang singkat hari itu, Afzal langsung tahu bahwa Mila adalah seorang gadis baik yang berhati mulia. Dia tidak memandang rendah pada mereka yang miskin, Mila juga bukan tipe orang yang membenci orang miskin dan menyukai orang kaya. Selama orang itu baik, maka Mila pun akan memperlakukannya layaknya seorang teman.
Mila sangat bertolak belakang dengan Whitney, Mila sangat pandai menimbang rasa.
Sebenarnya Afzal tidak tertarik untuk menghadiri acara makan malam yang terdapat Victor dan Whitney, juga teman-temannya.
Tidak ingin sedikit pun!
Mila mengangguk dan berkata, “Whitney, Afzal sudah banyak membantuku hari ini. Maka dari itu aku mengundang kalian semua makan nanti malam. Tentu saja Afzal harus ikut!”
“Kenapa tidak kalian saja yang pergi bersenang-senang? Sebaiknya aku tidak usah ikut?” Afzal membalas sambil tersenyum pada Mila. Sebenarnya Afzal paham niat baik Mila mengundangnya makan nanti malam.
“Tidak, kamu harus datang!” Sejujurnya, Mila punya alasan lain mengundang Afzal ikut makan nanti malam. Bagaimana mungkin Mila tidak menyadari bahwa Victor naksir dirinya.
Mengajak serta Afzal adalah satu-satunya cara yang bisa Mila lakukan untuk bisa menghindari Victor karena dia sangat tidak menyukai Victor.
Raut muka Victor seketika kusut dan kecewa.
Tidak mungkin bagi Victor menolak keinginan Mila untuk mengajak Afzal ikut makan malam dan tidak mungkin baginya membiarkan Mila yang membayar semua biaya makan malam mereka.
Meski nanti malam Afzal datang ikut makan malam, setidaknya Victor tidak membiarkan Mila yang membayar makan malam mereka.
__ADS_1
Memangnya Victor tidak punya harga diri?
Lalu Victor menjawab dengan getir, “Mila, kurasa sudah jelas sekarang. Aku yang akan membayar makan malam. Lagi pula, waktu itu kamu tidak ikut makan siang dengan kami di Homeland Kitchen. Untuk Afzal, dia bisa datang kalau dia mau...”
Mila mengangguk samar.
Whitney melotot pada Afzal dan berkata, “Hmph! Kamu sangat beruntung, Victor membolehkan kamu ikut makan nanti malam! Tapi kamu harus ingat bahwa alasan kamu diundang nanti malam karena kamu sudah membantu Mila. Jika tidak, bahkan dalam mimpi pun kamu tidak boleh ikut!”
Setelah mengatakan itu, Whitney memutar tubuhnya dan memandang Mila lalu berkata, “Mila, sampai jumpa nanti malam!”
Selesai bicara, Whitney berbalik dan pergi bersama Victor.
‘Ugh!’ Afzal mengeluh dalam hati.
Afzal mencoba untuk tidak memikirkan semuanya dan tetap fokus dengan pada latihan hari itu.
Afzal melanjutkan latihannya sampai malam.
Whitney datang menjemput Mila dengan mobil Victor.
Hanya sedikit orang yang ikut makan malam bersama mereka malam itu, kebanyakan adalah mahasiswa dan mahasiswi yang dekat dengan Victor karena mereka sama-sama anggota perkumpulan mahasiswa.
Quinn dan Nathaniel juga hadir di tengah-tengah sekumpulan orang yang ikut makan malam.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di Homeland Kitchen. Victor sangat royal malam itu dan dia sudah memesan satu j mewah dan indah.
Afzal berjalan paling belakang mengikuti rombongan tanpa berkata sepatah kata pun.
Afzal tidak terlalu peduli dengan sekitarnya dan tidak menyadari ketika salah seorang pramusaji yang memperhatikannya ketika tadi mereka berpapasan. Pramusaji itu nampak terkejut dan buru-buru turun tangga entah dengan alasan apa.
“Mmm. Kurasa ini adalah momen pertama untuk salah seorang di antara kita melangkahkan kakinya di restoran ini. Aku khawatir ini akan jadi pengalaman pertama sekaligus yang terakhir bagi orang itu!”
Semua orang merasa bersemangat. Terutama Quinn yang sedang memandang Afzal dan sambil melontarkan kata-kata sarkas yang memang ditujukan pada Afzal.
“Quinn, kamu keliru. Afzal sudah pernah ke sini sebelumnya. Dia mentraktir teman-teman sekelasnya makan malam di sini dan aku dengar dia menghabiskan banyak sekali uang malam itu!”
Whitney buru-buru menjawab dan menjelaskan semua hal yang dia ketahui atas kejadian malam itu.
Quinn dan Nathaniel sama-sama terkejut mendengar penjelasan Whitney.
Whitney melanjutkan ceritanya tentang bagaimana Afzal menghabiskan banyak uang untuk teman-teman sekelasnya begitu dia mendapatkan sejumlah uang dari menang lotere.
Semua orang melihat Afzal seolah dia seorang idiot.
Afzal tetap bergeming oleh omongan Whitney dan tidak berniat untuk menjelaskan apapun kepada mereka, dia tetap diam dan memilih duduk di pojokan.
“Benarkah kamu menang lotre?” Tiba-tiba Mila bertanya dengan ekspresi kaget.
__ADS_1