Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 27


__ADS_3

Whitney merasa cemas!


Afzal sudah balik ke kampus dengan taksi.


Sepanjang hari ini Afzal bahagia karena sudah tidak ada lagi yang memandang dirinya dengan tatapan merendahkan seperti biasanya. Tetapi sebaliknya beberapa orang jadi iri padanya.


“Afzal, nanti malam kita makan di mana? Pasti di restoran biasa kan?”


Danny dan Blondie menemui Afzal seusai jam kuliah. Mereka tersenyum licik.


Seluruh teman sekelas Afzal jadi penasaran, semua memandang Afzal menanti jawaban.


Afzal tersenyum dan berujar, “Karena ini pertama kali aku mentraktir kalian jadi aku sudah pesan tempat di Homeland Kitchen.”


“Apa? Homeland Kitchen?”


Danny tercengang dan seluruh teman sekelas Afzal kaget mendengar informasi barusan.


“Afzal, maksudmu restoran Homeland Kitchen di Mayberry Commercial Street?” Xavia bertanya dingin sambil berjalan mendekat ke arah Afzal.


Siapapun tahu kalau Homeland Kitchen itu restoran mewah, jadi untuk makan saja butuh uang ribuan dollar, belum termasuk minumnya.


Kalau total uang yang dipunyai Afzal dari hasil menang lotre adalah tiga puluh ribu dolar, artinya seluruh uang itu habis cuma buat traktiran.


Meski sudah putus hubungan dengan Afzal, tetapi Xavia tidak rela Afzal menghabiskan tiga puluh ribu dolar cuma buat traktiran.


Xavia sebenarnya tidak peduli lagi dengan Afzal, tetapi dia hanya peduli dengan uangnya. Xavia merasakan perasaan tertentu yang persis sama dengan ketika dia mengetahui bahwa Afzal membeli tas Hermes seharga lima puluh lima ribu dolar!


‘Mestinya aku yang menghabiskan semua duit Afzal,’ batin Xavia.


“Iya benar, memang itu restoran yang aku maksud,” Afzal menjawab dan tersenyum.


“Sialan. Dasar orang gila!” Xavia meraung dan melotot pada Afzal.


“Hahaha. Kayaknya Afzal ini anaknya royal, Teman-teman. Ngomong-ngomong, boleh nggak kami ngajak pacar nanti malam?”


Danny sok hormat ketika bertanya pada Afzal, padahal dalam hati dia respek sama sekali.


Harper berdiri dan berkata, “Danny, apa kamu tidak malu pada dirimu sendiri? Selama ini kan kamu selalu memperlakukan Afzal dengan buruk, masak iya kamu masih mau ikut traktiran nanti malam?”

__ADS_1


“Harper, Afzal mentraktir makan malam kita semua karena dia menang lotre. Kita semua berbahagia untuknya, sudah sewajarnya kita semua ikut traktiran nanti malam?”


Danny tersenyum licik.


Afzal menjawab putus asa, “Baiklah, kalau mau kalian bisa datang dengan pacar masing-masing.”


Afzal paham dengan yang sedang Danny rencanakan dan itu bukan masalah besar untuknya.


“Yay!”


semua orang bergembira.


Xavia kesal dengan sikap Afzal yang sembrono soal uang. Dia berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan uang dari Afzal.


Sekarang Afzal sudah membencinya!


Oke, nggak apa-apa. Kalau begitu lihat saja nanti malam!


Xavia berniat mengajak Yuri untuk menemani dia ke tempat makan malam supaya Yuri juga bisa makan enak dan minum anggur sepuasnya!


Xavia merenung.


Seseorang mengabari Yuri untuk ikut traktiran nanti malam.


Cassandra juga mau ikut traktiran. Dia datang semobil dengan Danny dan teman-temannya.


Afzal dan Harper datang ke restoran pakai taksi.


“Ya, Tuhan! Afzal beneran mengajak kita ke Homeland Kitchen!”


Danny masih saja kaget. Dia sudah bersiap dengan rencananya.


“Tuan Crawford, saya khawatir tiga meja yang anda pesan kurang. Jadi saya sarankan untuk menambah satu meja lagi,” Manajer restoran itu segera memberitahu Afzal begitu melihat kerumunan di lobby.


“Baiklah, tolong tambah satu meja lagi!” Afzal langsung mengiyakan. Ini pengalaman pertama bagi Afzal menghabiskan banyak uang seperti layaknya anak orang kaya raya.


“Tunggu! Afzal, apa nggak sebaiknya kamu sekalian pesan satu ruangan lagi karena wali kelas kita juga hadir di sini?” Danny bertanya seraya tersenyum.


“Benar, masak wali kelas kita seruangan dengan kita mahasiswanya?”

__ADS_1


Danny dan teman-temannya ngomporin Afzal.


Cassandra penasaran dengan jawaban Afzal, maka dia berdiri dan menyilangkan kedua tangan di depan dada. Harper kesal dan andai tidak ada wali kelas di antara mereka pasti dia sudah memukul Danny.


Afzal diam saja.


Yuri berkata sambil mencibir, “Menurutku sih kamu harus nambah satu ruangan lagi, Afzal. Kalau kamu tidak sanggup bayar, aku bisa bantu bayarin deh, tapi cuma bayar ruangannya saja. Gimana menurutmu?”


Yuri sengaja melakukannya dengan tujuan untuk mempermalukan Afzal. Yuri berencana untuk order banyak makanan dan anggur supaya tagihan Afzal membengkak. Di sisi lain Yuri juga mau pamer kekayaan.


Cassandra mengapresiasi sikap Yuri lewat tatapan matanya. Xavia semakin bangga jadi pacar Yuri. Di mata Xavia, Afzal tetap sosok miskin yang tidak ada apa-apanya!


Lihat Yuri, dong! Begitulah seharusnya orang kaya yang sebenarnya.


“Satu ruangan lagi? Kalau itu mau kalian, aku tidak keberatan kok untuk bayar,” Jawab Afzal sambil tersenyum tipis. Kalau Yuri pengen banget bayarin, boleh aja. Terserah mau dia sajalah.


Ngomong-ngomong Afzal adalah sang pemilik restoran.


Afzal memesan satu ruangan eksekutif yang harganya mencapai lebih dari dua ribu lima ratus dolar per orang.


Afzal dan teman-teman se- asramanya. Termasuk Naomi, Cassandra dan siswa paling populer di kelas, yaitu Danny, Xavia dan Yuri beranjak menuju ke ruangan eksekutif yang sudah di pesan.


“Yuri, sekarang kita sudah berada di ruangan termahal di restoran ini. Siapa menurutmu yang akan memilih menu malam ini?” Afzal bertanya sambil tersenyum penuh arti.


“Kamu itu ngerti aturan tidak, sih? Kenapa masih nanyak? Yuri kan tamu jadi sudah sewajarnya dia yang memilih sendiri menu apa dia suka! Emangnya kenapa, sih? Kamu takut kalau Yuri pesannya kebanyakan dan kamu tidak bisa bayar tagihan?” Xavia menyela dengan kata-kata kasar.


‘Pokoknya Yuri harus pesan makan duluan.’ Xavia membatin ‘Semoga Afzal tidak pesan kentang iris asam manis, makanan paling murah di restoran itu untuk mengimbangi.’


Kalau seperti itu kejadiannya, rencana mereka untuk morotin Afzal bakalan gagal total, dong!


Rupanya mereka telah berdiskusi dan merencanakan semuanya bersama Danny dan teman-temannya, tadi ketika di mobil dalam perjalanan menuju restoran.


Target mereka adalah Afzal menghabiskan sekurang-kurangnya sepuluh ribu dolar untuk membayar makanan.


Selain itu, mereka ingin memastikan supaya Afzal membayar ekstra sepuluh ribu dolar untuk biaya lain-lain. Pokoknya Afzal harus menghabiskan paling tidak dua puluh ribu dolar malam ini. Yuri dan Danny sepakat urunan sejumlah uang sebagai cadangan, untuk berjaga-jaga kalau sampai Afzal tidak sanggup membayar tagihan.


Seluruh rencana itu seharusnya lebih dari cukup untuk memberi pelajaran pada Afzal!


“Baiklah, silahkan order apapun yang kamu mau!” Afzal tersenyum pahit mempersilahkan Yuri.

__ADS_1


Harper yang sengaja duduk si pojok, terus memberikan kode pada Afzal untuk berhati-hati dan Afzal balas menggeleng berusaha mengatakan untuk tidak khawatir karena dia pasti bisa mengatasi semuanya.


__ADS_2