Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 56


__ADS_3

Seorang pria muda dan dua wanita muda berjalan memasuki ruangan didampingi manajer yang sama dengan waktu lalu.


Tampaknya pria muda dan dua wanita muda itu adalah mahasiswa dari jurusan lain di kampus.


Pria muda itu posturnya tinggi dan ganteng, sementara dua orang wanita muda yang membalut tubuhnya dengan rok pendek juga terlihat sangat cantik.


Melihat mereka bertiga serasa sedang menyaksikan adegan film ketika seorang pria sedang memenangkan dua orang gadis cantik sekaligus.


Afzal merasa sangat tidak nyaman harus menyaksikan adegan ini. Mengapa dia tidak di sukai oleh gadis-gadis cantik seperti pria itu? Ugh...


Pria muda berpostur tinggi itu menyapa mereka satu persatu.


Sesaat kemudian, tiba-tiba dia melihat Afzal yang sedang duduk sendirian di samping.


“Hello, brother! Namaku Lenny Dumont! Aku adalah presiden dari mahasiswa jurusan manajemen. Ayo...kita berteman?”


Pria muda itu dengan cepat menyapa Afzal seraya tersenyum ramah.


Dua gadis cantik yang datang bersama Lenny Dumont melihat Afzal dengan tatapan penasaran.


Tetapi ketika mereka melihat cara berpakaian dan baju santai yang dipakai Afzal, mereka mulai memandang rendah pada Afzal.


“Hahaha! Lenny, kamu tidak perlu mengenalkan dirimu padanya atau pun menjadi temannya. Namanya Afzal, dan dia hanyalah orang miskin di jurusan kami! Dia datang ke sini hanya untuk makan gratis!” Sebagai seorang pengurus di perkumpulan mahasiswa, otomatis Nathaniel mengenal Lenny. Maka dari itu, dia buru-buru bicara sambil tersenyum.


“Oh... Saya pikir juga begitu! Hahaha!” Lenny buru-buru menarik tangannya yang sudah terulur pada Afzal seraya tersenyum tipis.


Lenny terus tertawa dan mulai ngobrol dengan Victor.

__ADS_1


Mila sangat marah. Dia menyesal telah mengajak Afzal datang bersamanya dan jujur dia ingin sekali mengajak Afzal keluar dari situ.


Namun Afzal masih terus tersenyum, sama sekali tidak terlihat bahwa Afzal terganggu dan rusak harga dirinya oleh hinaan dan ejekan yang bertubi-tubi. Mila diam-diam jadi penasaran.


“Craw... Crawford!”


Manajer ruangan yang baru saja memasuki ruangan itu terpaku ketika melihat Afzal.


Dia penasaran salah seorang pramusaji memberitahunya bahwa pria kaya yang datang tempo hari sekarang datang lagi.


Tentu, Afzal bukan seorang kaya raya luar biasa. Maka dari itu, Manajer ruangan tentu saja shock melihatnya.


Selain itu, manajer lobby telah mengetahui jati diri Afzal yang sebenarnya dari General Manajer Homeland Kitchen.


Afzal adalah pemilik Mayberry Commercial Street. Dia adalah Tuan Crawford.


Apakah Afzal sedang bersandiwara sekarang?


Karena manajer ruangan itu tidak paham yang sedang berlangsung, maka dia tidak berani menyapa Afzal dengan hormat karena dia tidak ingin merusak sandiwara dan membuka jati diri Afzal yang sebenarnya.


“Mengapa Anda ada di sini?” Manajer ruangan bertanya pada Afzal dengan nada lembut dan menyenangkan.


“Oh, tidakkah Anda dengar apa yang mereka katakan? Aku di sini untuk menikmati makanan gratis!”


Afzal menjawab dengan senyum tipis. Untunglah, seseorang mengenalinya. Maka akan mudah bagi Afzal untuk meminta sesuatu nanti.


“Ya, ya. Aku mendengarnya!” Manajer perempuan itu mengangguk cepat.

__ADS_1


“Sister Jenny, apakah Anda datang khusus untuk mengambil pesanan kami?” Victor tersenyum begitu dia melihat manajer ruangan. Victor merasa terhormat dengan hadirnya manajer ke ruangan.


Sister Jenny diam saja, tapi Victor kurang peka untuk melihat ada sesuatu yang janggal dan dia langsung melanjutkan untuk memesan makanan.


“Brother Victor, apakah kamu hanya memesan dua hidangan unggulan? Maukah kamu menambah dua hidangan unggulan lagi?” Quinn bertanya penuh harap.


Bukankah Homeland Kitchen sangat terkenal dengan hidangan unggulan dengan cita rasanya yang unik? Sejujurnya, Whitney juga berharap bahwa Victor akan memesan 2 hidangan unggulan lagi. Tapi karena hidangan unggulan sangat mahal maka Whitney mengurungkan niatnya karena dia tidak ingin Victor keluar terlalu banyak uang untuk mereka.


Lalu, Whitney buru-buru mengatakan, “Dua hidangan unggulan sudah lebih dari cukup! Tahukah kamu bahwa satu hidangan unggulan harganya mencapai lebih dari beberapa ratus dolar?”


“Wow!” Quinn terpana.


Bahkan dua gadis yang datang bersama Lenny juga menyandarkan tubuhnya ke kursi.


Hidangan di Homeland Kitchen memang luar biasa.


“Tuan... Anda mau pesan apa?” Manajer ruangan bertanya pada Afzal apa yang ingin Anda makan?” Tanya manajer ruangan kepada Afzal dengan hati-hati.


“Hahaha. Kami akan memberinya makanan sisa! Mengapa dia harus memesan sendiri menu untuknya?” Nathaniel menjawab sambil mendengus dingin.


“Tepat sekali! Apa sih status dia? Udah untung kita mau ngasih makanan sisa untuknya,” Quinn menimpali sambil melotot pada Afzal.


Victor tersenyum tanpa berkata apapun. Sejujurnya, dia merasa bahwa Afzal tidak layak bahkan untuk sepiring irisan kentang.


Victor bersyukur dengan hadirnya Nathaniel di acara makan malam itu.


Kalau tidak, Victor tidak tahu caranya dia bisa merendahkan dan mempermalukan Afzal di hadapan Mila.

__ADS_1


__ADS_2