Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin

Anak Konglomerat Yang Terlihat Miskin
bab 50


__ADS_3

“Terima kasih bantuannya. Aku nggak habis pikir kenapa bisa sampai lupa nggak bawa dompet!” Mila berkata sambil tersenyum.


Mila tidak menolak bantuan Afzal untuk membayarkan minuman untuknya dan dia seorang gadis yang sangat sopan.


Dia adalah seorang gadis yang baik hati dan pemurah.


Mila agak kaget bertemu Afzal.


Mila belum lupa betapa Afzal meninggalkan kesan yang mendalam untuknya ketika pertama bertemu di auditorium ketika itu.


Dia ingat bahwa Afzal sangat tenang dan tidak terganggu meski semua orang merendahkan dan mengejeknya ketika itu.


“Terima kasih kembali,” Afzal membalas dan tersenyum.


“Jangan khawatir, aku akan mengembalikan uangmu setelah aku mengambil dompet. Ngomong-ngomong apakah kamu punya dompet elektronik? Kalau kamu punya, aku bisa langsung transfer uangnya lewat pembayaran elektronik...”


“Ya!” Afzal tidak ingin memperpanjang soal itu. Afzal berbahagia bisa bertemu kembali dengan Mila.


Lagi pula, Afzal bukan tipe orang yang pandai berbasa-basi.


Dalam situasi yang sama, biasanya para pria akan memaksa sang wanita untuk tidak mengembalikan uangnya dan menganggapnya sebagai hadiah untuk mereka.


Bahkan mungkin mereka akan mencoba untuk mengajak makan malam sebagai tanda persahabatan atau semacamnya.


Namun Afzal adalah seorang dengan karakter sangat kaku dan selalu begitu. Dia tidak bisa menemukan alasan untuk menolak uang pengembalian dari Mila.


“Aku akan balik ke asrama dan aku akan mengembalikan uangmu lewat transfer nanti malam. Terima kasih bantuannya. Namaku Mila Smith!”


“Namaku Afzal Crawford!” Afzal membalas sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah Mila melambaikan tangannya pada Afzal dan berlalu dengan terburu-buru.


“Dia benar-benar cantik...” Afzal bicara sendiri sambil memandang punggung gadis itu.


Hei! Sejak kapan dia berubah menjadi tolol?


Dengan senyum tipis di wajahnya, Afzal memutar tubuhnya untuk mengambil teh susu pesanannya dan bermaksud kembali ke mobil.


Afzal tidak pernah bermimpi akan mempunyai mobil sendiri, ini mobil pertama dalam hidupnya. Afzal merasa sangat senang.


“Wow! Ayo, sini coba lihat! Mobil apa ini?”


“OMG! Ini mobil Lamborghini sport! Ini tuh super keren! Mobil ini harganya milyaran kan?”


“Ini the Reventon! Ini mobil sport paling mahal produksi Lamborghini! Harganya lebih dari dua setengah milyar! Wow. Yang punya pasti seorang kaya raya!”


Kebanyakan para mahasiswi, tapi ada juga beberapa orang mahasiswa.


Semua mata menatap kagum mobilnya dan semua orang antusias membicarakannya.


Banyak gadis terpana oleh mobil itu, mata mereka berbinar memandang mobil Afzal.


“Wow! Mobil sport keren ini harganya lebih dari dua setengah milyar dolar. Aku rela mati andai aku bisa duduk di dalam mobil ini beberapa waktu!”


“Aku penasaran siapa gerangan pria kaya pemilik mobil ini? Siapa orang terkaya di Universitas Mayberry? Kalau ada, aku tidak keberatan untuk jadi pacarnya!”


“Sini, sini, ayo buruan fotoin aku! Aku ingin sekali foto bareng mobil ini!”


Click! Click!

__ADS_1


Bunyi tombol kamera terus terdengar tanpa jeda.


Beberapa orang gadis lainnya nampak malu-malu untuk berfoto dengan mobil.


Mereka tidak hanya memandang dari kejauhan, tapi mereka mulai berkeliling melihat dari dekat.


Semua orang penasaran siapa gerangan sang pemilik mobil. Mereka ingin tahu apakah pemiliknya seorang pria dan apakah dia juga mahasiswa di Universitas Mayberry. Kalau dia salah seorang mahasiswa, mereka ingin mendapatkan kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat.


Siapa tahu... Pria kaya itu menyukai mereka!


“Permisi, bolehkah aku lewat...” Afzal menggaruk kepalanya dan menyibak kerumunan dan berjalan menuju mobilnya.


“Pergi dari sini! Kenapa kamu lewat sini?”


Tanpa diduga, seorang gadis mendorong Afzal ke samping.


Afzal tidak lagi bisa menahan kemarahan di dalam hatinya.


“Sialan kamu! Kamu tidak permisi dan berani-beraninya kamu duduk di atas mobilku? Kamu pikir kamu itu siapa?


“Lihat orang ini. Dia juga ingin foto bareng dengan mobil. Bukankah dia menjijikkan?”


“Hahaha. Kurasa dia sedang mengambil keuntungan dari situasi sekarang. Mungkin dia sedang cari pacar, maklum ada banyak gadis cantik di sini. Aku tidak pernah melihat orang yang lebih menjijikkan dalam hidupku dibanding dia ini!”


“Kalau pemilik Lamborghini ini datang, dia pasti senang melihat banyak gadis-gadis cantik di sini. Tapi, apa yang akan dia pikirkan melihat para lelaki menjijikkan di depan mobilnya? Akan aneh kalau pemilik mobil tidak marah.”


Para gadis itu mengeluarkan ponselnya dan mulai berselfi ria dengan Lamborghini.


“Lihat! Kenapa banyak orang berkerumun di situ?”

__ADS_1


__ADS_2