Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Kawan atau Lawan?


__ADS_3

"Gerald.... "


"Gerald.... "


Ahh ada apa ini? Suara-suara orang terdengar menggema di dalam otak ku.Tetapi yang ada di sekelilingku hanyalah ada kegelapan.Tidak ada cahaya sedikitpun.


Entah mengapa rasanya sangat tenang.Kedamaian juga seperti sedang menyelimuti tempat ini.


"Gerald..."


Sayup-sayup suara itu terdengar kembali.Suara seseorang yang sedang memanggilku ini semakin lama semakin keras.


Perlahan aku membuka kedua mataku.Rasanya sangat berat, sehingga aku ingin kedua mataku tetap menutup saja.


"Gerald!"


Kali ini suara itu terdengar sangat keras, tepat berada di depanku.Kedua mataku menangkap sosok Lilia yang berada di depanku dengan tangan kanannya yang terangkat, seperti ingin memukulku.


"Ibu! Gerald sudah bangun!" teriak Lilia kepada ibu yang entah berada di mana.


Kedua pipiku terasa cukup sakit dan panas.Entah apa yang Lilia lakukan kepadaku ketika aku tidak sadarkan diri.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbanting.Lilia terlihat cukup terkejut dengan suara pintu yang terbuka tiba-tiba.


Ku alihkan pandanganku pada ibu yang terlihat terengah-engah di pintu kamar.Sepertinya ibu berlari menuju kamar tempatku berada.


"Gerald! Apa kau baik-baik saja? Tidak ada yang sakit?" tanya ibu dengan panik.


"Aku tidak apa-apa bu, hanya saja kedua pipiku terasa sedikit sakit", jawabku sembari memberikan tatapan tajam ke arah Lilia.


Lilia memalingkan wajahnya.Wajahnya benar-benar seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


Kurasa sebelum aku terbangun Lilia menampar kedua pipiku untuk membangunkan ku.Sementara itu ibu hanya tersenyum melihat ulah Lilia padaku.Lagipula tujuan Lilia bukanlah untuk menyakitiku.


"Apa yang terjadi padamu Gerald?" tanya ibu sembari membelai kepalaku.


Apa yang terjadi denganku? Entahlah, aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi padaku.Seingatku aku berada di rumah kakek dan aku pergi ke lantai 2 menuju kamar tempat diriku biasa menginap.Lalu setelah itu...


Aku langsung bangun dari tempat tidurku.Tubuhku bergemetar sangat hebat.Keringat mulai mengucur kembali dari tubuhku.


"Ada apa Gerald? Apa kau demam?" tanya ibu yang langsung meletakkan tangannya di dahi ku.


"Astaga Gerald! Tubuhmu panas sekali!" ujar ibu yang langsung menyuruh Lilia memanggil ayah untuk datang.


"Aku tidak apa-apa bu..." jawabku pada ibu yang sedang panik.Jujur saja, setelah melihat sosok itu aku ingin segera pergi dari rumah kakek.


"Apa maksudmu? Tubuhmu sangat panas! Kau tidak boleh pergi kemana-mana, malam ini kita menginap disini!" omel ibu padaku.


Sial, aku tidak mau berada di rumah kakek lagi.Sosok hitam itu masih menghantui pikiranku.Matanya yang berwarna merah darah dengan giginya yang runcing masih sangat terbayang dalam pikiranku.

__ADS_1


"Ada apa dengan Gerald? Apa dia sudah bangun?" tanya ayah yang terburu-buru memasuki kamar diikuti oleh Robert dan Lilia.


"Badannya sangat panas, kurasa ia terkena demam", jawab ibu.


Ayah langsung mendekatiku yang hanya bisa terkapar di atas kasur.Seluruh tubuhku terasa sangat lemas untuk digerakkan.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya ayah tersenyum tipis padaku.


Aku hanya bisa mengangguk pelan.Ayah membelai kepalaku dan tersenyum.Tentu saja aku berbohong, aku tidak ingin bergerak terlalu banyak.Tetapi aku lebih tidak ingin bertemu sosok itu lagi.


"Malam ini kita menginap disini, Lilia beritahu kakek mu kalau kita akan menginap disini untuk malam ini", lanjut ayah pada kami semua.


Tidak! Aku hanya ingin pulang! Aku tidak ingin berada disini malam ini!


"Robert, tolong jaga adikmu.Ibu dan ayah akan pergi mencarikan obat untuk adikmu", ujar ibu pada Robert yang hanya berdiri disebelah ku.


Robert mengangguk mengiyakan perintah dari ibu.Kini di kamar ini hanya ada aku dan Robert.


Ahh aku sangat ingin pulang saja...


...****************...


"Nak..."


"Nak..."


Aku segera bangun dari posisi tidurku.Cahaya bulan terlihat sangat terang memasuki jendela kamar.Entah sudah berapa lama aku tertidur.


Kulihat ke arah sofa kamar.Robert terlihat tertidur di sana.Sebenarnya Lilia juga bersikeras ingin menemaniku, tetapi ayah dan ibu tidak memperbolehkannya.


"Nak..."


Aku langsung melompat dari kasurku.Suara ini benar-benar seperti berada di belakangku.Perlahan aku mencoba melihat apa yang ada di balik punggungku.


"Halo nak..."


Aku langsung berlari mendekati Robert yang tertidur di sofa.Aku tidak bisa melakukan apapun, setidaknya Robert bisa membantuku.


"Ohh kau tidak boleh begitu anak muda", ucap sosok itu menggerakkan tangannya kepada Robert.


Tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam terbang dan menyelimuti seluruh tubuh Robert.Sosok itu membawa Robert mendekat kearahnya dengan bayangan tersebut.


"Mau kau apakan dia?!" jeritku kepada sosok hitam tersebut.


"Hoo... baru sekarang kau mau bicara", jawab sosok hitam tersebut.


"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun kepadanya", lanjut sosok tersebut sembari memindahkan Robert keatas kasur.


Aku harus tetap waspada.Kuraih sebuah pisau kecil di atas meja. Sosok ini tidak terlihat ramah sama sekali.Giginya yang runcing menambah kesan jahat dari dirinya.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan?" tanyaku dengan kesal.


Sosok itu hanya tersenyum lebar.Kedua matanya yang merah menatapku dengan sangat tajam, seperti menemukan sesuatu yang menarik baginya.


"Kau benar-benar menarik nak, perkenalkan namaku adalah Nyx", lanjut sosok tersebut.


"Aku tidak bertanya siapa namamu, apa yang kau inginkan dariku?" ujar ku yang tetap bersikeras ingin tahu apa yang diinginkan sosok ini.


"Santai saja anak muda, aku tidak berniat buruk sama sekali disini", jawab sosok tersebut.


"Lalu mengapa kau mendekati diriku?" tanyaku masih penasaran pada sosok hitam ini.


"Entahlah, aku merasakan sesuatu yang menarik dari dirimu", jawab sosok tersebut.


"Apa maksudmu?"


"Aku merasakan sesuatu yang hebat dan kuat dari dalam tubuhmu.Aku baru pertama kali melihat hal seperti ini di dalam hidupku", lanjut sosok hitam itu.


Perlahan ku turunkan kedua tanganku.Kurasa niat sosok ini tidak sepenuhnya jahat.


"Tadi siapa namamu?" tanyaku sambil tetap menggenggam pisau kecil di tanganku.


"Namaku Nyx, kau bisa memanggilku seperti itu", jawab Nyx dengan senyumnya yang tetap mengerikan.


"Berapa umurmu?"


"Entahlah, mungkin sudah ribuan tahun aku hidup di dunia ini", jawab Nyx dengan santai.


Aku terkejut mendengarnya.Setahuku beberapa makhluk di dunia ini memang berumur panjang.Tetapi aku tidak pernah mendengar yang berumur sampai ribuan tahun.


"Apa yang harus kulakukan padamu?" tanyaku pada Nyx.


"Itu terserah kau, kau bebas mau menganggap ku kawan atau lawan", jawab Nyx.


Kurasa Nyx benar-benar tidak memiliki niat buruk sama sekali.Mungkin dibalik sosoknya yang mengerikan, ia tidak akan melakukan tindakan jahat padaku.


"Tapi aku akan sangat menghargai dan setia bila kau menganggap ku sebagai teman", lanjut Nyx.


"Apa kau tidak mempunyai teman sama sekali?" tanyaku pada Nyx.


"Tidak, sudah ribuan tahun aku tidak mempunyai teman sama sekali", jawab Nyx dengan nada yang sedikit menyedihkan.


Aku hanya terdiam.Aku tidak menyangka bahwa makhluk ini hanya sendirian sampai ribuan tahun.


"Kalau begitu, maukah kau menjadi temanku?" tanyaku pada Nyx yang hanya terdiam.


Kurasa Nyx cukup terkejut mendengar tawaran ku.Aku yakin manusia yang melihat makhluk ini pasti berlari ketakutan melihatnya.


Sekarang aku hanya perlu menunggu.Akankah dia menjadi kawanku yang akan setia dan ada bersamaku, atau dia akan menjadi lawan yang akan membuatku bertarung dengannya...

__ADS_1


__ADS_2