
1 bulan kemudian
"Apakah aku terlihat keren?" tanya Robert yang memakai baju akademi kerajaan Heragon.
Baju itu terlihat sangat keren dipakai oleh Robert.Bajunya terlihat berwarna merah dengan garis putih panjang di lengannya.
Selain itu wajah Robert yang terlihat dingin, membuat auranya semakin terpancar.
"Kau sangat keren kak! aku jadi tidak sabar menggunakan baju itu di tahun depan!" jawab Lilia yang terlihat sangat bersemangat setelah melihat seragam Robert.
Jujur saja, aku juga sangat ingin menggunakan seragam itu.Selain motifnya yang terlihat keren, menggunakan pakaian itu adalah suatu kehormatan.
Karena setahuku, pakaian dari akademi merupakan suatu simbol hebat bagi kerajaan Heragon ini.
"Tenang saja Lilia, tahun depan kau pasti juga akan menggunakan seragam ini", jawab Robert sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan Gerald?" tanya Lilia pada Robert sambil menunjuk ku yang sedang diam memperhatikan pakaian Robert.
"Tentu saja kakak yakin kalian akan menggunakan baju seperti ini juga", jawab Robert sambil mengelus kepalaku dan Lilia.
Lilia dan aku hanya tersenyum melihat Robert.Kini Robert memasuki tahun ajaran baru.Alasan sederhana ibu membeli baju baru untuk Robert adalah karena anak ini berlatih terlalu keras.Dasar Robert, bisa-bisanya ia berlatih sampai merusak bajunya yang lama.
"Kakak akan berangkat sebentar lagi, apakah kalian mau ikut menemani kakak pergi ke akademi?" tanya Robert sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
"Lilia mau!" jawab Lilia sambil mengangkat tangannya tinggi ke atas.
Tidak mau kalah dengan Lilia, aku ikut mengangkat tanganku tinggi ke atas.
Robert yang melihatku langsung mencubit gemas pipiku.
"Kau imut sekali Gerald", ujar Robert.
Tiba-tiba pipi sebelah kananku juga dicubit oleh Lilia.Kurasa ia juga ikut gemas melihat Robert yang mencubit pipiku.
"Kakak yakin kau akan tumbuh menjadi lelaki yang kuat dan tampan Gerald", ucap Lilia setelah mencubit pipiku.
Cubitan mereka ternyata cukup kencang.Pipiku terlihat merah seperti sedang tersipu malu.
__ADS_1
"Awww, kau tersipu malu ya Gerald?" goda Lilia sambil tertawa melihatku.
Anak ini tidak merasa bersalah sama sekali.Merah di pipiku ini bukanlah karena tersipu malu, ini karena cubitan yang mereka berikan padaku.
"Apakah kau sudah siap Robert?" tanya ayah yang masuk ke kamar Robert.
"Aku sudah siap ayah, dan apakah kita boleh membawa Lilia dan Gerald untuk menemaniku?" tanya Robert memohon izin pada ayah.
Robert dan ayah saling bertukar pandangan.Kelihatannya ayah tidak setuju dengan Robert yang ingin mengajak kami melihat akademi kerajaan.
"Emmm, ayah rasa lebih baik kita tidak..." ujar ayah yang tiba-tiba tidak melanjutkan kata-katanya.
Sedangkan itu ku lirik Robert yang hanya diam menatap ayah dengan tatapan dinginnya.Kurasa aku tahu apa yang menyebabkan ucapan ayah terpotong.
Tatapan Robert terlihat sangat dingin dan menekan.Sepertinya ayah merasakan itu juga.
"Baiklah kau boleh membawa mereka berdua, tetapi hanya untuk hari ini saja", lanjut ayah sambil mengalihkan pandangannya dari Robert dan pergi ke lantai bawah terlebih dahulu.
"Asikk! Lilia akan segera bersiap-siap!" jerit Lilia yang dengan cepat pergi meninggalkan kamar Robert.
Hanya tersisa aku dan Robert di kamar.Kami melihat satu sama lain dan tertawa.
Aku mengangguk dengan cepat dan meraih tangan Robert yang ingin menggandengku.Kami berdua akhirnya keluar dari kamar dan segera berjalan bersama menuju lantai bawah
...****************...
"Dimana adik perempuanmu Robert?" tanya ayah yang sudah terburu-buru.
"Entahlah, mungkin masih bersiap-siap" jawab Robert dengan santai.
Ayah terlihat sudah tidak sabaran.Ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk menjemput Lilia.
Tiba-tiba dari balik pintu muncul Lilia yang sudah selesai bersiap-siap.Melihat itu ayah terlihat cukup terkejut dengan kemunculan Lilia yang mendadak.
"Astaga Lilia, kau hampir membuat ayahmu ini terkena serangan jantung", ujar ayah sambil mengelus dadanya.
Sedangkan itu Lilia hanya tersenyum melihat ayahnya yang terkejut.Ia segera berlari menuju kearah ku dan Robert.Kulihat wajah Robert yang hanya menahan tawa melihat tingkah Lilia.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu sekarang cepat kalian semua naik ke dalam kereta kuda", perintah ayah yang terlihat masih mengelus dadanya.
"Apakah aku boleh masuk ke dalam kelas kakak?" tanya Lilia yang sudah sangat bersemangat menuju akademi.
"Tentu tidak boleh Lilia", jawab Robert sambil mengelus kepala Lilia.
Lilia terlihat sangat kecewa dengan perkataan Robert.Wajahnya kini cemberut dan terlihat ingin menangis.
"Tapi kakak janji, nanti saat ujian akhir kau boleh menonton kakak di tribun yang paling bagus" ujar Robert yang terlihat panik melihat Lilia yang hampir menangis.
"Kakak benar-benar berjanji kan?" tanya Lilia sambil mengusap air matanya yang hampir keluar.
"Ya, kakak janji" jawab Robert sambil tersenyum pada Lilia.
Lilia terlihat merasa senang dan memeluk Robert dengan sekuat tenaga.
Sementara itu aku hanya memandang kagum ibukota kerajaan Heragon ini.Para pedagang terlihat mondar-mandir dengan kereta kuda mereka sambil membawa barang yang akan mereka jual.Selain itu aku juga melihat beberapa atraksi sihir yang menurutku itu sangatlah keren.
Tidak terasa kami sudah hampir sampai di akademi kerajaan.Ternyata cukup banyak siswa yang memilih untuk jalan kaki bersama teman-temannya.Dan sepertinya aku tahu alasan Robert tidak berjalan kaki.Dia itu tidak mempunyai teman.
Akademi Kerajaan Heragon ini terlihat sangat besar.Dengan tamannya yang besar dan hijau terlihat sangat indah.Tidak hanya itu, di sana juga terdapat tempat seperti stadium.Kurasa itu adalah tempat para murid berduel menunjukkan keahlian sihirnya.
"Baiklah kita sudah sampai Robert", ujar ayah kepada Robert yang hanya diam menatap akademi dengan tatapan dinginnya.
"Baiklah ayah, terimakasih juga Gerald, Lilia", jawab Robert sambil turun dari kereta kudanya.
Robert menghela nafasnya sebelum mulai berjalan menuju ruang kelas akademi.Terlihat sedikit uap mengepul keluar dari mulutnya.
"Sampai jumpa lagi kakak!" teriak Lilia sambil melambaikan tangannya pada Robert.Sementara itu Robert hanya melirik dan tersenyum pada Lilia.
Kami kembali menaiki kereta kuda untuk kembali ke rumah.
"Suatu saat kita pasti akan seperti kak Robert, benarkan Gerald?" tanya Lilia padaku dengan wajah yang penuh ambisi.
Aku mengangguk dengan cepat.Tentu saja aku tidak akan kalah dengan Robert dan Lilia.Suatu saat nanti aku pasti akan memasuki dan belajar di akademi kerajaan.
Ku pandang menara jam di akademi yang menjulang tinggi.Saat itulah aku bertekad, aku akan mempelajari sihir dan menjadi salah satu siswa terkuat di Akademi Kerajaan Heragon.
__ADS_1
Bersambung...