Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Pertarungan antar roh


__ADS_3

Suara air sungai yang mengalir terasa sangat menenangkan diriku.Serangga malam yang berbunyi menambah kesan bahwa alam tidak pernah terlelap.Cuaca yang dingin terasa menusuk tulang-tulangku.


Ini adalah malam pertamaku setelah meninggalkan ibukota kerajaan.Di setiap desa atau rumah yang kami lewati, terlihat wajah kami bertiga yang menjadi buronan nomor 1 di Kerajaan Heragon.


"Hei Gerald, kau belum tidur?" sapa Nyx sembari duduk disebelah ku.


"Belum, aku tidak bisa tidur sama sekali", jawabku."Bagaimana denganmu?"


"Yaa begitulah, aku bisa dibilang hampir tidak pernah tidur", jawab Nyx.


Aku terdiam menatap aliran sungai.Semua kejadian yang kami alami sebelumnya terus berputar di kepalaku.Kata-kata terakhir dari ibu terus menghantui pikiranku.Membuat nafsu makan dan rasa ingin tidur ku lenyap.


Mendadak suara keributan terdengar dibelakang kami.Tanpa pikir panjang aku segera melompat dan berlari ke arah sumber suara.Nyx hanya terdiam melihat tingkahku.


"Gerald! Tolong aku!"


Suara itu terus terdengar.Semakin dekat dengan sumber suara, aku mengeluarkan pedang kegelapan milikku.Kumohon, jangan rebut saudaraku dari diriku.Kumohon...


"Kakak!"


Aku terdiam.Tidak ada keributan sama sekali.Lilia dan Robert terlihat tertidur dengan damai.Tubuhku basah oleh keringat.Kepalaku terasa berdenyut menyakiti diriku.


"Gerald, tenanglah.Tidak ada apa-apa", ucap Nyx yang tiba-tiba muncul dari belakangku.


Aku tertunduk lesu.Aku mengalami halusinasi yang mengerikan.Kejadian-kejadian sebelumnya membuat diriku merasa sangat lemah dan tidak berdaya.


"Kau tidak apa-apa kawan?" tanya Nyx."Mungkin kau membutuhkan segelas air untuk menenangkan dirimu".


Aku mengangguk pelan, mengiyakan tawaran dari Nyx.Pikiranku terasa sangat kacau sehingga menyebabkan sakit kepala yang hebat.


"Kau tahu? Saat pertama kali mengalaminya memang terasa sangat sulit kawan", kata Nyx sambil menyerahkan segelas air dingin.


"Apa yang kau maksud?"


"Aku tahu apa yang kau rasakan, rasa kehilangan, dendam, marah, sedih.Aku pernah mengalami itu"


Nyx menatap langit malam.Malam ini langit terlihat sangat cerah.Bintang-bintang bertebaran menguasai langit, walaupun angin yang berhembus terasa sangat dingin.


"Hal itu memang akan selalu membekas dalam jiwa kita.Tetapi bila kita menjadikan hal itu sebagai sumber kekuatan diri kita, maka kita akan menganggapnya sebagai hal yang tidak buruk", ujar Nyx.


Aku benar-benar kehabisan kata-kata.Apa yang diceritakan oleh Nyx tidak salah sama sekali.


"Kau tahu Nyx?"


"Ya?"


"Aku cukup bersyukur memiliki teman sepertimu", kataku sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Nyx terdiam menatapku.Perlahan wajahnya terlihat berubah warna menjadi seperti kepiting rebus.


"Ka-kau seharusnya mengatakan hal seperti itu saat dewasa Gerald", jawab Nyx dengan wajahnya yang tersipu.


Aku terkekeh melihatnya.Jujur saja, aku benar-benar bersyukur memiliki teman seperti Nyx.Ia memang bukanlah manusia, tetapi kebaikan dia melebihi para manusia di dunia ini.


"Gerald, kau dengar?" tanya Nyx tiba-tiba.


Aku memasang kedua telingaku baik-baik.Suara derap langkah kuda terdengar sayup-sayup dari kejauhan.Beberapa cahaya obor juga terlihat dari posisiku.


"Sialan mereka datang", ucapku." Nyx! Cepat bawa Robert dan Lilia berlindung".


Nyx tidak bergerak sama sekali.Tatapannya terlihat dipenuhi oleh ketakutan.Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.Perlahan ia menunjuk ke arah rombongan yang mendekat.


"Li-lihatlah Gerald"


Aku mengalihkan pandanganku ke arah rombongan tersebut.Tiba-tiba saja seluruh tubuhku ikut bergetar seperti Nyx.Rasa ketakutan dan putus asa memenuhi jiwaku.


Aura sihir cahaya yang sangat kuat terasa di rombongan tersebut.Ini bukanlah aura sihir manusia, tidak ada manusia yang memiliki aura sihir seperti ini.Pemilik aura sihir seperti itu sama seperti Nyx.


Mereka bukanlah manusia.Melainkan roh cahaya, lawan dari roh kegelapan.


Nyx mengeluarkan aura sihir kegelapan nya.Kedua matanya berubah menjadi merah terang.Pedang tajam berwarna hitam keluar dari kedua tangannya.


"Aku benar-benar akan menghabisinya", bisik Nyx dengan senyum mengerikan.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanyaku begitu melihat Nyx mundur menuju pepohonan.


"Mengambil ancang-ancang", jawab Nyx.


Robert dan Lilia sudah terbangun dari tidur mereka.Keduanya sudah dalam posisi siaga.Hawa dingin menusuk kembali terasa berkat kehadiran Robert.Bulu kuduk ku berdiri akibat aliran listrik Lilia.


Dari kejauhan para Sentinel semakin mendekat.Derap kuda mereka terdengar semakin kuat.


"Beri salam kepada teman dekatku", bisik Nyx.


Nyx melompat dengan kedua tangannya yang memegang sebuah sabit tajam.Formasi para Sentinel seketika terpecah.Robert dan Lilia maju, masuk menuju area pertempuran.


"Nyx! Si penjaga gerbang kegelapan!" teriak seseorang dari barisan para Sentinel.


"Lama tidak jumpa, Nora", jawab Nyx.


Seorang pria dengan jubah putih dan pedang panjangnya maju mendekati Nyx.Aura sihir cahaya terpancar dari dirinya.Tubuhnya terlihat kekar dan kulitnya mulus tanpa bekas luka.


"Gerald, bawa kedua kakakmu pergi dari sini", perintah Nyx.


Aku mengangguk setuju atas perkataan Nyx.Jujur saja, aku tidak ingin bertarung melawan mereka semua.Aku tidak ingin membunuh ataupun melukai orang lagi.

__ADS_1


"Kak! ayo pergi dari sini!", ujar ku kepada Robert dan Lilia yang sedang bertarung.


"Pergi? apa maksudmu?", tanya Robert tanpa mengalihkan perhatiannya dari Sentinel yang berdiri dihadapannya.


"Nyx meminta kita pergi dari sini! kumohon kak!", balas ku.


Robert tidak mengindahkan ajakan ku sama sekali.Begitu pula dengan Lilia.Mereka berdua terlihat sangat buas dan kejam.Satu persatu para Sentinel tumbang di tangan mereka.Tidak menyisakan satu pun.


"Bilang pada temanmu itu, kita tidak akan pergi", jawab Robert berlumuran darah dan tanah.


Dari kejauhan, aku melihat Nyx dan Nora bertarung satu sama lain.Tidak ada tanda-tanda salah satu mereka mulai mengalah.Percikan api muncul di antara gesekan senjata mereka.


"Kau lupa pertarungan terakhir kita Nyx? bukankah kau saat itu kalah dengan memalukan?" ucap Nora.


"Karena itu aku siap berduel kembali dan membunuhmu saat ini", jawab Nyx.


"Kita harus membantunya", bisik Robert.


Aku dan Lilia segera mengalihkan pandangan kepada Robert.Kedua pedang es di tangannya sudah terlihat mulai mencair.Darah dari para Sentinel yang ia bunuh masih mengalir di kedua tangannya.


"Apa kau gila? kau bisa mati bila bertarung dengan mereka!" ucap Lilia.


Robert hanya diam.Perlahan, dirinya mulai berjalan mendekati Nyx dan Nora yang sedang bertarung.Akal sehat anak ini benar-benar sudah menghilang.Tidak akan ada manusia yang bisa bertahan mengikuti pertarungan mereka berdua.


Belum sempat aku melarang Robert, ia sudah pergi menuju Nyx dengan cepat.Anak itu benar-benar sudah gila.Hanya kematian yang akan menimpa dirinya bila ia ikut bertarung dengan mereka.


"Matilah kembali Nyx!" seru Nora dengan tebasan pedangnya dari atas.


Nyx sama sekali belum mengambil posisi bertahan.Ia sangat terbuka sehingga pedang Nora bisa menebasnya menjadi dua.Nyx tidak bisa menghindari serangan mendadak dari Nora.


Tiba-tiba saja seorang pemuda dengan pedang dinginnya menghalau laju pedang Nora.Nafasnya yang dingin membuat hawa pertempuran ini menjadi sangat dingin.


"Apa ini Nyx? Kau menggunakan budak jelek ini untuk melindungi mu?" ejek Nora.


"Aku bukanlah budak darinya", jawab Robert.


Tatapan matanya benar-benar tajam.Dari kedua tangannya mulai terbentuk lapisan es tipis, yang menandakan bahwa ia benar-benar marah.


"Bukan budak? Itu mustahil. Lalu apa kau sebenarnya bila bukan budak?"


"Aku..."


Robert kembali terdiam.Ia mengalihkan pandangannya kepada Nyx yang terkapar.Dengan tatapan tajamnya, ia kembali menatap Nora.


"Aku adalah temannya..."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2