Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Alpha


__ADS_3

Suasana di medan pertempuran semakin panas.Semenjak aku kehilangan kendali atas tubuhku sendiri, Nora melihatku dengan tatapan penuh dendam.Aura kegelapan menyelimuti seluruh tubuhku.Kedua mataku berubah menjadi merah menyala.Gigi yang tajam terlihat dari mulutku.


"Waktunya bermain...", bisik tubuhku.


Nyx terlihat panik melihat tubuhku yang telah dikuasai oleh makhluk kegelapan.Meskipun begitu, ia tetap bisa melihat jiwaku di dekatnya.


"Gerald, apa yang telah kau lakukan...", bisik Nyx.


Aku kehabisan kata-kata.Aku tersadar bahwa aku telah melepaskan kekuatan yang sangat berbahaya.Ini adalah kesalahan besar.


"Gerald dengarkan aku baik-baik, kali ini kau harus mengerahkan seluruh kekuatanmu", ujar Nyx.


Aku memasang telingaku baik-baik.Apapun yang Nyx perintahkan, harus ku laksanakan.


"Berusahalah masuk kembali ke dalam tubuhmu, genggam inti kekuatanmu dengan kencang, dan mulailah masuk ke dalam tubuhmu", jelas Nyx.


"Tunggu, kau bilang genggam inti kekuatanku? bukankah itu berarti..."


"Genggam jantungmu", potong Nyx.


Aku memandang Nora yang perlahan mundur menjauhi tubuhku.Di belakangnya, para Sentinel telah tiba.Beberapa dari mereka mengacungkan senjata api mereka kepada Lilia dan Robert.


Tanpa berpikir panjang, aku langsung melakukan apa yang Nyx perintahkan.Kugenggam baik-baik jantungku.Kekuatan gelap ini terus berusaha melawan diriku yang mencoba kembali menguasai tubuh ini.


Aku beruntung usahaku membuahkan hasil.Rasa sakit mulai terasa menusuk tubuhku, pertanda bahwa aku mulai kembali menguasai tubuhku.Kekuatan kegelapan ini seperti berteriak, berusaha untuk mengalahkan ku.


"Kembalikan tubuhku, dasar sialan!" jeritku.


Tubuhku terjatuh.Aku kembali menguasai tubuhku sepenuhnya.Rasa sakit terasa menusuk seluruh tubuhku.Dan ini pertama kalinya aku merasa senang dengan rasa sakit di tubuhku.


Tubuhku sudah tidak memiliki tenaga sama sekali.Para Sentinel semakin mendekati posisiku.Beberapa dari mereka mulai mendekati posisi Lilia dan Robert.Nyx tidak bisa melakukan apapun.Aku pasrah dengan apa yang akan terjadi.


"Serang mereka! hancurkan para Sentinel!" sahut seseorang dari belakang kami.


Suara derap langkah kuda semakin mendekati posisi kami.Sahutan-sahutan terdengar menguasai medan pertempuran.Para Sentinel di sekitarku mendadak tumbang oleh tembakan dari kelompok yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


Jumlah mereka tidaklah banyak, mungkin kurang dari 20 orang.Tetapi kemampuan bertarung mereka setara dengan 40 Sentinel Heragon.Tubuh mereka tertutupi oleh pakaian berwarna hitam.


Itulah mereka.Kelompok pemberontak kerajaan yang dikatakan tidak segan dalam membunuh orang.Para serigala malam yang buas.Merekalah para Alpha.


"Habisi mereka!" sahut seorang Sentinel mengangkat tinggi pedangnya.


Para Sentinel segera menyerbu menuju posisiku.Mereka terlihat penuh amarah dan sangat liar.


"Tidak hari ini kawan", ucap seorang pria yang berdiri di sebelahku.


Tangan kanannya tertuju kepada para Sentinel yang menerjang ke arahku.Mulutnya membisikkan sesuatu dan tangan kanannya tiba-tiba bergetar.


"Terbakarlah..."


Api besar berwarna biru keluar dari tangan kanannya.Suhu di sekitar mendadak menjadi sangat panas.Tidak ada teriakan sama sekali.Sentinel yang terkena serangannya hangus seketika, tidak sempat untuk berteriak.Aku bergidik ngeri melihatnya.Seumur hidupku aku tidak pernah melihat api biru seperti itu.


"Apa kau bisa berjalan nak?" tanya pria tersebut kepadaku.


Aku hanya menggelengkan kepala.Seluruh tubuhku sudah kehilangan tenaga.Pria itu terkekeh seperti meremehkan ku.


"Hentikan serangan kalian! bawa anak ini!" sahut pria itu.


Mereka meninggalkan Lilia dan Robert begitu saja.


"Hentikan! hentikan kudanya!" teriakku.


Mereka tidak mendengarkan ku sama sekali.Para Sentinel yang tersisa semakin mendekati posisi Robert dan Lilia.Lilia tersenyum lebar kepadaku, seperti mengucapkan salam perpisahan.


Tidak, kumohon jangan.Kumohon jangan rebut kedua saudaraku.Aku tidak ingin merasakan rasa sakit ketika kehilangan seseorang.


Rombongan yang membawaku semakin jauh dari Lilia dan Robert.Para Sentinel menangkap mereka berdua, sementara itu aku dibawa oleh kelompok pemberontak.Dan semuanya menjadi gelap.


...****************...


"Itukah anaknya?"

__ADS_1


"Mungkin iya, kabarnya ia sudah membunuh puluhan orang".


"Itu cukup mengerikan, tetapi itu pasti akan menguntungkan kita".


Suara orang yang sedang berbincang tidak sengaja membangunkan ku.Aku menatap langit-langit ruangan.Lampu kecil menyala dengan redup.Kondisi ruangannya tidak senyaman dengan yang ada di ibukota, tetapi setidaknya ada tempat berteduh.


Saat ini aku hanya memikirkan kedua saudara kandungku.Mengingat bagaimana mereka ditangkap oleh Sentinel, membuat hatiku terasa sakit.Kasur yang keras dengan bantal yang lapuk cukup membuatku tertidur dengan lelap.Entah bagaimana dengan kedua kakakku.


"Hai anak muda", sapa seseorang dari balik pintu.


Seorang pria dengan jubah hitam menyapaku dari balik pintu.Di wajahnya terdapat luka sayat yang cukup mengerikan.Sebilah pedang berada di pinggang kirinya dengan bertuliskan tulisan kuno.


"Siapa kau?"


"Tenanglah nak, kami bukanlah musuh mu".


"Bagaimana aku tahu kalian bukan lah musuhku? dan dimana kedua kakakku?" ujar ku yang tidak hentinya memberikan pertanyaan.


"Tenanglah terlebih dahulu, kau pasti lelah bukan?" jawab pria itu sembari menyerahkan segelas air kepadaku.


Aku mengambil gelas itu.Tentu saja aku butuh air.Rasanya seluruh mulutku telah kering selama pertarungan.


"Namaku Nolan, senang berkenalan denganmu", ucap pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.


"Dimana aku saat ini? dan siapa sebenarnya kalian semua?" lanjut ku yang terus bertanya.


Nolan hanya tersenyum tipis.Ia mengambil kembali gelas airku yang sudah kosong dan berjalan menuju pintu.


"Apa yang kau tunggu? bukankah kau ingin penjelasan? ayo ikut denganku", ajak Nolan.


Aku tidak punya pilihan lain.Sejauh ini, orang yang dekat denganku mulai pergi meninggalkanku.Entah itu orang tua, saudara, atau sahabat.


"Kau tidak ikut?"


Apapun yang terjadi aku harus tetap melangkah maju.Aku tidak boleh berhenti sampai disini saja.Walaupun aku hanya sendirian, aku tidak boleh berhenti.Perlahan, aku mulai berjalan mengikuti Nolan.Apapun tujuan organisasi Alpha, kurang lebih sama dengan tujuanku.

__ADS_1


Yaitu memberikan keadilan kepada seluruh manusia yang ada di Kerajaan Heragon.Meskipun itu berarti aku harus mengangkat senjata untuk mewujudkannya.


Bersambung...


__ADS_2