Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Batu sihir


__ADS_3

3 minggu sebelumnya...


Angin sore berhembus dengan kencang di sore ini.Daun-daun terlihat berjatuhan menutupi tanah.Sebetulnya cuaca hari ini terasa sangat menenangkan dan merupakan waktu yang tepat untuk bermain.Hanya saja tubuhku tidak mendengarkan kemauanku.


Rasa sakit di dadaku terus menerus terasa.Jantungku terasa berdegup lebih kencang dibandingkan biasanya.Seluruh buku medis yang ku ketahui tidak menjelaskan apa yang terjadi pada diriku.


"Apa yang kau lakukan disini kawan?" sapa Nyx menepuk kepalaku dari belakang.


Nyx tersenyum menatapku.Keberadaan Nyx terkadang membuatku sedikit takut.Aura kegelapan nya yang hanya bisa dilihat orang tertentu itu terlihat sangat menyeramkan.Sangat tidak cocok dengan wajahnya yang sangat menawan.


"Hei, apa kau sakit?"


"Menurutmu?"


Nyx menengadah menghadap langit.Kedua tangannya ia silangkan di dada, seperti menunjukkan bahwa dirinya sedang berpikir keras.Aku hanya terdiam menatap tingkah lakunya.Terkadang aku ingin mencoba menjitak kepalanya.


"Menurutku yaa, hmm sepertinya kau hanya lapar", jawab Nyx dengan polos.


Aku benar-benar menjitak kepalanya.Nyx mengeluh sembari memegang kepalanya.Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu.


"Hei, kau kan menyuruhku untuk menebak", protes Nyx.


Yaa, itu tidak salah juga.Aku tertawa kecil melihat Nyx yang protes padaku.


"Lalu apa kau benar-benar sakit?" tanya Nyx.


"Entahlah".


"Apa yang kau maksud dengan entahlah?"


"Aku tidak tahu apa aku sakit atau apa, belakangan ini dadaku terasa sakit.Tetapi begitu ibu memeriksanya, ia mengatakan bahwa jantungku baik-baik saja",


Nyx terlihat benar-benar berpikir serius kali ini.Wajahnya tidak lagi terlihat bodoh seperti sebelumnya.Ia sedikit menggumamkan sesuatu yang tidak dapat ku mengerti.


"Apa kau merasakan sesuatu selain rasa sakit di dalam dirimu?"


"Ha? apa sekarang kau bertingkah seperti dokter?" tanyaku terkekeh.


"Jawab saja pertanyaan ku dasar nakal", jawab Nyx sembari mengepalkan tangan kanannya di hadapanku.


"Baiklah, tolong tenang", jawabku. "Dan kumohon turunkan tanganmu itu".


Nyx tersenyum kecil.Entah apa yang akan terjadi bila aku memberitahu pada Nyx apa yang aku rasakan.Tetapi yang terpenting adalah aku tidak boleh menyembunyikan apapun pada Nyx.


"Belakangan ini dadaku terasa cukup sakit", ujar ku.

__ADS_1


"Lalu?"


Aku menatap wajah Nyx.Ia sepertinya mengetahui sesuatu.Dadaku memang terasa sakit, tetapi bukan itulah masalah terbesarnya.


"Aku mendengar sesuatu, seperti saat aku pertama kali bertemu denganmu", lanjut ku dengan sedikit gemetar.


Nyx tidak mengeluarkan sepatah kata sedikitpun.Wajahnya terlihat pucat begitu mendengar apa yang aku ucapkan.


"Kau yakin dengan itu? kau tidak berbohong padaku kan?" balas Nyx tersenyum tipis padaku.


"Aku tidak berbohong, sama sekali tidak", jawabku.


Senyuman tipis di wajah Nyx menghilang seketika.Ia memegang erat kedua bahuku.Tatapannya terlihat lurus dan dengan tajam menatap kedua mataku.


"Gerald, ikut denganku".


"Kemana kita akan pergi? Sebentar lagi malam Nyx!".


"Menuju tempat yang tidak akan diketahui oleh siapapun", jawab Nyx tanpa melihat kepadaku.


...****************...


"Hei Nyx, kita sudah terlalu jauh dari rumah, bukankah seharusnya kita pulang saja", ucapku.


Nyx tidak mendengarkan ku sama sekali.Kami terus masuk ke dalam hutan yang gelap ini.Suara binatang malam sudah mulai terdengar.Matahari juga terlihat mulai tenggelam.


Percuma saja, Nyx sama sekali tidak mempedulikan ku.Sebetulnya aku tidak masalah bila pergi seperti ini.Tetapi aku cukup takut memikirkan apa yang akan ibu lakukan begitu mengetahui bahwa aku pergi tanpa memberitahu dirinya.


"Kita sudah sampai"


Kami berhenti di sebuah batu besar di tengah hutan.Sekilas itu hanyalah batu pada umumnya.Tetapi begitu aku mendekatinya, dadaku terasa sakit kembali.


"Apa yang kau rasakan saat ini Gerald?" tanya Nyx menatapku yang sedang terduduk kesakitan.


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Nyx.Rasa sakit ini sungguh menyiksa.Rasanya seperti ada sesuatu yang memaksa keluar dari dalam diriku.


"Kau ingin tahu apa penyebab rasa sakit yang kau alami saat ini?"


Aku mengangguk pelan.Tentu saja aku ingin tahu apa yang membuatku merasakan rasa sakit seperti ini.


"Disini", ucap Nyx.


Ia menunjuk dada sebelah kiri ku.Lebih tepatnya ia menunjuk tepat di jantungku.Aku menatap wajah Nyx dengan tatapan keheranan, tidak mengerti apa yang ia sampaikan.


"Disini adalah inti kekuatan milikmu, posisinya sangat berbeda dibandingkan orang biasa", jelas Nyx.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


Nyx duduk di sebelahku.Wajahnya tidak seserius dengan yang sebelumnya.Kini ia terlihat lebih santai dan bersahabat.


"Biasanya kekuatan orang biasa berada tepat di tengah dada mereka, ini memungkinkan diri mereka untuk mengeluarkan kekuatan secara maksimal".


"Lalu apa masalahnya?"


"Letak inti kekuatan milikmu tepat berada di jantung.Ini mengakibatkan dirimu tidak dapat mengeluarkan kekuatan secara maksimal dan menyebabkan rasa sakit ketika kau berusaha menggunakan kekuatan milikmu", jelas Nyx.


Kali ini aku benar-benar khawatir.Inti kekuatan milikku berbeda dengan inti kekuatan orang lain.Bagaimana bila aku tidak sengaja mengeluarkan kekuatan yang terlalu besar?


"Apakah ada cara untuk menangani masalah ini?" tanyaku.


Nyx tersenyum lebar.Ia berdiri dan berjalan mendekati batu besar di dekatnya.Dengan tangan kanannya, ia mengeluarkan energi kegelapan dan menusuk batu itu.


"Kau tahu Gerald? batu ini bukanlah batu biasa", ucap Nyx.


Aku terpana melihatnya.Energi di dalam batu tersebut sangatlah indah.Siluet kupu-kupu, burung, dan binatang lain terlihat keluar dari dalam batu tersebut.Itu adalah batu sihir.Tampilannya memang terlihat seperti batu pada umumnya.Tetapi isi dari dalam batu tersebut mengandung batu sihir yang sangat berharga.


Perlahan Nyx mengeluarkan tangannya sembari menggenggam sebuah batu sihir yang menyala.Siapapun orang yang melihat ini sudah pasti tidak akan bergerak sama sekali.Pemandangan ini adalah pemandangan yang cukup berharga.


"Kita bisa menggunakan ini sebagai segel", ucap Nyx.


"Eh? apa?"


"Energi yang ada di dalam dirimu itu selalu memberontak, untuk itu kita membutuhkan sesuatu untuk menahannya dan mengatur pengeluaran energi sihirmu itu", jelas Nyx mendekatkan batu itu dengan jantungku.


Secara tiba-tiba, batu tersebut berubah menjadi zat seperti gas yang menembus dadaku.Rasa sakit yang sebelumnya kurasakan telah hilang sepenuhnya.Bisikan-bisikan yang sebelumnya terdengar sangat kencang juga hilang sepenuhnya.


Aku menatap Nyx dengan gembira.Masalah ini ternyata berkaitan dengan kekuatan milikku sendiri.Aku harus berterimakasih secara tulus pada Nyx yang telah membantuku.


"Terimakasih banyak Nyx, sungguh terimakasih".


Nyx mengangguk mendengarnya.Senyuman lebar menghiasi wajahnya.Kurasa ia juga merasa senang atas apa yang sudah dilakukan olehnya padaku.


"Ah,satu hal lagi"


"Apa?" aku menoleh ke arah Nyx.


"Kau harus mulai berusaha mengendalikan kekuatan milikmu.Kekuatan ini tidak bisa sepenuhnya ditahan oleh segel yang ku pasang didalam jantungmu.Mulailah berlatih dengan kekuatanmu kawan", jelas Nyx.


Aku mengacungkan ibu jariku pada Nyx.Malam itu aku pulang dengan perasaan cukup gembira.Walaupun ibu dan ayah mengomel bahwa mereka khawatir aku telah pergi, aku tetap merasa bahagia.Segel ini tentu saja akan membantuku mengendalikan kekuatan terkutuk milikku.


Tetapi itu hanya bertahan selama 3 minggu...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2