Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Sang malaikat


__ADS_3

2 bulan kemudian


"Gerald, kau tahu desa Attera?" tanya ibu ketika kami sedang minum teh bersama.


"Emm, aku tidak tahu.Memangnya kenapa?" jawabku.


Ibu tersenyum tipis.Perlahan ia menyeruput teh miliknya sebelum mulai bicara kembali.


"Ibu menghabiskan masa kecil ibu di sana.Sangat berbeda dengan ayahmu yang sedari awal adalah seorang anak bangsawan", ujar ibu mulai bercerita.


Hanya ada kami berdua di ruangan ini.Ruangan ini biasa dijadikan tempat untuk semua anggota keluarga berkumpul dan bersantai.Hanya saja Lilia, dan Robert sedang pergi bersama ayah untuk membeli makanan untuk Luna.


Luna adalah seekor Hellhound yang dibawa oleh Lilia.Anjing penjaga neraka ini terkesan sebagai makhluk yang cukup pemilih.Luna hanya menginginkan makanan yang masih hidup seperti ikan atau tikus.Entah mengapa ia seperti itu.


"Pada suatu hari, kekuatan sihir ibu mulai bangkit.Kekuatan sihir penyembuh yang pada saat itu dianggap sebagai kekuatan yang lemah", lanjut ibu.


"Hingga pada suatu hari sebuah wabah menimpa desa Attera.Gejalanya sangat mengerikan, orang yang terjangkit akan memuntahkan darah berwarna hitam pekat dan pembuluh darahnya akan mulai membesar seperti akan pecah", lanjut ibu yang masih bercerita padaku.


"Saat itulah ibu dan beberapa pengguna sihir penyembuh bermain peran.Kami menjadi orang yang dihormati dan dianggap di desa Attera", ujar ibu sambil tersenyum.


Aku hanya terdiam mendengar apa yang ibu ceritakan.Perlahan aku menyeruput teh milikku.Rasanya tidak buruk juga.


"Camkan baik-baik Gerald, ada kalanya kekuatanmu dianggap lemah atau menyeramkan untuk orang-orang.Tetapi yakinlah suatu saat nanti, kekuatanmu akan menjadi kekuatan yang paling dibutuhkan dan dihargai oleh orang-orang", ujar ibu yang tersenyum lebar menatapku.


Aku mengalihkan pandanganku ke arah kedua tanganku.Kekuatan kegelapan ku tentu akan dianggap sebagai kutukan oleh orang lain.


"Maka dari itu ibu berharap banyak padamu nak, gunakan kekuatanmu untuk kebaikan.Pada suatu hati nanti orang-orang akan menyadari bahwa kebaikan adalah keistimewaan dari kekuatanmu", ucap Ibu sembari mengelus kepalaku.


Aku memandang wajah cantik ibuku.Cahaya lembut terlihat menyinari wajahnya yang hangat.Sentuhan dari tangannya terasa sangat halus.


Belakangan ini aku mulai berpikir.Berpikir apa yang telah dilakukan oleh ibu dan ayah padaku.Pemberian yang tidak akan pernah tergantikan.


Saat aku baru mulai belajar berjalan, ibu dan ayah lah yang membantuku.Mereka memegang kedua tanganku dan perlahan menuntunku.


Mereka juga adalah orang yang pertama menerima kekuatanku.Orang lain tentu akan membenciku bila melihat kekuatanku.Kekuatan kegelapan tentu akan terlihat sebagai kekuatan terkutuk di mata umat manusia.


Rasanya aku ingin menangis.Ibu dan ayah sama sekali tidak pernah meninggalkanku.Mereka menerimaku apa adanya, sama sekali tidak mempermasalahkan kekuatan sihir ku.


"Baiklah Gerald, apa kau mau ikut dengan ibu? Kita akan membuat kue untuk dimakan malam ini", ajak ibu.


"Tentu saja aku mau bu!" jawabku sembari mengangguk dengan cepat.


Ibu tertawa melihatku.Ia menggandeng tanganku dan bersama-sama kami akan membuat sesuatu yang membuat Lili, Robert, dan ayah bahagia.

__ADS_1


...****************...


"Hey Gerald, coba kamu potong berry itu", ujar ibu sementara kedua tangannya terlihat masih membuat adonan.


"Baik bu", jawabku.


Aku meraih pisau yang berada di dekat ibu.Buah berry ini terlihat seperti buah yang berada di duniaku yang sebelumnya.Meskipun rasanya terasa lebih asam dibanding yang berada di dunia asal ku.


"Awww"


Ah sial, aku tidak sengaja mengiris jariku.Darah segar terlihat menetes dari jari telunjuk ku.


"Astaga Gerald! Kau berdarah!" seru ibu begitu melihatku.


Ia meraih jariku yang terluka.Wajahnya terlihat sangat khawatir.Ayolah, ini hanya luka biasa.Luka seperti ini sama sekali tidak akan membahayakan nyawaku.


Tetapi ibu terlihat sangat khawatir.Ia memegang erat jari telunjuk ku dan mulai merapal sesuatu.


Perlahan cahaya terang dan lembut keluar dari tangan ibu.Rasanya cukup dingin dan nyaman.


"Baiklah seharusnya sudah selesai", kata ibu melepas genggaman tangannya.


Aku melihat ke arah luka di jariku.Mataku terbelalak, begitu pula dengan ibu.


Luka ku sama sekali tidak sembuh.Darah segar masih terlihat mengalir di sana.Padahal ibu telah memberikan mantra sihir penyembuh yang tidak perlu diragukan kemampuannya.


"Bi-biar ibu coba lagi ya Gerald"


Aku mengangguk pelan.Jujur saja, aku cukup terkejut melihat apa yang terjadi.Ibu yang merupakan orang terpandang di dunia medis Kerajaan Heragon, tidak bisa menyembuhkan luka kecil yang diakibatkan teriris oleh pisau.


"Yang kau lakukan itu percuma nyonya", ucap seorang perempuan dari belakangku.


Aku dan ibu langsung menatap ke arah sumber suara tersebut.Nyx terlihat tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada kami.


"Apa maksudmu?" tanya ibu yang masih terlihat panik.


"Sederhana saja nyonya, kekuatan mu itu adalah kekuatan suci.Sementara itu kekuatan anakmu adalah kekuatan yang dianggap terkutuk.Kau tidak akan bisa melakukan apapun padanya", jawab Nyx ikut membungkuk untuk melihat luka ku.


"Ja-jadi aku tidak bisa melakukan apapun pada Gerald dengan kekuatanku?" ujar ibu bertanya kembali.


"Oh tentu saja kau masih bisa menggunakan kekuatanmu pada Gerald"


"Seperti apa?"

__ADS_1


"Seperti membunuh", jawab Nyx dengan santai.


"Dasar bodoh!" sahutku sembari menarik telinga Nyx.


Nyx ini benar-benar menyebalkan.Ia sama sekali tidak berpikir panjang sebelum mengeluarkan kata-katanya.Dasar sialan.


"A-aku merasa gagal", ujar ibu sambil terisak.


Aku memberikan tatapan tajam ku pada Nyx.Seolah-olah mengatakan,"Jelaskan dan minta maaf pada ibuku dasar bodoh!".


Nyx terlihat salah tingkah.Ia menggaruk belakang kepalanya seperti orang yang merasa bersalah.Padahal aku yakin, makhluk ini sama sekali tidak memiliki rasa bersalah.


"E-em begini maksudku nyonya, kau mungkin benar-benar tidak bisa menyembuhkan luka yang terjadi pada Gerald.Te-tetapi kau masih bisa melatih Gerald untuk menjadi orang sepertimu", jelas Nyx.


Kali ini aku mencubit lengan Nyx.Bisa-bisanya ia berbicara omong kosong seperti itu.


Aku mengalihkan pandanganku kepada ibu.Ia sudah tidak menangis seperti sebelumnya.


"Bu, aku benar-benar tidak apa-apa", ucapku memegang kedua tangannya.


"Kau memang anak yang baik Gerald, ibu benar-benar merasa tidak berguna", jawab ibu.


"Tentu tidak bu, apakah ibu lupa bahwa ibu lah orang yang pertama kali menyambut ku ketika aku lahir di dunia ini?"


Ibu hanya terdiam.Wajahnya terlihat sedikit cerah, tidak seperti sebelumnya.


"Kau benar-benar memiliki pemikiran yang sangat dewasa nak", jawab ibu.


Aku tersenyum tipis.Setidaknya ibu sudah tidak terlihat sedih seperti sebelumnya.


"Baiklah, apa kau masih ingin melanjutkan membuat kue bersama ibu?" tanya ibu padaku.


Aku mengangguk cepat.Lagipula luka ku sudah tidak berdarah dan tidak terasa sakit sama sekali.


"Emmm apa aku boleh membantu?" tanya Nyx.


Aku melotot kepadanya, seperti menyuruh Nyx untuk pergi dan tidak mengganggu kami.Tetapi berbeda dengan ibu.


Dengan senyuman hangatnya, ia memperbolehkan Nyx untuk membuat kue bersama kami.


Sore itu adalah hari yang sangat menyenangkan bagiku.Hari dimana kami bersenang-senang dan berusaha keras untuk membuat sebuah kue.Dan tentu saja, Nyx ikut membantu.Walaupun ia hanya sebatas menghias kue tersebut.


Ahh hari itu benar-benar menyenangkan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2