Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Terbongkarnya Rahasia


__ADS_3

"Itu adalah Hellhound, anjing kegelapan yang mengerikan..."


Aku terdiam.Seluruh tubuhku serasa seperti membeku setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Nyx.Kata-kata yang diucapkan oleh Nyx sama sekali tidak kusangka.


"Kau bercanda bukan?" balasku kepada Nyx yang masih menatapku.


Nyx menggelengkan kepalanya.Baru kali ini aku melihat Nyx bertingkah serius.


"Kau harus tau Gerald, peringatkan keluargamu.Kau tentu tidak ingin mereka mati mengenaskan bukan?" jawab Nyx.


Aku menundukkan kepalaku.Seingatku Robert pernah bercerita kepadaku mengenai Hellhound.Saat mereka masih kecil, Hellhound memang terlihat seperti anjing biasa.Tetapi suatu saat nanti mereka akan tumbuh menjadi makhluk buas dengan mata merah dan nafas apinya.


"Baiklah, aku akan memberitahu mereka", balasku.


Nyx hanya diam memandangku dengan wajahnya yang terlihat sangat khawatir.Aku mengepalkan kedua tanganku.Tentu saja aku tidak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti akan ada ancaman besar yang datang kepada keluargaku.


"Hai Gerald! Aku kembali", ujar Erina membuka pintu kamarku.


Aku segera mengangkat kepalaku yang tertunduk.Erina tidak boleh mengetahui apapun tentang apa yang dibawa oleh Lilia.Aku tidak boleh menyeretnya ke dalam keadaan yang berbahaya lagi.


"Ha-hai Erina", jawabku sedikit gugup.


"Apa yang terjadi?" tanya Erina secara tiba-tiba.


Lihat? Anak ini benar-benar monster.Insting milik Erina terlalu tajam sehingga ini membuatku cukup gugup.


"Apa yang kau maksud? Tidak terjadi apa-apa padaku", balasku.


Erina menatap wajahku dengan tajam.Aku memutuskan untuk memalingkan wajahku.


"Lihat? Kau bahkan tidak ingin melihat wajahku", ujar Erina


"Bu-bukan begitu, wajahmu itu ter-terlalu dekat", jawabku.


Erina hanya diam mematung.Wajah polosnya terlihat sama sekali tidak mengerti apa yang aku katakan padanya.Terkadang aku lupa ia hanyalah anak kecil berusia 6 tahun.


"Hmmm begitu..."


Aku mengangguk dengan salah tingkah.Tingkah anak ini membuatku tidak bisa berkonsentrasi.


"Hei Gerald, apa kau ada disini?" ujar seorang lelaki membuka pintu kamar.


Robert terlihat membuka pintu kamarku dengan tangan kirinya yang membawa sebuah buku.Kelihatannya ia baru saja kembali dari akademi.


Ah, Terima kasih Robert.Kau telah membantuku menghindar dari insting Erina.


"Wah, ternyata Erina juga ada disini", sapa Robert melambaikan tangan kanannya.

__ADS_1


"Halo kak Robert, bagaimana kabarmu?" balas Erina dengan tersenyum lebar.


"Kabarku baik-baik saja, bagaimana denganmu?" jawab Robert.


"Kabarku sangat baik, terimakasih sudah bertanya", balas Erina membungkukkan badannya memberi penghormatan.


Dibalik sikap polos dan penuh semangat ingin tahunya, tidak pernah ku sangka bahwa Erina bisa seanggun ini.Ia terlihat seperti sosok yang sangat berbeda.


"Ah aku hampir lupa.Gerald, ayah menunggumu di ruangan kerjanya", lanjut Robert mengalihkan pandangannya kepadaku.


Aku segera mengangguk pada Robert.Bila ayah sudah memanggilku menuju ruang kerjanya, itu berarti ada sesuatu yang sangat penting yang akan ayah sampaikan.


"Kalau begitu aku akan kembali ke rumahku, lain kali aku akan datang kembali.Sampai jumpa Gerald!" ujar Erina melambaikan tangannya padaku.


Aku ikut melambaikan tanganku.Setelah aku keluar dari kamar, ku kepalkan kedua tanganku.Aku harus memberitahu pada ayah perihal anjing kecil yang dibawa oleh Lilia.


"Nyx, kau bersamaku?" tanyaku.


"Ya, tentu saja", jawab Nyx sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Baiklah, kalau begitu tetap temani aku", lanjut ku.


Aku meremas kedua tanganku.Aku benar-benar harus memberitahu ayah.Kulangkahkan kakiku menuju ruang kerja ayah dengan Nyx yang mengikuti ku dari belakang.


...****************...


"Baiklah Nyx, ini dia", ujar ku bersiap membuka pintu ruang kerja ayah.


Butuh sedikit tenaga untuk mendorong pintu ini.Seketika saja aura dingin terasa dari dalam ruangan kerja ayah.


Ruangan ayah penuh dengan buku-buku tebal.Kurasa Robert sering sekali meminjam buku disini.


Sinar mentari sore masuk menembus kaca jendela.Disana terlihat seorang pria dewasa yang tidak lain adalah ayah.


Suasana disekitar ayah terasa cukup dingin.Entah ayah memang sengaja atau tidak mengeluarkan aura dinginnya.


"Ahh halo Gerald, ayo duduk di depan ayah. Dan Claude tolong ambilkan kami berdua segelas teh", ajak ayah begitu melihatku berdiri di depan pintu.


Aku duduk tepat di depan ayah.Sementara itu Claude pergi untuk mengambilkan teh dan camilan untuk kami berdua.


"Kau sudah semakin besar Gerald, tahun ini adalah masa-masa untuk anak seumuran mu mendapatkan kekuatan sihir mereka, apakah kau sudah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sihirmu?" tanya ayah dengan tersenyum.


"Maafkan aku ayah, aku sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan sihirku", jawabku tertunduk lesu.


Apa aku merasa iri? Tentu saja aku merasa iri.Melihat Erina yang sudah bisa mengeluarkan sihir apinya membuatku semakin menginginkan kekuatan sihir.


Tiba-tiba saja ayah duduk di sampingku.Ia menepuk pelan punggungku, memberikan semangat padaku.

__ADS_1


"Kau tidak perlu sedih Gerald, banyak anak seusiamu yang baru memiliki kekuatan ketika mereka berumur 8 tahun, kau masih 6 tahun nak, kau tidak perlu sedih", ujar ayah sembari menepuk pelan punggungku.


Aku tersenyum melihat ayah.Meskipun ayah tahu bahwa aku akan terlambat mendapatkan kekuatan, setidaknya ia tetap mendukungku.


"Ayah bolehkah aku memberitahumu sesuatu?" tanyaku pada ayah.


"Tentu saja boleh", jawab ayah.


Aku memandang Nyx yang berada di depanku.Ia mengangguk kepadaku, mendukung diriku untuk mengatakan kebenaran pada ayah.


"Mengenai sesuatu yang dibawa oleh Lilia, apa ayah tau apa itu?" ujar ku pada ayah.


"Menurutmu apa yang dibawa oleh Lilia?" tanya ayah melempar kembali pertanyaan padaku.


"Lilia memang terlihat seperti membawa anak anjing, tetapi sebenarnya itu bukan anjing biasa", jawabku.


"Lalu apa itu?" tanya ayah dengan wajahnya yang mulai serius.


"Ku-kurasa Lilia membawa Hellhound, anjing dari kegelapan", jawabku dengan gugup


Aku menutup kedua mataku.Aku takut ayah akan merasa sangat marah dan akhirnya memutuskan untuk membuang atau bahkan membunuh anjing itu.


"Ayah sangat terkejut nak, bagaimana kau tahu?" jawab ayah dengan biasa saja.


"A-aku hanya menduganya"


"Dan hebatnya dugaan mu itu benar", jawab ayah.


Aku terdiam.Kualihkan pandanganku kepada ayah.Sikapnya terlihat sangat dingin, tidak ada kehangatan sama sekali.


"A-apa maksud ayah?" tanyaku.


"Kau hebat nak, kau benar-benar mirip denganku.Ayahmu ini bisa mengetahui perbedaan makhluk kegelapan dengan makhluk biasa", jawab ayah.


"Bagaimana ayah bisa tahu?" lanjutku yang masih penasaran.


"Pengalaman nak, bahkan ayah bisa merasakan juga keberadaan para makhluk kegelapan", jawab ayah menatapku dengan tajam.


Seluruh tubuhku terasa seperti disetrum.Tubuhku mendadak merinding.Kulirik Nyx yang ikut terdiam, tidak bergerak sedikitpun.


"Seperti teman kegelapanmu gadis itu, ayah mengetahui semua nya", lanjut ayah menunjuk ke arah Nyx.


Nyx hanya terdiam, terkejut dengan ayah yang sedang menunjuknya.Begitupula denganku yang terpaku melihat ayah.


Seketika area sekitar ruang kerja menjadi sangat dingin.Dengan tangan ayah yang mulai membeku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2