Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Sisi lain (1)


__ADS_3

1 tahun kemudian...


Matahari pagi ini bersinar cukup terang.Masuk menembus jendela kamarku.Kutatap awan yang bergerak perlahan dari balik jendela.Kurasa ini waktu yang bagus untuk berjalan-jalan.


"Apa yang kau pikirkan wahai tuan kegelapan", ujar Nyx dari balik lemari.


"Sudahlah, jangan memanggilku seperti itu lagi.Itu sangat menyebalkan", jawabku.


Semenjak kekuatan sihir ku bangkit, Nyx selalu menggodaku dengan sebutan "Tuan kegelapan".Dan tentu saja, setiap aku memberitahunya bahwa aku tidak suka panggilan itu, dia hanya akan terus mengulang panggilan itu.


Satu tahun yang lalu, kekuatan sihir ku bangkit.Tidak ada kekuatan sihir air, tidak ada kekuatan sihir api.Hanya kekuatan kegelapan yang ada padaku.Para roh agung sialan itu telah membohongiku.


Tiba-tiba saja terdengar derap langkah kaki dari luar kamarku.Yaa, tentu saja aku tahu siapa itu.Bila ada suara derap kaki yang terdengar seperti kuda yang berlari, itu adalah Lilia.


"Gerald! Kau disini?", ujar Lilia setelah membuka pintu kamarku dengan kencang.


Nyx melompat ke belakangku.Wajahnya terlihat terkejut dengan kedatangan Lilia.


"Sudah berapa kali aku bilang kak, perihal mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku?", tanyaku pada Lilia.


Lilia terdiam dan mulai berpikir.Entah apa yang dipikirkan olehnya.Jari jemarinya terlihat mulai menghitung.


"Kurasa 20 atau 30 kali?" jawab Lilia.


Hey aku tidak benar-benar menyuruhmu untuk menghitungnya.Anak ini benar-benar tidak dapat ku mengerti.


"Ahh, lupakanlah.Apa yang kau mau kak?" balasku pada Lilia.


"Ah ya, ayah menyuruhku untuk bertanya apakah kau mau ikut dengan kami?" ujar Lilia.


"Kemana kita akan pergi?"


"Ayah bilang ini seperti jalan-jalan keluarga.Kita juga bisa sekaligus bersantai", jawab Lilia.


"Apakah ayah benar-benar bilang kita akan bersantai? Karena minggu lalu kakak juga bilang seperti itu, tetapi ternyata ayah membawa kita untuk berlatih menjinakkan kuda.Dan pada saat itu wajahku terbenam di dalam lumpur.Apa kakak tidak ingat?" ujar ku mendekati wajah Lilia.


"Ah, mmm yaa, itu tidak disengaja", balas Lilia salah tingkah.


"Jadi kemana ayah mengajak kita pergi?" tanyaku kembali.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu, intinya ayah menyuruhku untuk bertanya padamu, kau mau ikut atau tidak?" ujar Lilia.


Aku berpikir sejenak.Ya, tentu saja sangat membosankan seharian hanya berada di kamar bersama makhluk kegelapan yang menyebalkan.


"Apa yang kau lihat", ujar Nyx.


Aku menggelengkan kepala pada Nyx.Sekarang ia hanya berdecak kesal, seperti merasa ada yang aku sembunyikan.


"Jadi apa kau mau ikut?" tanya Lilia.


Tentu saja aku akan ikut.Setidaknya Nyx tidak akan menggangguku bila ada ayah di dekatku.Hanya ayah dan ibu yang bisa melihat wujud Nyx.Lilia, Robert dan semua orang yang berada di rumah ini tidak pernah tahu bahwa ada yang aku sembunyikan disini.


"Baiklah aku ikut", jawabku.


...****************...


"Aghhh, aku benci sekali pergi keluar saat cuaca panas begini", keluh Robert.


"Hah? Apa kau tidak kuat dengan panas kak?" ujar Lilia.


"Kau pikir aku tidak kuat dengan kondisi seperti ini? Kau masih perlu banyak belajar Lilia", balas Robert.


Ahh kurasa mereka akan kembali bertengkar.Cuaca panas dan posisi duduk mereka yang berhadapan, itu adalah perpaduan yang sempurna.


Sementara itu Robert dan Lilia masih saja beradu mulut.Kali ini Robert mulai mengeluarkan hawa dinginnya, pertanda bahwa ia mulai kesal dengan Lilia.


"Ahh bagus, teruslah marah kak, kau ini memang sangat lemah ya", ujar Lilia.


Aku tertawa kecil melihatnya.Kurasa aku mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Lilia.Ia sengaja membuat Robert marah agar Robert mengeluarkan hawa dinginnya.Kurang lebih ia memperlakukan Robert seperti pendingin ruangan.Anak ini ternyata cukup cerdik.


Kami berhenti di sebuah lapangan luas dimana terdapat festival di sana.Ibu pernah bercerita padaku, bahwa festival musim panas adalah festival terbesar di Kerajaan Heragon.Tujuan dari festival ini adalah memuja 9 roh agung yang mendamaikan dunia.


Anak-anak terlihat berlarian kesana-kemari.Beberapa dari mereka ada yang membawa sebuah balon dan juga es krim.Ayah mengajak kami untuk menikmati festival musim panas ini.


Lilia dan Claude langsung menghilang entah kemana.Sebelumnya, Claude memberitahu Lilia bahwa ada pertunjukan menarik di festival ini.Dan tentu saja, dengan cepat Lilia menarik lengan baju Claude dan membawanya pergi.


Sementara itu Robert terlihat fokus melihat pedang-pedang yang ada di sana.Umur Robert sudah memasuki 14 tahun.Setidaknya ia harus sudah mulai bisa belajar seni pedang untuk masuk ke kelas elit.


Sedangkan Nyx terlihat kesal.Ia berkali-kali mengeluh perihal festival ini.

__ADS_1


"Mereka hanya memuja 9 roh agung? Hah, itu adalah hal yang sangat bodoh.Apakah mereka tidak memiliki rasa terimakasih pada Tuan Shadow?", omel Nyx ketika kami turun dari kereta kuda.


"Yaa, begitulah", jawabku.


Ayah memberikanku uang untuk menikmati festival ini.Robert terlihat sangat tertarik dengan pertunjukan pedang dan langsung menghilang di kerumunan.


Sementara itu aku hanya duduk di sebuah kolam di sana.Nyx masih saja mengomel mengenai festival ini.Dia benar-benar tidak bisa diam.


"Pe-permisi", ucap seseorang menepuk punggungku.


Aku membalikkan tubuhku, mengarah langsung kepada seseorang yang menepuk punggungku.


Terlihat seorang gadis kecil dengan pakaian yang sudah agak lusuh menatapku.Kedua tangannya membawa sebuah kotak berisi patung-patung.


"A-apakah anda mau me-membeli dagangan ku?" tanya anak itu dengan gugup.


"Apakah ini semua adalah karyamu?" tanyaku dengan tersenyum.


Gadis itu mengangguk.Tubuhnya terlihat gemetar, terlihat sangat gugup ketika berbicara denganku.


"Berapa harga patung ini?" tanyaku mengambil sebuah patung lelaki berjubah gelap.


"I-itu hanya 5 perak", jawab gadis itu.


"Baiklah aku beli patung ini", ujar ku.


Mata anak itu terlihat berbinar-binar.Wajahnya terlihat lebih cerah dari sebelumnya.Aku merogoh uang yang berada di sakuku.


"Ini untukmu", ucapku sembari memberikan uang yang ada.


Aku memberikannya uang sebanyak 5 keping emas.Aku tahu sebelumnya ia sudah bilang padaku bahwa harganya hanya 5 keping perak, tetapi aku yakin bahwa dagangannya belum ada yang membelinya sama sekali.


"Ka-kak ini terlalu banyak", ujar anak itu.


"Ambil saja, kau pantas untuk menerima itu", jawabku dengan tersenyum lebar padanya.


Anak itu hanya terdiam.Perlahan air matanya mengalir keluar.


"Te-terimakasih banyak kak, a-aku sungguh berterimakasih", ucap anak itu sembari mengusap air matanya.

__ADS_1


Aku memberikan sapu tanganku pada anak itu.Aku cukup kagum dengannya.Di usianya yang masih seumuran denganku, ia sudah mulai mencari uang sendirian.Mengingatkanku terhadap kehidupanku sebelumnya.


Bersambung...


__ADS_2