Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Kekuatan Robert dan Lilia


__ADS_3

Bosan, menjadi bayi sangat membosankan.Entah sudah berapa lama aku di kamar ini.Robert dan Lilia sedang pergi menghadiri pesta minum teh di tempat tinggal Diana.Sedangkan ibu sedang pergi mencari baju sekolah untuk Robert.


Mulai bulan ini Robert akan mulai memasuki tahun ajaran baru di akademi kerajaan Heragon.Sedangkan itu aku tidak tahu ayah pergi kemana.


"Selamat siang tuan muda, apakah anda mau camilan manis?" tanya seorang pelayan bernama Sherly yang masuk ke kamarku.


Aku hanya mengangguk, makanan disini terasa sangat enak.Apalagi kue cokelatnya.Aku bisa saja menghabiskan 10 piring kue itu sendiri, tetapi selalu tidak dibolehkan oleh ibu karena tidak baik untuk gigi.


Sherly pergi keluar untuk mengambil camilan yang ditawarkan tadi.Kini aku sendiri lagi.


Aku turun dari kasurku menuju ke lemari buku yang ada di kamar.Kuraih buku bergambar hadiah dari Robert.Gambar sampulnya menggambarkan seseorang memegang pedang dan menaiki kuda.


Kubuka buku tersebut, penuh sekali dengan gambar.Tetapi hurufnya sama sekali tidak dapat ku mengerti.Kututup kembali buku itu.Mungkin memang lebih baik jika aku dibacakan saja.


"Permisi tuan muda, ini camilan manis kesukaan anda", ujar Sherly sambil membawakan kue cokelat dengan buah strawberry diatasnya.


Aku segera berdiri dan berusaha berjalan walaupun masih tertatih-tatih.Sherly tersenyum melihatku yang sedang berusaha berjalan.


"Apakah tuan muda ingin kubantu?" tanya Sherly sambil mengulurkan tangannya padaku.


Aku menggeleng.Aku bisa berjalan menuju kue itu walaupun masih harus berpegangan dengan perabotan.


"Tuan muda lucu sekali", ujar Sherly sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Aku berusaha meraih gagang sofa di depanku.Posisinya agak jauh di depanku.Baiklah, ini pasti akan mudah.


Kulepas pegangan ku dan mulai berjalan tanpa berpegangan pada apapun.Sayangnya aku tersandung pada kaki meja dan membuatku terjatuh.


"Tuan muda!" teriak Sherly sambil berlari menuju kearahku.


Sherly terlihat sangat panik, padahal aku hanya terjatuh saja.


"Apakah tuan muda baik-baik saja?" tanya Sherly padaku.


Aku hanya mengangguk.Itu tidak terasa sakit sama sekali, tetapi Sherly terlihat cukup khawatir.


Sherly mengangkat ku dan mulai membawaku menuju sofa.Ia menurunkan ku di sofa dan mulai menyiapkan peralatan makan.


Sebetulnya aku bisa saja berjalan menuju sofa itu sendiri, hanya saja Sherly terlanjur menggendongku menuju sofa.


Kulihat kue cokelat yang disiapkan oleh Sherly.Kue itu terlihat sangat menggugah selera makanku.Kurasa aku harus berterima kasih pada koki rumah ini.


"Ini kuemu tuan muda, makanlah perlahan-lahan", ujar Sherly sambil memberikan sepiring kue dan sebuah sendok padaku.


Rasa kue ini tidak dapat ku gambarkan dengan kata-kata.Ada rasa manis dan pahit dari cokelatnya.Tekstur kue ini juga sangat lembut.

__ADS_1


Sherly tersenyum melihatku yang makan begitu lahap.Mau bagaimana lagi? kue ini sangat lezat sampai aku ingin tambah lagi.


...*****...


Sore harinya ayah dan ibuku belum juga kembali dari urusannya masing-masing.Entah apa yang mereka lakukan.


Tadi siang aku berusaha pergi dari kamar, tetapi sayang sekali pengawal ayah melihatku yang sedang berada di lorong dan akhirnya memasukkan ku kembali ke kamar.


Ini sangat membosankan.Kulihat boneka beruang pemberian Lilia.Entah mengapa aku tiba-tiba memikirkan Erina.Sepertinya tidak buruk juga bila Erina ada disini, setidaknya aku tidak sendirian.


"Halo Gerald! apakah kau ada disini?" teriak seorang anak perempuan yang tiba-tiba membuka pintu kamarku.


Aku sangat terkejut sehingga aku segera bangun dari posisi tidurku.Ternyata itu adalah Lilia.Dasar anak itu, ia tidak pernah masuk dengan tenang.


Kulihat anak dibelakang Lilia yang ternyata adalah Robert.Sepertinya mereka baru pulang dari pesta minum teh.


"Hei Gerald, bagaimana kalau kita pergi ke taman?" tanya Lilia padaku.


Aku segera mengangguk dengan cepat.Akhirnya aku tidak akan merasakan kebosanan lagi untuk hari ini.


Aku segera turun dari kasur dan berusaha berjalan mendekati Lilia.


"Ger-Gerald? Ka-kau bisa berjalan?" tanya Lilia dengan wajah yang terlihat terkejut.


Kulihat wajah Lilia, wajahnya terlihat sangat terkejut melihatku yang mulai bisa berjalan.


"Ya Lilia, kakak bisa lihat sendiri", jawab Robert sambil berusaha menghentikan Lilia.


Kurasa Robert juga terlihat cukup terkejut.Mata Robert tadi sempat melebar ketika melihatku berusaha berjalan.


"Baiklah Gerald, ayo kita pergi ke taman bersama", ajak Lilia sambil mengulurkan tangannya.


Kuraih tangan Lilia dengan tangan kecilku.Tiba-tiba Robert meraih tangan kiri ku.Kurasa ia tidak ingin kalah dengan Lilia, dan akhirnya kami berjalan menuju taman bersama-sama.


...*****...


"Lihat ini Gerald, kakak membawakan mu permen dari pesta", ujar Lilia sambil mengeluarkan beberapa butir permen dari sakunya.


Aku menerima permen pemberian Lilia dan memakan nya.Rasanya tidak buruk juga, setidaknya ini sama seperti permen dari dunia asal ku.


"Apakah kalian mau kakak bacakan buku?" tanya Robert padaku dan Lilia.


Aku dan Lilia refleks mengangguk dengan cepat.Tentu saja aku ingin dibacakan oleh Robert.Entah mengapa perasaanku akan terasa tenang dan aman bila bersama Robert.


Kami duduk di bawah pohon yang biasa aku dan Robert gunakan bila ke taman.

__ADS_1


Entah mengapa perasaanku sedikit tidak enak hari ini.Setelah duduk, Robert segera membuka bukunya.Tentu saja aku tidak bisa mengerti huruf di buku itu.


Tiba-tiba aku mencium bau aneh dari belakang pohon ini.Kelihatannya Robert dan Lilia juga menyadarinya, karena mereka saling melihat satu sama lain.


"Bau ini...", ujar Lilia yang seperti menyadari sesuatu.


"Ini bau Undead", lanjut Robert yang segera menarik ku dan Lilia menjauh.


Tiba-tiba saja sesosok manusia yang telah membusuk keluar berjalan dari balik pohon.Dugaan Robert dan Lilia benar, itu adalah Undead.Mayat hidup yang dibangkitkan dengan sihir terlarang.


"Lilia jaga Gerald dan segera berlindung dibelakangku", perintah Robert pada Lilia.


Lilia hanya mengangguk, badannya terlihat gemetar ketakutan.


Sementara itu Robert segera mengulurkan tangannya mengarah ke Undead tersebut.Kali ini ia terlihat sangat keren.


"Matilah kembali, Undead sialan", bisik Robert sambil mengucapkan sesuatu.


Tiba-tiba serpihan es tajam keluar dari tangan Robert.Serpihan itu dengan sempurna menusuk tubuh Undead yang berada di dekat pohon.


"Dia masih bergerak kak!" teriak Lilia dengan wajah ketakutan.


"Tenanglah Lilia!" jawab Robert sambil kembali mengulurkan tangannya.


Dengan mendadak Undead itu menerjang maju ke arah kami.Robert yang belum siap, terpaksa mundur sehingga terjatuh.Ini gawat, Undead itu bisa membunuh Robert.


Terlihat Undead itu menghunuskan pedangnya tinggi keatas, siap menebas Robert menjadi 2.


"Kakak!" teriak Lilia sambil mengulurkan tangannya.


Tiba-tiba saja petir keluar dari tangannya, menyambar tubuh Undead tersebut.


Tidak ingin membuang kesempatan, Robert segera membuat pedang es dan menebas kepala Undead tersebut hingga putus.


"Kau tidak apa-apa kak?" tanya Lilia yang sudah khawatir pada Robert.


"Aku baik-baik saja, terimakasih Lilia", jawab Robert sambil mengusap keringat di dahinya.


"Apa kalian baik-baik saja?" sahut seseorang dari belakang.Kulihat mereka adalah para pengawal ayah, jumlahnya ada 5 orang.


"Kami baik-baik saja, tidak usah khawatir", jawab Robert sambil memegang ku dan Lilia.


"Syukurlah kalau begitu, tapi aku sarankan kalian untuk masuk kedalam untuk diperiksa apakah ada luka tertentu", jelas orang tersebut.


Kami hanya mengangguk dan berjalan masuk ke dalam.Itu adalah peristiwa yang cukup mengejutkan.Tetapi itu juga adalah pertama kalinya bahwa aku melihat kedua kakakku, mengeluarkan kekuatan yang sangat hebat.

__ADS_1


Itulah yang dinamakan sihir.


Bersambung...


__ADS_2