Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Anjing kecil


__ADS_3

"Hei Gerald apa bakat sihirmu sudah muncul?" tanya Erina ketika ia datang bermain ke rumahku.


Tahun ini adalah masa-masa bakat sihir semua orang untuk muncul.Beberapa anak seusiaku bahkan sudah memiliki bakat sihir mereka masing-masing.


"Kurasa untuk sekarang belum, bagaimana denganmu?" balasku pada Erina.


"Yaaa, semalam aku mengeluarkan sebuah percikan kecil api", jawab Erina dengan santai.


Mendadak kedua mataku terbuka lebar.Kugenggam erat bahu Erina, sementara itu Erina terlihat terkejut dengan tingkahku.


"Itu sangat hebat Erina! Mungkin suatu saat nanti kau akan menjadi seseorang yang sangat berbakat!" ujar ku berapi-api.


"Y-ya mu-mungkin kau benar", jawab Erina sembari memalingkan wajahnya.


Aku sangat menantikan kekuatan sihir ku untuk muncul.Dan tentu saja aku menginginkan kekuatan yang kuat dan hebat.


"Hei, apa kau sedang berkhayal?" sahut seorang gadis dari belakangku.


"Kau diamlah Nyx", balasku.


Nyx hanya terkekeh melihat tingkahku.Semenjak kejadian malam itu, ia selalu berada di dekatku.Keberadaan Nyx masih aku rahasiakan.Aku tidak ingin suatu saat nanti seseorang akan melaporkanku ke para Sentinel.


"Ada apa Gerald?" tanya Erina kepadaku.


"Ahh tidak ada apa-apa", jawabku.


"Kau jangan berbohong padaku Gerald, aku tahu raut wajahmu bila sedang berbohong", balas Erina mendekatkan wajahnya padaku.


Anak ini benar-benar monster.Aku memang sudah sangat lama berteman dengan Erina.Kepribadiannya yang selalu teliti itu cukup menyeramkan bagiku.


"I-itu aku sedang memikirkan akan sekeren apa bakat sihir ku nanti", jawabku tepat di depan wajah Erina.


Erina terdiam mendengar jawabanku.Aku rasa dia tetap curiga dengan jawabanku.Wajahnya yang berada tepat di depanku membuatku salah tingkah.


"Ya! Kau masih terlihat mencurigakan, tetapi kali ini aku percaya padamu!" sahut Erina tersenyum lebar padaku.


Aku sedikit menghela nafas lega.Sementara itu Nyx tertawa dengan sangat puas dibelakang ku.Kulayangkan tatapan sinis ku pada Nyx yang masih tertawa puas.


Mungkin karena Nyx adalah makhluk kegelapan, sifat ia sangat menyebalkan.Beberapa minggu yang lalu ia pernah membuatku harus meninggalkan pesta ulang tahun karena ulahnya yang menumpahkan air ke celanaku.


Sikapnya yang terlalu menyebalkan terkadang membuatku kesal padanya.Tetapi walaupun begitu, ia adalah salah satu teman yang dapat ku percaya.


Ku alihkan perhatianku kepada Erina.Ia terlihat duduk dengan tenang sembari membaca sebuah buku yang ia pegang.Sangat berbeda dengan Nyx yang berjalan kesana kemari.

__ADS_1


"Gerald! Lihat ini!" jerit Erina memanggilku.


Aku segera mendekat ke arah Erina yang terduduk di dekat jendela.Wajahnya terlihat sangat bahagia, entah apa yang dilakukan olehnya.


"Gerald! Lihatlah!" ujar Erina.


Erina menggerakkan kedua tangannya dan mengucapkan sesuatu.Dan yang terjadi setelah itu membuatku terkejut.


Erina menggunakan sihirnya.Itu adalah sihir api dan Erina sudah mendapatkan bakat sihirnya di umurnya yang baru 6 tahun.


Aku hanya diam, takjub pada apa yang dilakukan Erina.Tanpa kusadari, Erina diam-diam memperhatikanku.


"Itu sangat hebat dan keren Erina!", ucapku setelah Erina memadamkan api miliknya.


Erina hanya tersenyum senang padaku.Wajahnya sedikit tersipu malu.


"Te-terima kasih Gerald.Ka-kalau begitu, a-aku pergi dulu", ujar Erina pergi meninggalkan kamar.


Erina pergi meninggalkanku sendirian di kamar ini.Tadi itu sangat keren.Aku menutup kedua mataku dan berharap aku bisa melakukan seperti apa yang dilakukan Erina.


"Ternyata kau benar-benar berkhayal", ucap Nyx mencolek punggungku.


"Ya! Baiklah aku memang berkhayal, lalu apa mau mu?", balasku pada Nyx.


"Hey kau tidak perlu marah padaku", jawab Nyx.


"Yaa, mungkin aku terlalu berlebihan.Lalu sekarang apa mau mu?", balasku.


"Hmm, kau harus berjanji terlebih dahulu padaku bahwa kau tidak akan marah", ujar Nyx menyodorkan jari kelingkingnya di depan wajahku.


"Berjanji? untuk apa?", tanyaku keheranan.


"Berjanji saja terlebih dahulu", balas Nyx.


Masih dengan rasa keheranan, aku meraih jari kelingking Nyx dengan jari kelingkingku.Membuat sebuah janji untuk sesuatu yang tidak ku mengerti.


"Baiklah, apa yang ingin kau sampaikan?", tanyaku pada Nyx.


Aku mengambil segelas air yang berada di dekatku dan meminumnya perlahan-lahan.Berbicara dengan Nyx selalu membuatku merasa haus.


"Kurasa Erina suka denganmu", jawab Nyx dengan senyumnya yang menyebalkan.


Sontak aku menyemburkan air minum yang berada di mulutku.Kutatap wajah Nyx yang hanya tertawa terbahak-bahak melihatku yang basah kuyup oleh air.

__ADS_1


"Dasar makhluk sialan!" geram ku pada Nyx yang hanya tertawa puas.


"Hey hey! kau sudah berjanji tidak akan marah bukan?" balas Nyx menjauh dariku.


"Dasar kau..."


"Gerald apa kau didalam?" sahut seseorang dari luar pintu kamar.


Lilia membuka pintu kamarku dengan keras, sehingga menimbulkan suara yang cukup kencang.Walaupun sudah berumur 10 tahun, Lilia masih memiliki sifat yang kekanak-kanakan.


"Hey Gerald! lihat apa yang kutemukan di hutan", ujar Lilia memperlihatkan isi tasnya kepadaku.


Ku intip isi dari tas Lilia.Terlihat sebuah sosok makhluk seperti anjing kecil dengan punggungnya yang berduri.


"Menggemaskan bukan? kakak berencana untuk merawatnya sampai ia tumbuh besar", lanjut Lilia dengan senyum manisnya.


"Kakak ingin merawatnya? bagaimana bila ibu dan ayah tahu?" tanyaku pada Lilia.


"Tenang saja Gerald, mereka memperbolehkan ku untuk memeliharanya, dengan syarat aku harus mendapatkan nilai bagus saat ujian nanti", balas Lilia sembari mengedipkan sebelah matanya.


Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.Lilia kemudian pergi berlari menuju kamarnya.Kurasa ia benar-benar serius untuk merawat anjing kecil itu.


Perlahan kututup pintu kamarku.Sifat Lilia selalu membuatku tertawa geli.Sangat berbeda dengan Robert.


Ku alihkan perhatianku pada Nyx yang hanya diam memperhatikanku.Wajahnya terlihat sangat terkejut.


"Hey Nyx, apa kau mendengarku?" tanyaku pada Nyx.


"Gerald...", jawab Nyx.


"Ada apa Nyx?"


"Apa kau tahu apa yang dibawa oleh kakakmu itu?" tanya Nyx dengan tatapannya yang menyeramkan.


"Memang apa yang dibawa oleh Lilia? itu hanya seekor anjing kecil.Itu tidak akan membahayakan Lilia sama sekali", jawabku dengan santai.


"Tidak, kau salah besar nak.Makhluk itu tidak hanya akan membahayakan kakakmu saja, tetapi makhluk itu akan membahayakan keluargamu dan dirimu", lanjut Nyx.


"Apa maksudmu?" tanyaku yang mulai resah dengan sikap Nyx.


"Yang kakakmu bawa itu..."


Aku terdiam mendengar apa yang akan diucapkan oleh Nyx.Dari mataku itu hanyalah seekor anjing kecil yang memiliki duri-duri kecil di punggungnya.Aku tahu anjing yang memiliki duri saja sudah aneh, tetapi ini berbeda dengan duniaku sebelumnya.

__ADS_1


"Itu adalah Hellhound, anjing kegelapan yang mengerikan..."


Bersambung....


__ADS_2