Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Berkenalan


__ADS_3

"Makanlah Gerald, kau bisa sakit", ucap Lilia menyerahkan ikan bakar kepadaku.


Aku menggeleng pelan, menolak tawaran dari Lilia.Beberapa jam setelah kami meninggalkan ibu kota, kami berhenti di sebuah sungai untuk beristirahat sejenak.Airnya terlihat sangat jernih dan segar.Seandainya kami tidak mengalami hal buruk, sudah pasti aku akan bermain di sungai itu.


"Gerald, apakah kau ingin membantuku untuk menangkap beberapa ikan untuk persediaan nanti?" tanya Robert.


Aku hanya menggeleng.Aku sama sekali tidak ingin berbicara bahkan kepada saudaraku sekalipun.


"Kalau begitu kau diam disini dan jaga barang-barang kami.Aku dan Lilia akan mencari persediaan di perjalanan nanti", perintah Robert.


"Baiklah", jawabku lirih.


Robert dan Lilia segera pergi menuju tepi sungai untuk menangkap beberapa ikan.Sedangkan aku hanya duduk terdiam menjaga barang-barang.


Langit hari ini terlihat cukup cerah.Burung-burung bertanduk terdengar berkicau dengan merdu.Beberapa rusa juga terlihat sedang minum di tepi sungai.


"Gerald apa kau baik-baik saja?" bisik seorang wanita dari belakangku.


Aku terkejut dan segera menjauh dari suara tersebut.Seketika kedua mataku terbuka lebar melihat siapa yang ada di sana.


"Gerald, aku minta maaf.Aku datang ke rumahmu dan hanya melihat kehancuran di sana.Kemudian aku..."


"Kau pergi kemana saja?! " bentak ku.


Nyx terkejut begitu mendengar ku.Wajahnya terlihat takut dan penuh penyesalan.


"Ma-maafkan aku Gerald", jawab Nyx.


"Kemana saja kau selama ini? seandainya kau tidak pergi, kami pasti tidak akan mengalami ini! seandainya kau tidak pergi rumah kami pasti masih berdiri kokoh! seandainya kau tidak pergi, ibu dan ayah...."


Suaraku tertahan di tenggorokan.Air mataku kembali mengalir membasahi wajahku.


"Maafkan aku Gerald, aku sungguh minta maaf", bisik Nyx memelukku.


Bodohnya diriku ini.Tidak seharusnya aku menyalahkan Nyx atas apa yang terjadi.Nyx tidak bersalah sama sekali.Tetapi emosiku menguasai diriku sehingga aku tidak dapat berpikir jernih.

__ADS_1


"Gerald! mundur!" jerit Lilia sembari mengarahkan kedua tangannya kepadaku.


Robert juga terlihat mengeluarkan pedang es tajam dari tangan kanannya.Tatapan takut dan marah tersirat di wajah mereka.


"Kak! tolong turunkan tangan kalian, Nyx bukanlah musuh!" sahut ku kepada Lilia dan Robert.


Ini cukup aneh.Hanya orang tertentu yang bisa melihat Nyx.Apakah Lilia dan Robert memiliki kekuatan khusus seperti ayah yang bisa mendeteksi makhluk kegelapan disekitar mereka?


"Apa maksudmu bukan musuh? aura sihir kegelapan nya terlihat sangat besar Gerald!" bentak Robert.


Aku tahu mereka ketakutan melihat Nyx, tetapi itu adalah hal yang wajar.Reaksi mereka kurang lebih sama dengan reaksiku ketika pertama kali melihat Nyx.


"Tenanglah kak, dia adalah temanku.Tolong percayalah denganku kak", jawabku.


Robert dan Lilia saling memandang.Keduanya menurunkan kedua tangan mereka.Tetapi tubuh mereka masih terlihat gemetar.


"Perkenalkan dirimu Nyx", ucapku kepada Nyx di belakangku.


Nyx maju perlahan menghadap Lilia dan Robert.Robert dan Lilia mundur perlahan, tidak ingin berhadapan langsung dengan Nyx.


"Perkenalkan namaku adalah Nyx, aku adalah makhluk kegelapan dan salah satu teman dari Gerald Adelio", ucap Nyx sembari membungkukkan tubunya.


Ah sialan, wajah Lilia terlihat sangat menyeramkan.Bahkan kedua tangannya mengepal dengan kuat.


"Gerald adikku, bagaimana bila kau menjelaskan hal ini kepadaku?" ajak Lilia membawaku menjauh dari Nyx dan Robert.


Kuharap aku baik-baik saja...


...****************...


"Gerald, apa yang kau maksud dengan temanku?" tanya Lilia.


Lilia menatapku dengan tajam.Kami berbicara empat mata di balik sebuah pohon dekat sungai.Sedangkan Robert hanya terdiam di dekat Nyx.


"Dia temanku kak, apa kau tidak percaya?" jawabku.

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak percaya! bagaimana mungkin kau bisa berteman dengan makhluk kegelapan?" sahut Lilia.


"Aku sudah berteman dengan Nyx sejak lama kak.Dia adalah teman baikku", jawabku dengan tegas.


"Tetapi dia adalah makhluk kegelapan Gerald, dia memiliki aura kegelapan dan juga kekuatan kegelapan!" bantah Lilia.


"Begitu pula denganku!" jawabku.


Lilia terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata sama sekali.Ia terlihat seperti menyesal telah mengatakan hal tersebut kepadaku.


"Lalu apa masalahnya kak? Nyx memiliki kekuatan kegelapan, begitu pula denganku", lanjut ku.


"Ta-tapi dia itu jahat Gerald"


"Sampai kapan kau akan menganggap semua makhluk kegelapan itu jahat kak? Nyx bukanlah makhluk yang jahat.Dia kuanggap seperti manusia pada umumnya", balasku dengan tegas.


Lilia kehabisan kata-kata.Wajahnya tertunduk, menyadari bahwa ia melakukan sebuah kesalahan.


"Baiklah Gerald, jika menurutmu temanmu itu tidak jahat aku percaya", ujar Lilia dengan lesu.


"Apakah kau akan memaafkan ku?" lanjut Lilia.


Aku menatap wajah Lilia yang terlihat menyesal.Bagaimanapun juga Lilia hanya ketakutan.Tidak ada orang yang tidak ketakutan begitu melihat aura kegelapan Nyx yang begitu kuat.


"Aku memaafkan mu kak", jawabku sambil tersenyum lebar kepada Lilia.


Lilia tersenyum kepadaku.Wajahnya kini sudah terlihat lebih cerah.


"Lilia! Gerald! sampai kapan kalian bicara berdua di sana?" panggil Robert.


Astaga aku benar-benar lupa dengan keberadaan Robert.Nyx terlihat menjahili Robert dengan menyentuh punggungnya berkali-kali.Robert hanya bisa menggeram kesal dengan ulah Nyx.


Aku dan Lilia tertawa lebar melihatnya.Robert terlihat sangat kesal dengan ulah Nyx.Sementara itu Nyx hanya terkekeh melihat Robert.


Aku tersenyum tipis dan berharap.Berharap agar semuanya tetap baik-baik saja.

__ADS_1


Sayangnya aku salah....


Bersambung....


__ADS_2