
"Gerald"
"Gerald"
Suara seorang lelaki memenuhi kepalaku.Aku mengalami kejadian ini lagi.Kejadian dimana aku tidak bisa melihat apapun.Kejadian dimana hanya kegelapan yang menyelimuti diriku.
"Gerald!"
Perlahan setitik cahaya terlihat olehku.Kubuka perlahan kedua mataku.Terlihat Lilia dan Robert dengan pakaian mereka yang berantakan dan kotor.Kondisi mereka seperti sedang terengah-engah.
"A-apa yang terjadi kak?" tanyaku sembari berusaha untuk bangun.
"Ah Gerald, ku-kurasa akan lebih baik untukmu untuk tidak berdiri terlebih dahulu", ujar Lilia
Aku menatap wajah Lilia.Wajah yang dulu terlihat sangat cantik mempesona, kini berubah menjadi kotor tertutupi oleh debu pertarungan.Begitu pula dengan Robert.Wajah yang dulu terlihat tampan dan dingin, kini terlihat merah bersimbah darah dari para musuhnya.
Aku memutuskan untuk duduk untuk melihat kondisi sekitar.Kami berada di taman besar ibukota kerajaan.Beberapa Sentinel terlihat berkumpul di beberapa tempat, mencari keberadaan kami yang hilang.
"Kak, apa yang terjadi pada keluarga kita?" tanyaku lirih.
Lilia dan Robert saling bertatapan, bahkan mereka sendiri tidak tau jawabannya.Kualihkan pandanganku ke jalan menuju rumah kami.Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi di langit malam.Dan secara perlahan, air mataku menetes.
Ah, sudah lama sekali aku tidak menangis seperti ini.
"Gerald! kau tidak apa-apa kan?" tanya Lilia dengan tatapan penuh khawatir.
"Bagaimana aku bisa dibilang tidak apa-apa? kita kehilangan segalanya! orang tua, rumah, bahkan orang-orang yang selalu bersama dengan kita!" sahutku.
Lilia tersentak melihatku.Sangat jarang bagiku untuk meluapkan seluruh emosi yang tersimpan seperti ini.
"Ma-maafkan kami Gerald, sungguh maafkan kami", ujar Robert yang tiba-tiba mendekap ku.
Malam itu aku menangis cukup lama.Kami bertiga saling berpelukan dan meneteskan air mata kami.Dan sejak malam itulah, kesulitan mulai menimpa hidup kami.
...****************...
"Sejak kapan kau memiliki kekuatan gelap itu Gerald?" tanya Robert tanpa melepaskan pandangannya dari asap yang berada di kejauhan.
Kami pergi dari taman utama ibu kota menuju puncak menara jam ibu kota.Tempat ini memang hampir tidak pernah dimasuki oleh orang-orang awam.Karena itulah kami pergi menuju tempat ini untuk beristirahat.
"Mu-mungkin sekitar setahun yang lalu kak", jawabku terbata-bata.
"Kenapa kau tidak pernah bilang kepada kami?" tanya Lilia menyela pembicaraan.
"A-aku takut kak, aku takut kalian akan membenciku bila kalian tahu bahwa aku memiliki kekuatan ini", jawabku.
Suasana menjadi sangat hening.Suara hewan-hewan malam terdengar cukup kencang, mengisi keheningan yang ada di pembicaraan ini.
"Kau bercanda?" tanya Robert.
"Eh, apa maksudmu kak?" balasku.
__ADS_1
"Kau tidak perlu merahasiakan kekuatanmu dari kami Gerald".
Eh? aku tidak salah dengar bukan? Lilia bilang padaku untuk tidak merahasiakannya pada mereka?
Aku menatap wajah Lilia.Wajah dengan senyuman riang yang biasa kulihat sudah tidak terlalu terlihat di wajahnya.Aku tahu Lilia dan Robert menyembunyikan emosi mereka di hadapanku.Aku tahu mereka berusaha menyembunyikan air matanya agar tidak keluar di depanku.
"Apakah ibu dan ayah sudah tahu perihal kekuatanmu?" tanya Robert dengan tatapan dinginnya.
Aku mengangguk pelan.Robert menghela nafasnya.Ia terlihat seperti kecewa dengan kekuatan yang ada padaku.
"Eh, mengapa pagar ini terbuka?"
Aku, Robert, dan Lilia segera berdiri.Seseorang sudah berada di dekat kami.
"Apa kau lupa untuk menguncinya?" jawab seseorang yang bersama dengannya.
"Tidak mungkin, aku selalu mengunci pagar ini setiap malam"
"Hei lihatlah, kelihatannya ini dibuka paksa oleh seseorang"
Robert menghela nafas mendengarnya.Kurasa Robert lah orang yang membuka paksa pagar tersebut.
"Sial", bisik Robert.
"Hei, kurasa ada seseorang disini"
"Benar juga, pagar ini tidak mungkin terbuka sendiri"
Tiba-tiba saja salah satu dari mereka menoleh menatapku.Aku segera bersembunyi dan menjauh dari tempat itu.Jantungku berdetak sangat kencang.Begitu pula dengan Robert dan Lilia.
Salah satu dari mereka mulai mendekati tempat kami berada.Kami sudah mulai terpojok.Robert mulai membuat sebuah pedang es tajam dari tangannya, bersiap untuk kemungkinan terburuk.
"Apa yang kau lakukan di sana?"
"Eh apa?" jawab seseorang yang berada di dekat kami.
Astaga, aku pikir mereka mengetahui keberadaan kami.Rasanya jantungku akan benar-benar berhenti.
"Kau masih bertanya? cepat dasar bodoh.Kita diperintahkan untuk pergi ke markas besar Sentinel"
"Apa maksudmu?"
"Kau masih bertanya? cepat ikut denganku sebelum aku membuka kepalamu dan membersihkan otakmu"
Orang-orang itu mulai menjauh dari posisi kami.Lilia menghela nafas lega, dan Robert menghilangkan pedang es miliknya.
"Hahh, tadi itu cukup menegangkan", ucap Robert sembari meregangkan seluruh tubuhnya.
"Aku gemetar", balas Lilia menepuk punggung Robert.
"Kak, kurasa kita harus pergi dari kota ini", kataku dengan tatapan serius.
__ADS_1
Robert dan Lilia mengalihkan pandangannya padaku.Ekspresi bertanya-tanya terlihat jelas pada raut wajah mereka.Kurasa aku benar-benar harus menjelaskannya.
"Kak apa aku melukai atau bahkan membunuh seseorang tadi?" tanyaku.
Robert dan Lilia terdiam.Sudah kuduga, aku pasti telah melukai seseorang.Kekuatan kegelapan ini membuatku kehilangan kesadaran.Dan akhirnya membahayakan nyawa orang lain.
"Dengar Gerald, yang kau lakukan itu tidak salah.Kau hanya membela dirimu sendiri", jawab Robert.
"Apa aku melukai atau bahkan membunuh orang sebelumnya?", ujar ku kembali bertanya.
Robert tidak berbicara sama sekali.Ia hanya mengangguk pelan mengiyakan.Sudah kuduga, aku pasti telah membahayakan nyawa seseorang.
"Kalian juga sebelumnya telah melukai orang kak, kita harus pergi dari kota ini sebelum para Sentinel menangkap kita", jelas ku.
"Kau benar Gerald", jawab Lilia.
"Kita harus pergi dari kota ini kak, kita bisa di penjara atau bahkan dihukum mati bila tetap berada disini", jelas ku.
"Baiklah Gerald, kita pergi pagi nanti", jawab Robert dengan tatapannya yang terlihat dingin.
Aku bersyukur Robert dan Lilia mengerti apa yang aku jelaskan.Hanya soal waktu sampai kami menjadi orang yang dicari di kota ini.
Dan itu benar-benar terjadi.
Segerombolan makhluk seperti bola terbang menyebar ke seluruh kota.Masing-masing dari mereka terlihat seperti membawa kotak kecil.
Salah satu dari mereka berhenti tepat di hadapan kami.Benda yang dibawa oleh mereka terlihat seperti layar.
"Perhatian kepada seluruh penduduk Kerajaan Heragon.Kami mengeluarkan peringatan untuk segera melaporkan kepada Sentinel bila melihat orang-orang ini", ucap seseorang yang berada di layar itu.
Seketika kami bertiga terkejut.Wajah kami ada di dalam layar itu.Aku dan Robert saling bertatapan.
"Robert Adelio, pemilik kekuatan es.Dengan tuntutan melukai warga sipil", lanjut seseorang di berita itu.
Aku meremas kedua tanganku.Apa yang mereka maksud dengan warga sipil? apa warga sipil adalah orang yang berusaha membunuh anak muda tak bersalah?
"Lilia Adelio, pemilik kekuatan petir.Dengan tuntutan melukai warga sipil".
Lilia menggeram mendengarnya.Wajahnya kini terlihat dipenuhi dengan amarah.Begitu pula dengan Robert, yang membuat suasana di sekitar kami menjadi sangat dingin.
"Dan terakhir Gerald Adelio, pemilik kekuatan terkutuk.Dengan tuntutan melukai warga sipil, pembunuhan, pengkhianatan, dan penyerangan kepada aparat penegak hukum".
Emosiku terasa akan meledak.Mereka berusaha membohongi seisi kota.Mereka berusaha membuat kami terlihat sebagai musuh kerajaan.
"Dengan ini kerajaan akan memberikan hadiah 50.000 koin emas bagi siapapun yang bisa menangkap mereka hidup-hidup", lanjut orang dalam layar itu.
Robert menghela nafasnya.Kami benar-benar harus pergi dari kota ini.Lilia juga terlihat setuju dengan keputusanku.
Perlahan, matahari terlihat mulai menampakan dirinya.Diiringi dengan lagu-lagu kebangsaan Kerajaan Heragon.
Tepat pada hari ini, kami adalah buronan yang paling dicari di kerajaan ini.Dan kami tidak akan membiarkan diri kami tertangkap oleh mereka.Meskipun kita harus mengotori kedua tangan kita dengan darah.
__ADS_1
Bersambung....