Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
Segel


__ADS_3

"Aku adalah temannya..."


Suasana mendadak hening.Angin malam berhembus menerbangkan daun-daun yang jatuh.Cahaya rembulan menyinari pertarungan antara seorang manusia dengan roh.


"Hahahaha! ternyata kau cukup lucu!" ucap Nora terbahak-bahak.


Robert berdecak melihat tingkah Nora.Perlahan kedua tanganku mulai mengepal, merasa kesal dengan Nora.


"Robert, kau tidak perlu mengikuti pertarungan ini.Kumohon pergilah", ujar Nyx yang perlahan mulai bangkit kembali.


Robert tidak bergerak sama sekali.Ia sama sekali tidak mempedulikan ucapan Nyx yang memintanya untuk mundur.Alih-alih pergi dari medan pertempuran, Robert semakin menunjukkan auranya yang sangat dingin.Pertanda ia siap bertarung sampai titik darah penghabisan.


"Majulah kau, roh jelek", ejek Robert.


Senyum Nora yang sebelumnya terlihat jelas di wajahnya, perlahan memudar.Menampilkan wajahnya yang mulai kesal kepada Robert.


"Oh lihatlah, roh sepertimu merasa kesal dengan seorang manusia sepertiku? Kau memang rendahan".


"Setidaknya jangan berharap aku akan memberikan kata-kata terakhir anak muda..."


Dalam sekejap mata, posisi Nora sudah berada di depan Robert.Robert sama sekali tidak siap menghadapi serangan tersebut.Sehingga memaksanya untuk melompat mundur dan menjatuhkan diri menuju tepi sungai.


"Kakak!" jerit Lilia.


Tubuhku kembali gemetar.Rasa ini sangat mirip dengan apa yang terjadi denganku ketika berhadapan dengan orang asing yang memasuki rumah kami.Rasa marah, kesal, dan sedih bercampur aduk menjadi sebuah emosi yang tidak ku kenal.


"Gerald! kuasai dirimu! jangan kehilangan kendali atas tubuhmu!" jerit Nyx.

__ADS_1


"Aku bisa mengendalikan diriku sendiri Nyx! kau cepat bantu kakakku! dia tidak mungkin menang menghadapi roh itu!" balasku.


Tiba-tiba saja Robert terlihat kembali berada di dekatku.Kondisinya sudah sangat buruk.Ia terlihat sangat lelah dan kesakitan.Darah segar terlihat membasahi wajah Robert.


"Aku akui kau adalah manusia yang cukup kuat nak, tetapi sama seperti manusia yang lain.Kau itu hanyalah serangga busuk yang hanya bisa merusak dunia ini", ujar Nora dengan nada mengejek.


"Hanya kaulah yang bisa memberikan sebuah luka pada diriku", lanjut Nora menunjuk sebuah luka di wajahnya.


Aku memandang kondisi Nyx dan Lilia.Hanya merekalah yang tersisa di pihak kami.Dan itupun kondisi mereka sangatlah buruk.Lilia dan Nyx sudah kehabisan tenaga mereka untuk bertarung.Tidak ada yang bisa bertarung lagi di pihak kami.


"Gerald..."


Aku mengalihkan perhatianku kepada Robert.Kondisinya benar-benar buruk.Dari mulutnya, ia mengeluarkan darah berwarna merah segar.Kurasa tulang rusuk Robert telah patah oleh serangan dari Nora.


"Gerald, kau bisa bertarung..." bisik Robert.


"Kalahkan dia adikku...", bisik Robert sebelum ia kehilangan kesadarannya.


Lilia menatapku dengan tajam.Air mata terlihat mengalir dari kedua matanya.


"Robert tidak akan meninggalkan kita Gerald, kumohon jangan pergi melawannya.Aku tidak sanggup melihat orang yang kucintai terluka", ucap Lilia.


Aku terdiam.Jujur saja, aku ketakutan menghadapi Nora.Aku bukanlah orang kuat.Aku juga bukanlah seorang pemberani.Aku hanyalah orang yang hanya bisa menangis ketika tertimpa sebuah masalah.


"Ahh lihatlah itu, prajurit kerajaan sudah semakin dekat.Mungkin lebih baik bila kita selesaikan ini dengan cepat", ujar Nora sembari menunjuk ke arah bukit di belakang kami.


Dari kejauhan, cahaya obor kembali terlihat.Suara teriakan dan derap langkah kuda kembali terdengar, dan kali ini lebih banyak.

__ADS_1


"Gerald! kendalikan dirimu! jangan terpancing olehnya!" sahut Nyx.


Aku sudah tidak mendengarkan apa yang Nyx dan Lilia katakan.Tatapanku tetap terkunci pada Nora yang terus meremehkan ku.Perlahan aku merasakan sesuatu dari dalam diriku.


Sesuatu ini memberontak padaku.Tidak ingin dikendalikan olehku dan menginginkan sesuatu.


"Gerald! bertahanlah!" sahut Nyx.


Nyx seakan mengetahui apa yang akan terjadi bila aku tidak bisa menahan ini.Ia memaksa dirinya untuk berdiri walaupun kedua kakinya terlihat sangat lemah.


Tiba-tiba seluruh tubuhku terasa sangat sakit.Pikiranku dipenuhi oleh emosi yang tidak dapat dijelaskan.Segel yang membatasi kekuatanku terus menerus memaksa kekuatanku untuk diam.


Sampai sebuah suara muncul.Suara seperti kaca yang retak.


Nyx dan Lilia terus menerus berteriak kepadaku.Aku sama sekali tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan.Sampai suara retak itu berubah menjadi suara kaca yang pecah.


Segel yang menahan kekuatanku telah hancur tak bersisa.Kekuatanku kini bebas menguasai diriku.Sebuah perasaan kebebasan terasa mengalir di dalam darahku.


Pikiranku benar-benar kacau.Kedua pedang hitam milikku hilang.Kedua tanganku terbungkus oleh aura gelap yang mengerikan.


Dari belakang pasukan kerajaan sudah tiba.Posisi kami terjepit.Aku harus melakukan sesuatu.


Kubiarkan kekuatanku menguasai diriku.Kubiarkan ia menggunakan tubuhku.Kubiarkan ia membunuh seluruh musuh-musuhku.


Aku lepas kendali atas tubuhku.Rasanya berbeda dari yang dulu.Aku seperti melihat tubuhku yang digerakkan bukan oleh jiwaku.Tatapannya kini terlihat mengerikan.Dan dia berbisik menggunakan tubuhku.


"Waktunya bermain..."

__ADS_1


__ADS_2