
Suara bising menguasai tempat ini.Kedua mataku tetap mengikuti pergerakan Nolan.Kerumunan ini membuatku sangat mudah untuk tersesat.Orang-orang disini sangat berbeda dengan orang-orang yang ada di ibu kota.Cara berpakaian mereka terlihat lebih bebas dan ekspresif.
Nolan terus berjalan tanpa melihat ke arahku sama sekali.Aku hanya bisa mengikuti kemana ia akan pergi.Kondisi tempat ini benar-benar bebas.Sepertinya hampir tidak ada peraturan yang terikat di tempat ini.
"Hei nak! kau dimana!" seru Nolan mencari ku.
Aku mengangkat tangan kecilku di antara kerumunan.Nolan langsung menarik tanganku begitu ia melihat keberadaan ku.
"Ah, kenapa kau kecil sekali kawan?"
Tentu saja aku kecil.Umurku masih 7 tahun.Tidak mungkin tubuhku bisa sebesar dirinya di umurku yang tergolong masih sangat muda.
"Kemana kita akan pergi?" tanyaku begitu kami mulai memasuki gang kecil.
"Menuju tempat yang sangat menyenangkan", jawab Nolan.
"Apa yang kau maksud dengan kata menyenangkan itu?"
Nolan berhenti berjalan.Ia memandang ke arahku dan tersenyum ramah.
"Menyenangkan, karena kau tidak akan menduga apa yang ada di sana".
Aku menelan ludah ku.Entah mengapa aku merasa sedikit takut dengan Nolan.Ia kembali berjalan dan aku hanya mengikuti dari belakang.Tempat ini terlihat seperti sebuah kota.Berbeda jauh dengan ibukota kerajaan, tempat ini terkesan berantakan bagiku yang cukup lama tinggal di ibukota.
Kami akhirnya berhenti di sebuah club.Tempat ini dipenuhi oleh orang-orang yang mencari kepuasan.Rasanya aku ingin pergi dari sini, tetapi Nolan mengajakku untuk masuk ke dalam.
"Apa yang kau tunggu? cepat masuk kawan", ajak Nolan.
"A-apa menurutmu tempat ini memperbolehkan anak dibawah umur untuk masuk?"
Nolan berpikir sejenak.Sekilas, sifatnya cukup mirip dengan Nyx.Semenjak pertempuran, Nyx tidak terlihat berada di dekatku dan itu cukup membuatku resah.
"Kurasa boleh saja, lagipula tidak akan ada yang peduli", jawab Nolan.
Aku menghela nafas.Nolan segera menarik tanganku untuk masuk.Kondisi di dalam benar-benar gelap dan hanya mengandalkan lampu berwarna sebagai penerangan.Suara musik terdengar begitu kencang.Beberapa orang terlihat menari di satu tempat, bersenang-senang dengan orang yang mereka kenal.
Ucapan Nolan benar-benar terbukti.Tidak ada yang peduli dengan keberadaan ku disini.Bahkan aku sempat melihat beberapa anak kecil mengantarkan minuman di tempat ini.
Kami terus berjalan menuju sebuah tempat yang cukup sepi.Tempat ini sebetulnya terlihat kecil, tetapi tidak akan ada yang menyangka bahwa di tempat ini ada ruangan yang sangat menarik.
Kami berhenti di sebuah ruangan dengan 2 orang penjaga pintu.Nolan menyuruhku untuk tetap diam dan tetap berada di dekatnya.
"Apa yang kau inginkan disini? cepat pergi!" bentak seseorang dari penjaga.
__ADS_1
"Ahh ayolah kawan, jangan terlalu keras dengan kami", jawab Nolan dengan santainya.
"Aku minta kalian pergi, sekarang!"
Nolan menghela nafas panjang.Ia memandang ke arahku.Dirinya tersenyum lebar seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
Nolan menaikkan lengan bajunya.Sebuah tato serigala hitam terlihat di lengannya.Ia menatap tajam kedua penjaga itu dan berbisik.
"Mor volare la vomlura"
Kedua penjaga itu saling bertukar pandang.Mereka berbisik satu sama lain dan akhirnya kembali memandang Nolan.
"Maafkan kami tuan, silahkan masuk", ucap penjaga dengan membungkukkan badannya.
"Tenanglah kawan, kerja kalian bagus", jawab Nolan.
Kami memasuki sebuah ruangan dengan lorong yang cukup panjang.Tidak akan ada yang mengira sebuah club menjadi tempat persembunyian organisasi paling berbahaya di Kerajaan Heragon.
"Hei Nolan, apa kata yang kau ucapkan pada mereka sebelumnya?"
"Kata apa yang kau maksud?"
"Kata yang kau ucapkan, mereka memperbolehkan mu masuk setelah mendengar kata tersebut.Apa arti dari kata itu?"
"Mor volare la vomlura?"
Nolan berhenti berjalan.Kelihatannya kami sudah tiba di tempat yang kita tuju.Sebuah pintu merah berada tepat di depan kami.
"Dengar ini kawan, kata ini tidak boleh kau ucapkan sembarangan.Kau tidak boleh mengucapkan kata ini di depan umum.Pihak berwajib bisa menangkap mu bila kau ucapkan kata ini di depan umum", lanjut Nolan.
"Apa arti dari kata itu Nolan?" tanyaku masih penasaran.
Nolan berdiri dan membuka pintu merah tersebut.Wajahnya masih saja terlihat santai.Ia tersenyum ramah padaku.
"Kita bahas ini di dalam kawan", ajak Nolan.
Jujur saja, aku cukup takut dengan Nolan.Wajahnya mungkin terlihat ramah dan baik.Tetapi terkadang aku teringat dengan Xander.Di balik wajahnya yang ramah ada kemungkinan dia adalah orang yang berbahaya.
Aku masuk ke dalam ruangan bersama Nolan.Ruangan ini terlihat lebih baik daripada club yang aku lewati.Sofa yang empuk dan dapur bahkan ada disini.
Beberapa orang menyapa kami.Penampilan mereka juga terlihat lebih rapi dan bagus.Kami diminta duduk dan menunggu oleh seorang pelayan.
"Jadi, apakah kau akan melanjutkan penjelasan mu?" tanyaku kepada Nolan yang terlihat sedang memilih majalah yang akan dia baca.
__ADS_1
"Ah ya, emm baiklah", jawab Nolan sambil menaruh kembali majalah yang sudah ia pegang.
Aku hanya terdiam melihat tingkah laku Nolan.Ia mungkin terlihat berumur 20 tahun ke atas, tetapi tingkah lakunya seperti seorang bocah.
"Kata-kata yang ku ucapkan adalah kata yang menjadi kode kami bila bertemu satu sama lain, karena itu pihak berwajib akan langsung menangkap orang yang mengucapkan kata-kata ini".
"Mor volare la vomlura memiliki arti yang menjadi dasar perjuangan kami", lanjut Nolan.
Aku memasang telingaku baik-baik.Bahkan aku mendekatkan diriku kepada Nolan.
"Jayalah keadilan dan kebebasan", bisik Nolan.
Aku memandang wajah Nolan.Ekspresi wajahnya kini terlihat sangat serius.Tidak ada senyum yang terlihat di wajahnya.
"Pihak berwajib sudah berkali-kali menangkap orang yang mengucapkan kata-kata ini.Bahkan tidak sedikit dari mereka yang di eksekusi karena diduga terlibat dengan organisasi kami", lanjut Nolan.
Aku terdiam.Pihak kerajaan benar-benar sudah sangat parah.Penyelidikan sama sekali tidak dilakukan kepada warga sipil.Yang mereka tahu hanyalah membunuh orang tersebut bila mereka menduga bahwa orang itu adalah pemberontak.
"Apakah kalian pernah membunuh warga sipil?" tanyaku dengan tiba-tiba.
Nolan menoleh kearah ku.Aku meremas kedua tanganku.Pihak kerajaan selalu mengatakan bahwa organisasi Alpha adalah organisasi kriminal yang sangat kejam.
"Apa kerajaan menyebar berita seperti itu?"
Aku hanya mengangguk pelan.Pihak kerajaan selalu menyebarkan berita seperti itu.Bahkan kepada anak-anak yang masih bersekolah.Mereka menanamkan rasa kebencian kepada pemberontak kerajaan kepada anak-anak yang polos.
"Kalian tidak membunuh warga sipil bukan?"
Nolan menghela nafas panjang.Ia bersandar di sofa dengan melipat kedua tangan nya di dada.
"Jujur saja, tindakan kami pernah merenggut nyawa warga sipil.Serangan yang kami arahkan kepada musuh kami, terkadang mengenai orang tidak berdosa", jawab Nolan.
Aku benar-benar terdiam.Warga sipil selalu menjadi korban diantara dua pihak yang bermusuhan.Tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan lagi.Inilah perang, korban selalu datang dari warga sipil dan prajurit.
"Kau ternyata cukup keren kawan, umurmu masih seorang bocah tetapi pikiranmu benar-benar seperti orang dewasa", ujar Nolan sambil menepuk punggungku.
Ah, andai saja Nolan tau bahwa aku berasal dari dunia lain.Ia pasti akan sangat terkejut dan memberikan banyak pertanyaan kepadaku.
"Oh ya, siapa yang kita tunggu?" tanyaku berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Pemimpin kami, sang master. Sepertinya ia sudah tiba", jawab Nolan sembari menunjuk sebuah pintu yang terbuka.
Sebuah pintu di depan kami terbuka.Seorang pria dengan jubah hitam keluar dari sana.Wajahnya dipenuhi oleh bekas luka, bahkan mata kirinya sudah tidak ada.
__ADS_1
Dia lah sang master.Seorang pemimpin tertinggi dari organisasi paling berbahaya di negeri ini.Dan juga seseorang yang memiliki kekuatan langka sepertiku.
Bersambung....