
Suasana hening menguasai ruangan kerja ayah.Kursi yang ayah tempati secara perlahan mulai membeku.Keheningan ini sangat mencekam.
"Ucapkan sekali lagi", bisik ayah berusaha meredam amarahnya.
Aku dan Nyx menelan ludah secara bersamaan.Setengah wajah ayah sudah tertutupi oleh serpihan tipis es yang membuat setengah wajahnya membeku.
"A-anakmu Gerald terpilih sebagai penerus Tuan Shadow, terpilih sebagai anak pewaris kegelapan", jawab Nyx tanpa mengalihkan pandangannya dari ayah.
Sebilah es tajam segera terbentuk dari tangan ayah.Begitupula dengan Nyx yang mengeluarkan sebilah energi kegelapan.
"Sayang! Gerald! apa kalian berdua di dalam?", sahut seseorang dari luar ruang kerja ayah.
Ayah tidak bergeming sedikitpun.Wajahnya kini sudah sulit untuk dikenali.Sesuatu yang menyerupai tanduk muncul dari kepala sebelah kirinya.
"Makhluk kegelapan sialan...", bisik ayah menatap Nyx.
"Kenapa? Kenapa kalian tidak pernah bisa membuatku tenang bersama keluargaku?" tanya ayah.
Sementara itu ibu masih berteriak di depan pintu ruangan kerja ayah.Hanya menunggu waktu saja sebelum ibu membuka paksa pintu ruangan tersebut.
"Kalian makhluk kegelapan adalah sampah dunia yang harus dibersihkan", ujar ayah.
Aku tidak bisa melakukan apapun pada ayah.Kini setengah badannya sudah mulai membeku.Membuatnya terlihat seperti makhluk yang tidak bisa ku kenali.
"Matilah dengan tenang", sahut ayah pada Nyx.
Ia melompat dari kursinya menerjang ke arah Nyx dengan tangannya yang memegang sebilah es tajam.Tepat saat itu, ibu dan Claude masuk ke dalam kamar ayah secara paksa.
Secara tiba-tiba tubuhku bergerak sendiri.Tanpa pikir panjang aku melompat ke arah Nyx.Kedua tanganku mengarah kepada ayah yang tetap menerjang dengan sebilah es tajamnya.Akal sehat kami berdua sudah sama sekali tidak berfungsi.
Aku menutup kedua mataku.Pasrah dengan apa yang terjadi.Jeritan ibu, teriakan ayah, dan juga jeritan Claude terdengar samar-samar.
Aku menjadikan diriku sebagai tameng hidup bagi Nyx, pasrah apabila ayah menusukku dengan es tajamnya.
...****************...
__ADS_1
"Gerald!" jerit ibu.
Ah, aku pasti sudah mati.Tentu saja tidak akan ada yang bisa menghindari serangan cepat ayah.
Perlahan aku membuka kedua mataku.Dan saat itulah hal yang mengejutkan terjadi.
Dari kedua tanganku, keluar sebuah energi hitam yang membuat es tajam ayah berubah menjadi serbuk-serbuk kecil.Itulah sihir kegelapan.
Ayah terdiam melihatku yang menggunakan sihir kegelapan.Wajahnya terlihat seperti putus asa dan tidak percaya pada apa yang ia lihat.Begitu pula dengan ibu dan Claude.
Nyx hanya diam menatap ayah dan ibu.Ayah tertunduk lesu.Perlahan es di seluruh tubuhnya mulai menguap.
"Tuan Adelio, anda salah besar bila menganggap Gerald sebagai anak terkutuk", ujar Nyx.
Ayah hanya terdiam.Perlahan air matanya menetes, membasahi lantai ruang kerjanya.Ibu tidak bergeming dari tempatnya.Kedua tangannya terlihat mengepal.
"Apa maksudmu?" jawab ayah.
"Silahkan pikirkan Tuan Adelio, sudah ribuan tahun semenjak perang besar tidak ada manusia yang bisa menggunakan kekuatan kegelapan.Dan kali ini, setelah ribuan tahun, kami menemukan seorang anak yang mampu menampung kekuatan kegelapan yang mematikan", lanjut Nyx.
Aku terkejut.Tidak pernah kusangka bahwa ibu juga bisa melihat wujud Nyx.
"Kegelapan adalah musuh umat manusia! Semuanya seperti Orc, goblin, wyvern mereka adalah pembunuh umat manusia!", jerit ibu yang semakin histeris.
"Sebaiknya kau melihat dari sisi yang lain nona, yang kau sebut hanyalah para petarung.Kami tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah.Sangat berbeda dengan kalian", balas Nyx.
"Beritahu tuanmu, bahwa kami tidak akan memberikan Gerald pada kalian, kami tidak akan membiarkannya menjadi makhluk seperti kalian", ucap ayah.
Nyx tersenyum.Tatapannya terlihat meremehkan apa yang ayah ucapkan.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan? Memberikan Gerald kepada para Sentinel? Membiarkannya mati di tiang gantungan?", balas Nyx.
Ayah dan ibu sama sekali tidak memikirkan hal itu.Sudah menjadi peraturan bagi seluruh rakyat Kerajaan Heragon, bila kau ada keterlibatan dengan para makhluk kegelapan, maka saat itulah tiang gantungan menunggu.
"Kau ada benarnya", jawab ayah tertunduk lesu.
__ADS_1
Aku hanya bisa terdiam.Dengan ini pilihan ayah dan ibu hanya dua.Entah itu membunuhku atau menyembunyikan kekuatanku.
"Pe-permisi tuan, kau menerima surat dari Letnan Xander", sela Claude.
Ayah menatap Claude dengan tajam.Tubuh Claude sedikit gemetar.Tatapan ayah memang sangat menyeramkan.Rasa dingin selalu ada di dalam tatapan itu.
Ayah berdiri dan mendekati Claude yang berada didepan pintu.Sebuah surat berpita merah itu diserahkan kepada ayah.Sementara itu aku masih terdiam bersama Nyx.
"Gerald, apa yang akan kau lakukan dengan kekuatanmu?" tanya ibu yang mulai berani mendekatiku.
Mulutku terasa terkunci.Semua yang akan aku katakan terasa tertahan di tenggorokanku.Meskipun begitu, ibu sama sekali tidak terlihat membenciku.
"Ibu tanya sekali lagi nak, apa yang akan kau lakukan dengan kekuatanmu?" tanya ibu sekali lagi.
"A-aku hanya ingin melindungi semua orang", jawabku spontan.
Ibu terdiam mendengarnya.Ah bodohnya aku, alasan itu sudah terlalu lazim.Ibu pasti tidak akan puas dengan jawabanku.
Kulirik perlahan wajah ibu.Sebelumnya aku mengira ibu akan marah besar padaku.Tentu saja orang akan marah apabila melihat kekuatanku.Kegelapan pada dasarnya adalah musuh umat manusia.
Tetapi diluar dugaan ku, ibu hanya menangis dan tersenyum padaku.Ia memelukku dengan erat.
"Gunakanlah kekuatanmu dengan sebaik-baiknya nak, gunakan kekuatanmu untuk keadilan dan kedamaian", ujar ibu.
Aku melihat ayah yang berada di belakang ibu.Wajahnya kini terlihat lebih hangat.Ia tersenyum lebar padaku.
"Ayah percaya padamu nak, kau pasti bisa menggunakan kekuatanmu dengan baik", ujar ayah mendekatiku dan ibu.Ia memeluk kami berdua dengan hangat.
Sementara itu Nyx tersenyum melihat kami.Ia pergi menembus jendela ruang kerja ayah, memberi kami waktu untuk bersama.Begitu pula dengan Claude yang diam-diam telah pergi meninggalkan ruangan.
"Kami percaya padamu nak, ini adalah kehidupanmu.Kami tidak bisa mengatur kehidupan apa yang ingin kau jalani.Tetapi kami harap kau tidak menggunakan kekuatanmu untuk kejahatan, gunakanlah untuk memberikan rasa keadilan dan kedamaian", ujar ayah.
Pada hari itu aku kembali menangis dengan kencang.Kembali menangis seperti bayi.Dan pada saat itu kekuatan sihir ku bangkit.Sihir kegelapan yang dibenci oleh umat manusia.
Bersambung...
__ADS_1