Anak Pewaris Kegelapan

Anak Pewaris Kegelapan
9 Roh Agung


__ADS_3

"Danny... Danny... "


"Danny jangan kesana..."


Sayup-sayup aku mendengar suara orang berteriak memanggil namaku.Entah siapa yang berteriak tapi itu cukup mengganggu.Seingatku aku mendorong seorang bocah hingga terpental dan akhirnya semuanya gelap.Aku tidak tahu dimana aku berada, semuanya gelap, tidak ada apa-apa sama sekali.Hanya aku, sendirian.


"Waktunya bagimu untuk bangun anak muda", suara seorang pria yang tidak ku ketahui asal usulnya.


"Apakah perlu ku beri sedikit kejutan agar dia bangun?", ucap seorang perempuan


Kejutan apa yang dia maksud? apakah itu seperti kejutan ulang tahun atau perayaan kematian?


" Baiklah kalau begitu 3...2...1 kejutan!"


Mendadak badanku bergemetar kaget.Begitu juga jantungku, kejutan yang perempuan itu maksud ternyata adalah sebuah sengatan listrik.Aku membuka kedua kelopak mataku dan mengernyit kesilauan.Apakah ini di rumah sakit? atau kamar mayat?


"Haloo anak muda", terdengar suara seorang pria dari sebelahku.


Aku mengarahkan kepalaku ke sebelah kanan dari tempatku berbaring.Terlihat sosok seorang pemuda menggunakan pakaian putih kuning yang sepertinya terbuat dari sutra.Selain itu wajahnya juga cukup tampan dengan tangannya yang memegang gelas wine.


"Dimana aku sekarang? di rumah sakit? kamar mayat?", tanyaku kepadanya sambil mengusap lenganku yang disetrum tadi


" Oh tentu tidak wahai anak muda, kau bukanlah berada di rumah sakit apalagi kamar mayat, jangan samakan tempat suci ini dengan tempat seperti itu", jawabnya sambil meneguk wine


"Lalu dimana aku sekarang? Jangan membuatku menunggu..." ,tanyaku yang sudah semakin penasaran.


"Tenang dulu wahai anak muda, tidak perlu menggunakan emosi disini, biar ku perkenalkan kepadamu dimana kita berada", ujar pria itu sambil berjalan ke arah suatu pintu besar berlapis emas


Aku melihat ke sekelilingku, tempat ini sangat besar seperti aula,tetapi cukup sepi karena satu-satunya benda yang ada adalah pahatan batu panjang yang aku tiduri saat ini.Seketika aku kaget karena menyadari sesuatu.


"Kau tidak ikut anak muda?" ucap seorang perempuan yang ada di sebelah pria tersebut.Perempuan itu terlihat sangat cantik dengan gaunnya yang berwarna putih.Ditambah rambutnya yang tergerai panjang berwarna putih terang.


"Kalian berdua serius?" tanyaku pada 2 orang yang sedang menungguku di depan pintu.


"Serius apa?" tanya pria itu.

__ADS_1


"Kalian serius ingin membuatku berjalan sambil tidak menggunakan sehelai benang pun hah?! " bentakku pada mereka.Itulah yang membuatku kaget, karena aku terbangun tanpa sehelai benang pun ditambah disini ada perempuan.


"Oh ya aku lupa,ini pakaian untukmu", ujar pria tersebut sambil melemparkan sebuah baju untukku yang entah dia dapat darimana.


Aku menangkap baju itu dan langsung segera memakainya.Mukaku panas karena terlalu malu, aku tidak pernah mengalami hal se memalukan ini seumur hidupku sehingga menyebabkan mukaku terlihat sangat merah


Ku alihkan pandanganku pada perempuan itu.Diluar dugaan dia tetap memperhatikanku sambil terkikik geli.Mukaku bertambah panas ketika melihat mukanya yang tertawa kecil itu.


"Mau sampai kapan kau di sana? ayo cepat ikuti kami", kata pria itu menegurku yang hanya diam di tempat.


" Baiklah", jawabku sambil mengikutinya dari belakang.


Selama berjalan,kami melewati lorong panjang yang tertuju kepada pintu yang lebih besar lagi.Kulihat kiri dan kanan banyak sekali lapisan emas di tiangnya yang ku yakini itu adalah emas asli.


Akhirnya kami sampai di depan pintu besar tersebut.Tidak kusangka pintu ini tingginya hampir setinggi rumah 3 lantai.Terlihat sangat berat tetapi juga terlihat indah karena dilapisi oleh banyak emas dan ukiran unik.


Pria itu membaca sesuatu yang tidak ku mengerti dan akhirnya mendorong pintu itu terbuka lebar.Kami melangkahkan kaki kami masuk ke dalam ruangan itu.Betapa indahnya tempat ini, ruangan ini lebih besar daripada ruangan sebelumnya.Total ada sekitar 10 tiang besar di kiri dan kanan yang menopang bangunan ini agar berdiri.


Di depan sana juga terdapat sepuluh kursi yang beberapa telah ditempati oleh beberapa orang.Di bagian kanannya terdapat kolam air mancur yang terlihat sangat indah,dengan ikan-ikan yang berenang disana.


"Danny Valera, itu namamu? " ucap seseorang dengan nada berat.


Aku hanya bisa mengangguk karena ini adalah hal yang cukup menakutkan.Dikelilingi oleh 9 orang itu sangatlah membuatku resah.


"Kabarnya kau mati" lanjutnya.


"He? Aku mati? jadi ini semua bukanlah dunia asli?"


"Tentu saja ini dunia asli dasar bodoh, hanya saja tidak semua orang mengalami ini", sahut seorang pria dengan pakaian merah lengkap dengan topi kepala serigala


" Lalu dimana aku sekarang?" tanyaku yang sudah sangat kebingungan.


"Kau berada di kuil suci, tempat dimana para roh agung penguasa suatu dunia tinggal, jadi tunjukkan rasa hormatmu pada kami", jawab seseorang yang terlihat paling berkuasa disini.


"Lalu untuk apa aku dipanggil kemari?"

__ADS_1


Aku sudah sangat penasaran mengapa aku tidak mati dengan tenang.Kenapa aku harus bertemu dengan 9 orang yang terlihat sombong ini? dan apa? mereka menyebut diri mereka roh agung dunia yang sama sekali tidak kupahami.


"Kenapa harus manusia sepertinya?" bisik seseorang


"Ya kenapa harus dirinya? aku sama sekali tidak merasakan potensi darinya", tambah yang lain.


Aku hanya diam.Aku harus tetap ingat pesan kakek saat aku masih belajar bermain pedang dengannya.


"Jangan mudah terpancing oleh perkataan orang lain, tetap lihat ke depan, dan fokus tantangan yang ada".


"Jadi apa mau kalian?" ,tanyaku sambil mengepalkan tangan.


"Hahhh kami tidak merasakan sama sekali potensi darimu, dan yang kedua kau terlihat menyebalkan", ujar seorang perempuan disana.


" Ya kau benar,sepertinya sebuah kesalahan memanggilnya kemari", jawab pria yang berada di ruangan sebelumnya.


Ini menyebalkan.Mereka memanggilku kemari tapi hanya untuk direndahkan.Rasanya aku ingin cabut lidah mereka satu persatu.


"Maaf dasar bocah payah tetapi kau tidak bisa kembali ke dunia asalmu", jelas seorang wanita berbaju hijau terang.


"Lalu bagaimana nasibku disini?"


"Kau akan menerima kekuatan dari kami, anggap saja sebagai kompensasi", jelas orang yang kuanggap berkuasa disini.


" Kau akan menerima kekuatan dari para roh agung cahaya,air,tanah,perang,langit,api, kedamaian,petir, dan badai", kata orang yang paling berkuasa.


Kali ini aku benar-benar terkejut.Aku menerima kekuatan besar itu? itu sungguh hal yang tidak bisa dipercaya.


"Pergilah ke duniamu yang baru wahai anak muda! " teriak para roh agung


Mendadak cahaya berkumpul disekitarku dan langsung membawaku pergi dari sana.Sepertinya penilaian ku tentang mereka salah.Mereka tidak sejahat yang kukira.


Sayangnya saat itu aku salah besar.


Dan semuanya kembali gelap.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2