
Hati Annisa berbunga-bunga setelah mendengar suara sang kekasih hati. Mereka berdua hanya bisa saling melepaskan rindu melalui telepon, Annisa sadar diri dengan status Azzam.
Setelah selesai membuat kue, Annisa melanjutkan aktifitas lain salah satunya membaca buku. Ketika Annisa sedang asik membaca buku, Tiba-tiba ponsel Annisa berdering.
"Assalamu'alaikum. Nis, cepetan lu rapi ya. Gue jemput lu 30 menit lagi" Ujar Fifi
"Wa'alaykumussalam. Eh bentar, mau kemana emangnya?"
"Duh Nis, gausah banyak tanya dong. Gue seneng banget ini. Udah lu rapi aja, kita berdua diundang tandanya lu wajib dateng. Gausah banyak tanya, sekarang rapi ya. Bye"
"Fi, Fi, bentar.. Yaah dimatiin" Annisa pun kesal karna sambungan pada telponnya terputus.
'Fifi kebiasaan deh, apa-apa tuh dijelasin dulu kek. Ini tiba-tiba disuruh rapi, mana cuma dikasih waktu sebentar banget lagi' Batin Annisa sambil menuju kamar mandi untuk segera bebersih.
30 menit kemudian Fifi benar sudah sampai di rumah Annisa. Annisa sudah menunggu di teras rumahnya.
"Ayo cepet masuk, nanti telat" Kata Fifi
"Ih pemaksaan banget deh. Jelasin dulu ah"
"Duh tuan putri, sambil jalan aja ya gue jelasinnya. Takut telat gue"
Annisa pun setuju, ia segera masuk mobil milik Fifi.
"Jadi Nis, tadi gue di telpon sama Ka Raihan. Dia ngadain syukuran gitu. Gue juga bingung sih kenapa gue diundang ya tapi ah yaudah lah yang penting kan ka Raihan yang ngundang. Nah, dia nyuruh gue ngajak lu. Gitu tuan putri" Jelas Fifi
"Mungkin dia naksir sama lu Fi, makanya dia ngundang lu"
"Ah Nis, bikin gue baper aja tapi gapapa sih. Gabakal gue tolak juga ka Raihan mah. Gue langsung minta kawin klo dia bener-bener naksir sama gue"
Mereka pun tertawa membayangkan Fifi bersanding sama Raihan cowok maskulin dan sholeh di kampus.
Akhirnya mereka berhenti di sebuah rumah mewah. Annisa dan Fifi sampai berkali-kali memastikan kalau ini alamat yang benar.
"Bener Fi ini alamatnya?Gede banget rumahnya, kalau sampe salah malu ini"
__ADS_1
"Menurut maps sih bener, Nis. Ini alamat yang ka Raihan share ke gue"
Annisa dan Fifi pun masuk kerumah mewah tersebut. Ketika memasuki perkarangan rumah tersebut sudah ramai.
"Eh itu kan si Shella" Ujar Fifi kepada Annisa
"Ohiya bener, Fi"
Annisa dan Fifi menghampiri Shella.
"Shell, diundang juga sama ka Raihan?" Tanya Fifi
"Iyalah, kan gue sepupuan sama dia. Klo ga ngundang kebangetan. Eh lu diundang juga berdua?Tumben Raihan ngundang Junior, biasanya dia tuh anti banget karena menurut dia junior tuh pada ngeselin. Berarti kalian udah dianggap temen deket sama Raihan nih" Jelas Shella
"Iya gue ditelpon sama Ka Raihan, disuruh dateng ke acara syukurannya" Jawab Fifi
"Yaudah gue ke Ka Raihan dulu ya, mau kasih ini" Sambung Fifi sambil menunjukkan bawaannya
"Ohiya iya silakan Fi"
"Assalamu'alaikum. Ka" Ucap Fifi
"Wa'alaykumussalam. Alhamdulillah kalian bisa dateng"
"Iya ka, ini kak. Maaf ya seadanya karna mepet banget waktunya buat nyari yang aneh-aneh" Ujar Fifi sambil menyodorkan hadiah kepada Raihan
"MasyaAllah.. Makasih banyak ya kalian pake repot-repot. Udah dateng aja, aku udah seneng kok. Ini aku Terima ya"
Fifi pun mengangguk.
"Kak, maaf ya. Saya ga bawa hadiahnya karna dikasih waktu sama Fifi cuma 30 menit dan ga dikasih tau mau kemana jadi ya cuma bawa diri aja" Ujar Annisa
Raihan pun tertawa lebar mendengar penuturan Annisa sedangkan Fifi mencoba menahan Annisa untuk ga bicara terlalu jujur.
"Iya gapapa Nis, yang saya butuh adalah doa kalian. Do'a kamu terutama"
__ADS_1
Deg. Annisa jadi inget Azzam, mereka mirip sekali kesederhanaan nya. Melihat sifat Raihan memang sedikit mirip dengan Azzam ku. Mereka sama-sama sholeh, banyak digandrungi oleh wanita namun Azzam lah yang merajai hati Annisa.
Fifi pun memandang Raihan dengan aneh karena kata-kata yang Raihan ungkapan seperti ada makna lain.
"Kalian nikmati dulu hidangan yang ada, acaranya belum mulai kok" Sambung Raihan
"Iya ka, kita kesana dulu ya" Kata Fifi
Annisa pun mengekor kemana Fifi pergi karna sebetulnya Annisa tidak terlalu kenal dengan orang-orang yang dateng ke acara Raihan beda dengan Fifi. Semua senior yang hadir disini hampir Fifi kenal semua.
Tak lama ada orang yang cek sound pertanda kalau acara segera dimulai. Semua orang mulai duduk ditempat masing-masing. Di acara Raihan semua orang duduk jadi Annisa tidak perlu keluar ruangan hanya untuk duduk.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..." Ucap Sang Ustadz
Ustadz pun membuka acara dengan do'a dan pemberitahuan mengenai inti dari acara syukuran ini. Acara syukuran ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur Raihan beserta keluarga atas nikmat Allah yang sudah dilimpahkan kepada Raihan dan keluarga. Salah satu nikmatnya adalah Raihan diterima kerja disalah satu perusahaan terbaik yang ada di Negeri kangguru. Acara ini pun diadakan sebagai bentuk salam perpisahan karena dalam waktu dekat Raihan akan segera meninggalkan tanah air tercinta.
Teman-teman Raihan terlihat sedih karena harus kehilangan teman sebaik Raihan karna memang Raihan terkenal sangat perduli dengan teman-temannya bagaimana pun kondisi serta latar belakangnya namun mereka bahagia karena Raihan akan mengejar masa depan yang sudah pasti cerah.
Annisa yang melihat itu terharu karena banyak sekali yang sayang kepada Raihan. Annisa pun berandai-andai kembali jikalau saja Raihan datang lebih awal mungkin Annisa sudah dipastikan jatuh cinta padanya.
Ditengah-tengah rasa harunya, ponsel Annisa berdering. Azzam yang telpon. Annisa pun mengalihkan panggilan tersebut dengan pesan.
'Mas maaf, aku lagi diacara syukuran sepupu kamu Raihan. Nanti selepas sholat dzuhur aku telpon balik ya' Begitu pesan yang Annisa ketik untuk Azzam
'Oke sayang. Jaga hati kamu ya. Raihan itu sepertinya ada rasa sama kamu'
'Cinta aku cukup buat kamu Mas'
'Makin bersyukur, karena Allah beri aku rasa jatuh cinta pada gadis yang tepat'
'Mas gombal terus, nanti Allah cemburu loh'
'Allah yang memberi rasa ini, tak mungkin Allah cemburu. Rawat rasa ini sampai nanti aku miliki kamu seutuhnya. Miss you'
Annisa selalu dibuat jatuh cinta dengan Azzam. Azzam selalu mengingatkan dirinya pada Allah. Azzam pula yang selalu membuat hati ini berbunga-bunga. Dulu hati ini tandus namun kini sudah banyak bunga bermekaran.
__ADS_1
Raihan melihat Annisa dari kejauhan, Annisa sedang sibuk dengan ponselnya.