Annisa Dan Azzam

Annisa Dan Azzam
Tamu Pesantren


__ADS_3

Semenjak kepindahan Annisa ke pesantren, Ummi dan Abah jadi ada temannya terutama dengan cucunya. Sampai detik ini pula Azzam belum tau, entah dia sibuk atau bagaimana.


Annisa akhirnya memutuskan untuk membantu mengajar para santri, Annisa pun dengan senang hati menjalankan tugasnya. Dia melakukan ini karena untuk mengalihkan pikiran nya yang selalu terpaut pada Azzam.


Siang ini pesantren akan kedatangan tamu, Orang-orang bilang tamunya ini merupakan orang spesial sehingga semua santri pun sibuk menyiapkan acara penyambutan. Annisa membantu para santri diselingi dengan mengasuh Hafiz. Hafiz pun begitu bahagia tinggal disini karena banyak santri yang mengajak nya main walaupun hanya bermain bola.


Annisa seperti biasa ketika waktu mengajar nya usai, dia akan fokus pada Hafiz. Annisa tak mau dia juga kehilangan sosok Bundanya karena sibuk mengajar. Annisa menyiapkan makan Hafiz dilanjut menemaninya tidur siang karena Hafiz masih proses tumbuh kembang jadi butuh istirahat yang cukup.


Sore harinya Annisa lanjut membantu para santri menyiapkan hidangan untuk nanti malam. Semua santri begitu semangat sampai ada yang menyiapkan pakaian terbaik nya untuk dipakai penyambutan nanti. Annisa penasaran siapa tamu tersebut sehingga membuat geger penduduk pesantren namun Annisa tak ambil pusing.


Setelah selesai membantu, Annisa kembali mengurus Hafiz. Ketika sedang santai dikamar, ponsel Annisa berdering.


"Assalamu'alaikum. Esok hari aku akan pergi umroh, doakan aku semoga selamat sampai tujuan. Aku ingin berdoa memohon petunjuk untuk kelanjutan kita"


Annisa pun membalasnya.


"Aku doakan semoga selamat dan pulang dengan selamat. Aku mohon doa terbaik untuk aku dan Hafiz"


"Kalian berdua selalu ada dalam do'a ku. Mungkin aku yang sudah tak ada dalam doamu ya"


Annisa tak membalas lagi, karena khawatir akan jadi panjang. Annisa tak mau mencari masalah lagi. Setelah nya ponsel dia taruh dan Annisa membawa Hafiz keluar kamar untuk bermain bersama kakeknya.


Annisa pun membantu Ummi menyiapkan hidangan didapur, Annisa melihat semua berpakaian rapi serta cantik-cantik sekali, Annisa sampai kagum.


"Nis, kamu rapi-rapi sana. Nanti tamu yang datang bukan sembarang tamu loh" Kata Kaka Ipar Annisa.


"Iya mbak, selesain ini dulu" Jawab Annisa sekenanya.

__ADS_1


Annisa tak berniat berdandan atau berpakaian berlebih malam ini. Bagi Annisa semua malam akan sama, Sama-sama hampa tanpa Azzam. Setelah selesai menyiapkan semua hidangan, Annisa mencari Hafiz dan mengajaknya untuk tidur karena memang sudah waktunya. Annisa pun tak berniat untuk ikut menyambut tamu, Annisa memilih untuk tetap berada di kamar.


Setelah di kamar, Annisa pun segera mengajak Hafiz untuk bebersih lalu tidur. Tak lama Hafiz dan Annisa pun tertidur. Namun Annisa terbangun karena kaget dia belum melaksanakan sholat isya. Dia pun menengok jam yang ternyata sudah pukul 8 malam. Annisa pun keluar kamar dan menuju mushola pesantren lewat pintu belakang untuk melaksanakan sholat Isya. Annisa sudah terbiasa melaksanakan sholat di mushola sehingga jika dia melaksanakan sholat di dalam kamar seperti ada yang kurang.


Annisa pun mengambil wudhu, Annisa tadi sempat melihat didalam rumah Abah masih sangat ramai. Annisa melihat nya saja sudah pusing apalagi harus bergabung bersama. Ketika Annisa ingin melaksanakan sholat, Tiba-tiba ada lelaki yang menyapanya.


"Sholat berjamaah saja, kebetulan saya ingin sholat" Kata lelaki tersebut.


Annisa pun mengangguk tanpa mengeluarkan satu kata pun.


Akhirnya mereka pun melaksanakan sholat berjamaah, ketika selesai lelaki itu pun pergi sedangkan Annisa melanjutkan sholat sunnah 2 rakaat dilanjutkan sholat taubat. Lelaki tersebut memperhatikan Annisa dari belakang. Dia kagum dengan ketaatan nya kepada Rabbnya.


Lelaki tersebut masuk ke dalam rumah Abah. Annisa setelah selesai melaksanakan segala sholat nya dia melanjutkan dzikir, Annisa kalau sudah beribadah dia akan hanyut kedalamnya. Tak ingin segera usai, inginnya berlama-lama.


Beberapa menit kemudian Annisa pun merapikan mukenahnya dan berjalan kembali menuju belakang rumah Abah. Annisa takut Hafiz akan bangun maka dia pun mempercepat langkahnya.


Keesokan paginya semua santriwati heboh dengan acara semalam, ada yang sampai histeris menceritakan sosok yang sedang ia cerita kan. Annisa hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Annisa ingat hari ini Azzam akan berangkat umroh, dia pun mendoakan setiap waktu agar dilancarkan segala sesuatunya. Itu membuat Annisa rindu, mata Annisa berkaca-kaca jika sedang rindu dengan Azzam.


"Nak, ini anaknya teman-teman Abah. Dia akan menjadi pengajar disini untuk beberapa bulan ini. Abah memilih kelasmu sebagai kelas contoh untuk mereka jadikan acuan untuk mengajar disini"


"Iya Abah silakan"


"Kalau begitu, Abah titipkan mereka kepada kamu hari ini untuk melihat cara mengajar disini"


"Baik Abah"


"Yaudah Abah pamit. Assalamu'alaikum"

__ADS_1


"Wa'alaykumussalam" jawab Annisa dan 2 lelaki tersebut.


Abah pun meninggal kan mereka semua, lalu Annisa mempersilahkan 2 lelaki tersebut masuk. Di dalam kelas langsung berubah suasananya, semua histeris karena yang masuk ke dalam kelasnya ada 2 lelaki.


"Ya ampun, ini kan yang semalam datang" Ujar salah satu santri.


Kini Annisa paham, ternyata mereka lah yang menjadi bahan perbincangan pagi tadi oleh semua santriwati di pesantren. Kemudian Annisa memerintah kan kepada kelasnya untuk tenang karena Annisa akan melanjutkan mengajarnya. Setelah kelas selesai, Annisa pun keluar tanpa menghiraukan 2 lelaki tersebut karena bagi Annisa mereka adalah tamu Abah jadi memang tak ada kepentingan kepada Annisa. namun tiba-tiba..


"Assalamu'alaikum. Mba" Ucap salah satu lelaki tersebut


Annisa pun memberhentikan langkah nya.


"Wa'alaykumussalam. Iya, ada apa ya?"


"Sebelumnya perkenalkan saya Haikal dan sepupu saya Restu"


"Annisa"


"Saya disini akan mengajar Ilmu fiqih mba kalau sepupu saya ekonomi. Mohon bimbingan nya mba"


"Kita sama-sama belajar, saya pun masih belajar. Kalau mau dibimbing, sama Abah yang ilmunya lebih banyak dari saya"


Mereka pun dibuat tak berkutik oleh Annisa. Annisa tak suka berbasa-basi karena menurut nya hanya membuang-buang waktunya karena disana ada Hafiz yang sudah menantinya.


"Sudah kan? Kalau begitu saya duluan ya. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaykumussalam"

__ADS_1


Annisa pun segera menjemput Hafiz yang sedang bermain oleh kakek nya dan seperti biasa Annisa langsung mengurus semua kebutuhan Hafiz setelah mengajar. Annisa menemani nya makan lalu tidur siang.


Annisa mengecek ponselnya, tak ada notif dari Azzam. Dia sangat rindu pada Azzam, Annisa pun memeluk Hafiz erat untuk meredakan rasa rindunya pada Hafiz karena melihat Hafiz seperti melihat Azzam versi kecilnya.


__ADS_2