
Ketika sedang asik berbincang tiba-tiba suara Ummi mengagetkan kita semua.
"Ayo ayo sholat jum'at dulu sana, nanti dilanjut lagi ngobrolnya" Kata Ummi.
Raihan langsung bangkit dari duduknya sedangkan Azzam terasa berat sekali meninggalkan Annisa walau hanya untuk shalat jum'at. Azzam mengelus tangan Annisa dengan lembut.
"Sholat dulu Mas, nanti malaikat nyariin. Mana ini Azzam, biasanya selalu dishaff pertama, gitu kata Malaikat Mas"
"Kamu jangan kemana-mana ya"
"Aku akan tetap disini nunggu suami aku"
"Meleleh hati aku denger kamu panggil aku suami"
"Udah ah sana, nanti ga jalan-jalan kalau gombal terus"
Akhirnya Azzam berangkat sholat jum'at bersama yang lain. Annisa segera melaksanakan sholat dzuhur agar ketika Azzam datang dia sudah selesai sholatnya. Setelah selesai sholat, adik Azzam menghampiri Annisa.
"Kak, kakak harus kuat ya. Temani Mas Azzam dalam kondisi apapun. Kan kakak tau, kondisi seperti ini ga akan mudah dijalani. Setelah ini Kakak akan menemukan batu-batu krikil, kakak dan mas Azzam harus saling menguatkan ya" Ucap Adik Mas Azzam.
"Iya do'ain aku ya semoga Allah kuatkan aku dan Mas Azzam. Makasih banyak nasihat dan pengingat nya"
"Kita semua sayang kalian, kita akan selalu ada untuk kalian"
Annisa pun tersenyum dengan ucapan sang adik Mas Azzam. Annisa pun sadar, pernikahan ini tak akan selalu indah terlebih Annisa tau pernikahannya dengan Mas Azzam akan disadari oleh istri pertama Mas Azzam. Entah kapan, tapi itu pasti. Annisa harus siap dengan apa yang akan terjadi, kuatkan iman, mental serta do'a agar Allah yang mampukan Annisa melalui ini.
Tak lama Azzam dan yang lainnya sampai di villa. Semua menyantap makan siang bersama. Annisa dan Azzam pun tak luput makan bersama. Mereka makan saling tatap-tatapan, sesekali saling melempar senyum.
Waktu menunjukkan pukul 16.00, semua keluarga segera bergegas meninggalkan Villa untuk kembali ke rumah masing-masing karena khawatir jika terlalu sore pulang nya nanti sampai rumah akan larut sekali.
Orang tua Annisa berpamitan pulang dengan Annisa dan Azzam. Annisa menangis, baru kali ini akan berpisah dengan orang tua nya dalam jarak dan waktu yang lama. Namun Azzam mengelus pundak Annisa, memberi kekuatan dan memberikan isyarat disini ada Azzam yang akan menjaga nya.
Ketika berpamitan dengan Azzam, orang tua Annisa sempat berpesan pada Azzam.
__ADS_1
"Zam, pesan Ayah. Didiklah Annisa dengan lemah lembut, sejatinya wanita itu adalah kaca. Kalau kamu terlalu keras maka akan pecah dan sebaliknya. Jaga hati Annisa dengan penuh kesabaran. Jika kamu sudah tak kuat mendidik Annisa, kembali kan Annisa baik-baik ke Ayah dan Ibu ya. Annisa cinta pertama kami, sesuai namanya dia adalah permata bagi kami. Sekarang permata itu milik kamu, tolong kamu rawat dan jaga ya" Ucap Ayah.
"Iya ayah. Azzam mohon do'anya semoga bisa menjadi imam yang baik untuk Annisa"
Satu persatu keluarga meninggalkan Villa. Kini hanya tersisa Annisa dan Azzam. Azzam langsung memeluk Annisa dengan erat dan penuh kebahagiaan. Annisa pun begitu.
"Alhamdulillah, Akhirnya ridho Allah telah sampai untuk kita dek" Kata Azzam sambil memeluk Annisa.
"Iya mas Alhamdulillah, aku bahagia sekali"
"Aku tak perlu mengungkapkannya karena sudah terlihat bukan raut wajah Mas"
Azzam melepas pelukannya, dia menatap Annisa dalam. Dan akhirnya Azzam mencium kening Annisa.
'Ya Rabb, jangan kau ambil kebahagiaan ini. Aku ingin terus merasakannya bersama lelakiku serta anak-anak ku kelak'
Annisa menyenderkan kepalanya didada bidang Azzam dan berkata.
Azzam mengangguk pelan sambil mengusap kepala Annisa yang dibalut kerudung.
Azzam pun menggendong Annisa menuju kamar mereka berdua, Azzam mendudukkan Annisa ditepi tempat tidur.
"Ini kamar kita, Sayang. Kelak akan ramaikan oleh anak-anak kita"
Wajah Annisa memerah, Annisa pun menundukkan wajahnya. Namun Azzam mengangkat kembali wajah Annisa.
"Gausah malu sayang, sekarang kan kita sudah suami istri"
Tak lama Azzam mendekat kan wajah nya pada wajah Annisa, dia mengelus pipi Annisa. Dilanjutkan dengan membuka jilbab Annisa untuk melihat kecantikan Annisa tanpa hijabnya didepan suaminya.
"Aku malu Mas" Kata Annisa sambil menahan tangan Azzam agar tak membuka hijabnya.
"Berpahal sayang, aktivitas apapun yang dilakukan oleh suami istri akan mendapatkan pahala"
__ADS_1
Annisa pun manut, karena semua memang sudah halal. Dirinya adalah milik Azzam seutuhnya.
Azzam terkagum-kagum dengan kecantikan Annisa tanpa hijabnya. Azzam berkali-kali memuji kecantikan Annisa. Annisa dibuat melayang dengan pujian Azzam.
Tak lama Azzam mencium bibir Annisa dengan lembut, Azzam begitu lemah lembut memperlakukan Annisa. Annisa merasa tersanjung dengan semua perlakuan Azzam.
Yang awalnya Annisa hanya menerima ciuman Azzam, kini Annisa membalas ciuman Azzam. Mereka hanyut dalam ciuman satu sama lain. Annisa mengusap bibirnya, dia merasakan kelembutan bibir Azzam.
"Kita mandi dulu ya sayang" Kata Azzam.
"Yaudah Mas duluan silakan"
"Kenapa ga bareng aja, kan udah halal"
"Mas, aku malu"
"Yaudah aku duluan ya"
Azzam tak pernah memaksakan kehendaknya kepada Annisa karena rasa cinta nya kepada Annisa begitu besar.
Annisa menyiapkan pakaian Azzam untuk digunakan setelah mandi, Annisa masih ragu-ragu melakukannya. Annisa keringat dingin, karena ini kali pertama dia menyiapkan pakaian lelaki. Tak lama Azzam keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya, Annisa yang melihat pemandangan itu segera memalingkan wajahnya.
"Mas, ini pakaian mu sudah aku siapin. Aku mandi dulu ya" Kata Annisa.
"Makasih ya sayang"
Annisa pun masuk kamar mandi untuk bebersih. Annisa sengaja sudah membawa baju ganti ke dalam kamar mandi agar tak perlu malu memakai baju nya didepan Azzam.
Azzam sudah duduk di sajadah miliknya, sudah terbentang 2 sajadah dikamar ini. Satu milik Azzam, satu lagi milik Annisa. Annisa segera menggunakan mukena. Mereka melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu lalu dilanjut sholat sunnah 2 rakaat.
Usai sholat Azzam, membalikkan wajahnya dan mencium kening Annisa serta membacakan do'a tepat diubun-ubun Annisa. setelah nya Azzam membantu Annisa merapikan mukena, lalu Azzam menggendong Annisa menuju tempat tidur. Azzam meletakkan Annisa dengan hati-hati, Azzam mencium bibir Annisa dengan dalam lalu membuka satu persatu kancing baju Annisa. Annisa menikmati itu semua.
Mereka pun larut dalam madu pernikahan. Malam ini terasa panjang sekali bagi mereka berdua. Dua insan yang sedang memadu kasih. Mereka menumpahkan segala rasa malam ini. Azzam berkali-kali pula memuji serta berterimakasih kepada Annisa. Annisa dibuat melayang oleh Azzam.
__ADS_1