Annisa Dan Azzam

Annisa Dan Azzam
Annisa Hamil


__ADS_3

"Assalamu'alaikum. Kenalin teh, nama saya Aish. Aish baru lulus SMP. Aish mau kerja apa aja deh teh, asal bisa bantu Ibu untuk biayain adik-adik dirumah"


Annisa pun kagum dengan Aish. Annisa merasa kasihan pada Aish juga seharusnya diusianya dia menikmati masa-masa mudanya untuk menimba ilmu.


"Masuk dulu Ibu dan Aish, kita ngobrol didalam aja. Kebetulan lagi ada suami saya, nanti biar beliau yang memutuskan ya"


Annisa pun masuk kedalam halaman rumah diikuti oleh Ibu Minah serta Aish. Annisa mempersilahkan mereka duduk dahulu selagi Annisa memanggil Azzam. Annisa menghampiri Azzam yang sedang membaca diruang tengah.


"Mas, diluar ada warga sekitar yang sedang cari kerja. Namanya Ibu Minah, sama anaknya namanya Aish. Aish baru lulus SMP tapi dia mau kerja untuk memenuhi kebutuhan Ibu dan adik-adik nya dirumah. Anaknya sopan, gimana kalau dia kerja disini untuk bantu-bantu sambil nemenin aku kalau kamu pergi?"


"Mereka dimana?"


"Di luar Mas"


"Yaudah, aku mau coba ngobrol biar sedikit tau tentang mereka"


Akhirnya mereka pun keluar bersama menemui Ibu Aminah dan Aish.


"Assalamu'alaikum. Pak, kenalin nama saya Ibu Minah dan ini anak saya Aish namanya"


Azzam pun mengatupkan tangannya sebagai tanda salam ke mereka berdua.


"Iya saya sudah dengar dari istri saya. Nak, Aish. Emang gamau lanjut sekolah? kenapa harus kerja"


Aish bingung menjawabnya, dia melihat ke arah sang ibu. Aish terlihat begitu sayang kepada ibunya.


"Mau Pak, tapi kasian Ibu kalau harus cari uang sendiri dan saya ga tega kalau harus ngeliat adik-adik saya kelaparan. Kami sering menahan lapar Pak, jadi saya memilih kerja. Untuk sekolah, nanti insyaallah kalau udah ada biaya akan saya lanjutkan"


Azzam melihat ke arah Annisa.


"Gini aja, Aish tetap lanjut sekolah aja ya. Gimana?"


"Saya mau kerja aja Pak, Saya gamau Ibu dan adik-adik saya selalu menahan rasa lapar"


"Nanti saya biayain untuk sekolah Nak Aish. Untuk masalah kerja, Nak Aish boleh bantu-bantu istri saya selepas nak Aish sekolah. Gimana?"


Aish dan ibunya terlihat bingung. Ibu Minah lalu mengangguk kan kepala kepada Aish.

__ADS_1


"Ya Allah Pak Alhamdulillah, kenapa bapak dan ibu Baik banget. Gini aja selagi nanti Aish sekolah, biar saya dulu yang menggantikan Aish. Nanti setelah aish pulang sekolah baru Aish yang lanjut mengerjakan kerjaan rumah. Gimana Pak? Saya berhutang budi sama bapak dan ibu. Padahal ibu dan bapak baru kenal sama saya dan Aish"


"Boleh, nanti atur aja baiknya gimana tapi jangan sampai mengganggu sekolah Nak Aish"


Azzam menggenggam tangan Annisa. Annisa pun tersenyum dan tersentuh dengan kebaikan Azzam.


Azzam pun menjelaskan kepada Ibu Minah dan Aish, prosedur selama bekerja di Villa mereka.


"Ibu dan Nak Aish. Selama bekerja disini, saya mohon jangan tinggalkan sholat sebanyak apapun pekerjaannya. Untuk masalah sekolah, Nak Aish tolong saya minta nomor telepon kepala sekolah/guru tempat aish sekolah nanti biar saya yang menghubungi mereka"


"Iya Pak, terimakasih banyak sekali lagi. Saya sama Ibu cuma bisa mendoakan. Semoga Ibu dan bapak Allah lindungi dan limpahkan rezekinya"


"Aamiin" Jawab Annisa dan Azzam.


Mereka pun meninggalkan Villa Azzam. Annisa dan Azzam masuk kedalam villa.


"Mas, semoga Allah balas ya kebaikan Mas"


"Aamiin. Biar kamu juga ga kesepian, nanti santri di tempat Abah juga aku mau suruh ke sini beberapa orang tapi setelah saung jadi"


"Yang terpenting kamu nyaman dek, Aku mau ketika disamping Mas kamu merasa nyaman"


Beberapa hari bersama mereka habiskan dengan bermanja satu sama lain namun terasa begitu cepat karena Azzam harus balik kepada anak-anak dan pekerjaannya.


"Mas, Ibu dan Ayah kabarin aku katanya mereka akan pergi ke luar kota kerumah sanak saudara untuk beberapa hari jadi baiknya ditunda saja aku ikut sama kamu ke rumah Abah"


"Baiklah, tapi kamu gapapa aku tinggal sendiri lagi?"


"Kan ada Aish dan Ibu Minah, Mas. Jadi aku ga kesepian banget"


Ibu Minah dan Aish sudah mulai bekerja dirumah Annisa beberapa hari, mereka bergilir jadi sesuai perkataan Ibu Minah. Ketika Aish sekolah maka yang menemani Annisa dirumah adalah Ibu Minah namun ketika Aish sudah pulang sekolah maka Aish yang menemani Annisa.


"Aku lebih tenang meninggalkan kamu kalau begini. Jadi bisa lebih semangat"


Azzam pun berpamitan. Seperti biasa, Annisa mengantarkan Azzam sampai depan gerbang Villa.


Hari demi hari berganti, tak terasa pernikahan Annisa dan Azzam memasuki bulan pertama Annisa begitu menikmati hari-hari madunya.

__ADS_1


Pagi hari Annisa punya aktivitas baru yaitu bertanam di kebun belakang. Annisa senang sekali akhirnya lahan tersebut bermanfaat. Annisa benar-benar menjaga kebun mininya itu dengan rajin menyiram serta tak lupa mengajak ngobrol tanama-tanaman tersebut karena mereka juga termasuk makhluk ciptaan Allah.


Pagi ini Annisa merasa tak enak badan. Lemas dan mual rasanya. Annisa ingin memberi tahu Azzam namun khawatir Azzam cemas jadi sebisa mungkin Annisa mengatasi sakitnya ini sendiri. Annisa akhirnya ke dapur untuk sarapan. Di dapur sudah tersedia beberapa lauk buatan bu Minah.


"Bu, makan bareng saya yuk" Ajak Annisa pada bu Minah.


"Maaf Bu, saya sudah sarapan dirumah"


"Pokoknya kalo Bu Minah ngerasa laper lagi harus makan ya. Gausah sungkan sama saya"


"Iya Bu, Terimakasih banyak"


Annisa pun menyendok nasi beserta lauk ke piringnya namun ketika ingin menyuap tiba-tiba Annisa merasakan mual hebat yang akhirnya membuat Annisa segera berlari ke arah wastafel. Bu Minah yang melihat segera menghampiri Annisa dan memijat tengkuk leher Annisa.


"Bu, Ibu kenapa? Lagi sakit?" Tanya Bu Minah.


"Gatau nih Bu, hari ini ngerasa gaenak badan sama mual banget. Mungkin masuk Angin kali ya Bu"


"Saya buatkan teh hangat ya Bu, biar rasa mual nya hilang"


Annisa mengangguk.


Bu Minah kembali dengan teh hangat nya. Annisa pun duduk di kursi makan.


"Makasih ya Bu"


"Sama-sama Bu. Bu, kayanya Ibu bukan masuk angin deh kalo saya lihat. Ibu seperti orang hamil"


Annisa terdiam mendengar perkataan Bu Minah. Annisa mengingat-ingat kembali jadwal tanggal haidnya.


"Coba deh Ibu test dulu, saya sih yakin Ibu hamil"


"Boleh deh, nanti saya minta tolong dibeli kan ya bu Minah"


"Baik bu, nanti selepas Aish pulang saya langsung belikan"


Annisa akhirnya hanya memakan sehelai roti gandum karena lauk yang ada di hadapannya menimbulkan efek mual menurut Annisa. Setelah selesai, Annisa kembali ke kamar untuk istirahat karena tak kuat beraktifitas banyak.

__ADS_1


__ADS_2