
Annisa pun mencoba melihat sekeliling nya apakah ada yang sedang mencari dompet namun nihil. Akhirnya Annisa menghubungi Fifi untuk memeriksa dompet yang Annisa temui.
"Kita umumin aja ya didepan, takutnya yang kehilangan belum sadar dompetnya jatuh" Kata Fifi
"Ide bagus Fi"
Fifi pun menuju ruang acara dan meminta sang MC untuk mengumumkannya.
Tak lama ada lelaki yang menghampiri Fifi.
"Assalamu'alaykum. Yang jatuh dompet saya sepertinya" Ujar lelaki itu
"Wa'alaykumussalam. Ka Raihan?" Tanya Fifi
"Kamu kenal Saya?Iya saya Raihan. Boleh saya lihat dompetnya?buat memastikan kalau itu bener dompet saya"
"Kita satu kampus ka, Saya Fifi"
"Oalah, Saya Raihan"
"Untuk dompetnya ada diteman saya, itu dia lagi duduk disana. Namanya Annisa. Dia yang nemuin. Kakak cek langsung aja ya sama orangnya"
"Oke, terimakasih ya Fifi"
"Iya sama-sama Ka"
Raihan pun menghampiri Annisa yang sedang melamun.
"Assalamu'alaikum. Benar ini Annisa?" Tanya Raihan pada Annisa
Annisa pun kaget dengan kehadiran Raihan.
"wa'alaykumussalam. Iya benar. Maaf siapa ya?"
"Saya Raihan, saya yang kehilangan dompet itu"
"Tapi sebelum nya saya mau tanya, Kalau benar ini dompet kamu. Coba sebutin nama panjang kamu"
Raihan pun dibuat tersenyum kecil dengan tingkah Annisa.
"Nama saya Muhammad Raihan Putra. Sesuaikan dengan KTP?" ledek Raihan
"Coba sebutkan ada berapa kartu di dalam dompet ini"
Raihan mencoba mmengingat sambil berhitung
"8"
Annisa pun menghitung kartu yang ada didalam dompet tersebut dan ternyata benar jawaban Raihan.
"Maaf ya Saya hanya ingin memastikan bahwa kamu memang benar pemilik dompet ini. Saya takut kalau kamu hanya ngaku-ngaku aja, nanti saya dosa karna saya yang bertanggung jawab atas dompet ini"
"Iya saya paham kok, malah saya bersyukur dompet saya ditemukan oleh orang yang tepat. Terimakasih ya, semoga Allah balas kebaikan kamu"
"Aamiin"
"Kok ga gabung sama yang lain?"
"Mau cari tempat duduk, di dalam capek berdiri"
"Oalah, yaudah saya pamit masuk dulu ya. Sekali lagi terimakasih kasih ya. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaykumussalam"
Pukul 21.00 Annisa baru sampai dirumah. Setelah bebersih dan sholat isya, Annisa pergi tidur karna merasa hari ini sangat melelahkan.
Annisa terbangun dan kaget, karna Annisa pikir sudah pagi namun pas melihat jam ternyata baru jam 2 pagi. Annisa pun memilih untuk melaksanakan sholat tahajjud karna rasa kantuknya hilang.
Setelah melaksanakan sholat Tahajjud, HP Annisa berdering.
'Siapa pagi-pagi begini telpon ya' batin Annisa
"Assalamu'alaikum. Kamu kemana aja dek? Mas khawatir" Begitulah ucap Azzam
"Wa'alaykumussalam. Maaf Mas, aku semalam langsung tidur lupa kasih kabar ke Mas"
"Iya, Mas paham kok. Kamu kok bangun jam segini?"
"Aku abis sholat tahajjud Mas. Mas sendiri kok jam segini bangun?"
"Mas emang terbiasa bangun jam segini sampai subuh nanti, sekalian hari ini Mas mau puasa jadi mau sahur nanti"
"Mau aku temenin ga puasanya?"
"Boleh, nanti Mas kasih hadiah deh"
"Kaya anak kecil aja puasa dikasih hadiah"
"Gapapa dong, biar semangat terus nemenin aku"
"Aku juga mau kasih hadiah deh tp hadiahnya do'a aja ya karna belum bisa kasih sesuatu buat Mas"
"Do'a kamu adalah penguat aku. Aku butuh kamu dan do'a kamu"
Mereka pun terdiam satu sama lain. Annisa merasakan air matanya menetes ketika Azzam memintanya selalu di sisinya. Tanpa sadar Azzam pun merasakan pilu.
"Ya Allah, satukanlah kami jika Engkau ridha. Pertemukan lah kami, karna rasa rindu ini dari Mu. Ampuni dosa kami jika Engkau tak ridha akan kami"
"Aamiin" air mata ku mengalir lebih deras sehingga membuat terisak
"Jangan nangis, sakit hati ini mendengar kamu menangis"
"Aku takut Mas, Allah ga ridha akan jalan kita ini"
"Kita ga boleh su'udzon sama Allah, bantu aku do'a. bawa nama aku terus dalam do'a mu ya dek. Begitupun dengan aku, kamu selalu ada dalam do'a Mas"
"Terimakasih ya Mas"
"Yaudah kamu jangan Nangis ya, sekarang kamu siap-siap sahur. Pagi nanti aku ada kelas setelah itu seperti biasa akan isi seminar jadi setelah ini aku mau baca-baca lagi materi seminar. Do'ain aku terus ya. Aku rindu kamu, Dek"
Annisa tak menjawab karna masih menata hatinya.
"Yaudah, aku pamit dulu ya. Assalamu'alaikum" Sambung Azzam
"wa'alaykumussalam"
Setelah sahur dan sholat shubuh, Annisa berniat untuk tidur lagi namun terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Annisa.
"Nis, ibu mau minta tolong boleh" Kata sang ibu dari luar kamar.
"Mau minta tolong apa bu" Jawab Annisa sambil membuka pintu kamarnya.
"Ibu mau buat kue buat pengajian nanti tapi ada beberapa bahan abis. Kamu mau bantu ibu ke pasar sebentar ga?"
__ADS_1
"Sekarang bu?"
"Iya Nis, soalnya ibu ngajinya jam 8 nanti kan kuenya sekalian dibawa"
"Yaudah Annisa ganti baju dulu ya. Nanti Annisa naik motor Ayah aja ya biar cepet ga pake nunggu angkot"
"Emang kamu bisa?Kan udah lama banget kamu ga ngendarain motor".
"InsyaAllah bisa bu, Annisa pelan-pelan aja nanti"
"Yaudah, ibu siapin catetan sama uangnya dulu ya"
Tak lama Annisa sudah rapi. Dia bersiap mengendarai motor sang Ayah.
Semua titipan sang ibu sudah rampung Annisa beli. Kini Annisa bergegas pulang. Ketika sedang asik mengendarai motor tiba-tiba seekor kunci melintas dan sontak membuat Annisa kaget lalu mencoba menghindari kucing tersebut agar tidak tertabrak.
Gubrakkkk
Annisa terjatuh dari sepeda motornya, barang pesanan sang ibu berceceran di jalan. Annisa pun mencoba bangun untuk menyelamatkan barang bawaannya. Ketika ingin mengangkat motornya tiba-tiba ada suara laki-laki dibelakangnya.
"Sini biar saya bantu" Kata laki-laki tersebut.
"Makasih tapi saya bisa kok. Loh, kamu bukannya.. "
kata Annisa sambil mengingat nama lelaki tersebut.
"Raihan. Kamu Annisa kan?
" Ohiya Raihan. Iya aku Annisa"
"Sini biar saya aja yang dirikan motornya"
"Gausah gapapa kok, ini bisa kan" Kata Annisa sambil mendirikan motornya.
"Kok bisa jatoh Nis?"
"Hindarin kucing, takut ketabrak kucingnya"
"MasyaAllah. Ada yang terluka ga?"
"Hmm luka dikit doang kok. Kamu abis jogging?"
"Engga, Abis anter keluarga ke bandara. Kamu sendiri abis belanja pagi-pagi gini?"
"Iya. Yaudah aku pamit duluan ya, makasih atas bantuannya. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaykumussalam. Hati-hati"
Annisa sampai dirumah dan langsung mencari keberadaan sang ibu.
"Bu, tadi Annisa jatuh dari motor. Tapi alhamdulillah gapapa belanja ibu. Aman" Ujar Annisa
"Astaghfirullah.. Kok bisa sih Nis?Kamu gapapa Nak?" tanya ibu sambil mengecek keadaan tubuh Annisa
"Kayanya kaki Annisa luka deh bu, nanti dikamar Annisa obatin deh"
"Sini biar ibu yang obatin. Kamu tunggu sini"
"Bu, Annisa aja kalo sama ibu takut sakit"
"Udah kamu gausah bawel. Ibu pelan-pelan"
__ADS_1