Annisa Dan Azzam

Annisa Dan Azzam
Dompet


__ADS_3

Setelah sholat mereka kembali ke mobil.


"Besok ada kelas?" Kata Azzam sambil memasangkan seatbelt Annisa.


"Ada" Jawab Annisa canggung


"Mau saya jemput?"


"Gausah Mas. Baiknya kita seperti biasa aja, aku takut mereka yang lihat kita akan salah paham. Terlebih karna status kamu. Aku takut sebenarnya, takut dianggap sebagai orang ketiga dirumah tangga Mas" Jelas Annisa


"Maaf ya. Aku mohon kamu sabar menerima dan nemenin saya. Tapi kamu tau kan, rumah tangga saya udah gabisa diselamatkan sebelum kamu hadir. Untuk perkataan orang, biarlah karna mereka gatau yang sebenarnya terjadi. Sabar ya"


"Iya Mas"


"Sekarang kita pulang ya, khawatir terlalu malem sampe rumah"


Annisa mengangguk tanda setuju.


Ditengah perjalanan tiba-tiba ponsel Azzam berdering. Azzam pun mengangkat panggilan tersebut dan berbincang oleh penelepon. Terdengar Azzam menyebut dirinya Ayah yang berarti sang penelpon adalah anaknya.


"Yang telpon tadi Bilqis. Dia nanya saya sudah dimana, karna anak-anak terbiasa tidur sama saya" Jelas Azzam


"Bilqis usianya berapa Mas?"


"8 Tahun kalau Sabil 11 tahun. Do'ain mereka ya semoga Allah beri mereka hati yang kuat"


"Aamiin Aku yakin, mereka akan kuat seperti Ayahnya"


"Ayahnya tak sekuat yang kamu kira buktinya saya butuh kamu disamping saya"


Annisa tak menjawab lagi. Mereka pun melanjutkan perjalanan dalam diam.


"Udah sampe dek" Kata Azzam


"Iya, Terima kasih ya Mas. Mas hati-hati dijalan, nanti kabarin ya kalau sudah sampai rumah. Assalamu'alaikum"


"Iya, Wa'alaykumussalam"


Annisa pun turun dari mobil dan menunggu mobil Azzam hilang dari pandangannya.


Setelah selesai bebersih, Annisa bercermin.


'Kenapa bisa luluh ya sama Pak Azzam, tapi beliau tuh bener-bener idaman sih. Aku pun gabisa mengontrol perasaan ini. Andai status beliau belum menikah pasti ga akan Kucing-kucingan seperti ini. Eh astagfirullah ga boleh berandai-andai Nis' Batin Annisa


Ponsel Annisa berdering. Azzam yang menelpon.


"Assalamu'alaikum. Saya baru sampe rumah nih. Kamu lagi apa? " tanya Azzam


"Wa'alaykumussalam. Alhamdulillah. Aku mau siap-siap sholat Isya"

__ADS_1


"Yaudah, kamu setelah sholat istirahat ya. Saya titip doa ya, semoga kita dimudahkan dalam menjalani ini"


"Aamiin, InsyaAllah kita bisa lalui bersama kok Mas"


"Makasih ya, Allah ga salah kasih kamu untuk aku dek. Yaudah Mas masuk rumah dulu ya. Assalamu'alaikum".


"Wa'alaykumussalam"


Annisa bergetar ketika Azzam memuji dirinya.


Keesokan paginya.


"Fi, maaf ya waktu itu gue gajadi jenguk lo. Ada yang harus diselesaikan jadi ga keburu waktunya" kata Annisa sambil memelas kepada Fifi.


"Tau, jahat lu. Padahal kan gue pengen banget makan seblak pas sakit kemarin eh lu malah ga dateng"


"Yaudah, sekarang yuk gue traktir seblak gimana?"


"Udah ga pengen, traktir yang lain gimana?" tawa Fifi


"Boleh, yaudah yuk"


Mereka pun menuju kantin. Fifi memesan soto dan es jeruk sedangkan Annisa memesan es jeruk saja.


"Nis, nis liat itu Ka Raihan. Senior ter-sholeh, ganteng ramah lagi. Ya Allah sisain kaya gitu 1 ya Allah biar bener hidup saya" Ujar Fifi


"Aamiin allahumma aamiin. Gue sebagai temen cuma bisa mendoakan yang terbaik"


'Do'ain Mas ya, hari ini ada seminar' begitulah bunyi pesan dari Azzam yang membuat Annisa tersipu malu


'Mas mulai malam tadi masuk dalam list do'a ku. Semoga Allah mudahkan untuk acara hari ini.


'Tambah semangat kalau begini terus. Kamu lagi apa?'


'Lagi makan Mas sama Fifi. Jangan lupa baca do'a sebelum membuka acaranya ya'


'Siap Adek. Yaudah kamu lanjutin makannya. Makan yang banyak ya, aku gamau kamu sakit lagi kaya beberapa waktu lalu'


'Iya insyaallah'


Annisa pun memasukkan kembali ponsel nya, kini ada sepasang mata yang penasaran.


"Tuh, bener kan udah punya gebetan nih anak. Masa tumben ada yang Chat, pake senyum-senyum segala lagi balesnya"


"Apaan sih Fi, kepo deh" ledek Annisa


"Pokoknya gue tunggu cerita lo ya"


"Pengertian banget deh temen gue yang satu ini"

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali ke kelas, masih ada 2 Mata kuliah yang harus dilalui hari ini.


"Guys, setelah selesai kelas kita disuruh kerumah Shella nih. Buat birthday partynya" Ujar salah satu teman Annisa di depan kelas


"Iya dateng semua ya karna kan kita udah mau lulus nih jadi anggap aja kenang-kenangan" Sambung Shella selaku orang yang mengundang


"Nis, nanti bareng gue yuk. Tenang gue bawa mobil kok jadi ga akan deket-deketan" Ucap Farid salah tau teman yang terindikasi memang menaruh hati pada Annisa


"Rid Rid, masih aja lu usaha" Sambung teman pria yang lain


"Makasih atas tawarannya Rid, tapi nanti aku bareng Fifi aja. Iya kan Fi" Kata Annisa


"Iyalah, ga percaya gue kalo sobat gue jalan sama lu Rid" ledek Fifi


"Wah lu Fi, bukannya bantuin" kata Farid


Kelas telah usai, mereka bersiap-siap menuju rumah Shella. Mobil Fifi menumpangi beberapa temannya termasuk Annisa.


Ponsel Annisa berdering tanda pesan masuk.


'Kamu masih dikampus?' Tulis pesan Azzam


'Aku ada undangan acara temen kelas, ini aku lagi dijalan menuju ke rumahnya. Mas, udah selesai seminarnya?'


'Alhamdulillah Mas udah selesai. Makasih ya Dek do'anya tadi luar biasa acaranya'


'Alhamdulillah semua atas izin Allah Mas, aku cuma bantu do'a aja'


'Do'a kamu penyemangat Aku. Nanti Mas jemput, boleh?'


'Aku pulang bareng Fifi, InsyaAllah aman jadi kamu istirahat aja. Kasian juga anak-anak kalau Mas tinggal jemput aku'


'Kenapa sih, Adek selalu punya cara bikin Mas makin jatuh cinta sama kamu. Lagi-lagi aku bersyukur sama Allah yang menghadirkan kamu di hidup Mas'


'Aku juga bersyukur, Allah pertemukan aku sama Mas'


'Yaudah jangan pulang malam-malam ya. I Miss you.


Deg. Pesan terakhir membuat Annisa tak berkutik rasanya ingin berteriak bahagia namun Annisa sadar dia sedang bersama teman-temannya.


Fifi memperhatikan Annisa sedari tadi yang terlihat senyum-senyum saat memegang ponselnya.


"Udah sampe tuan Putri, jangan senyum-senyum sendiri. Ngeri gue" Kata Fifi


"Biarin, Bilang aja iri kan?" Ledek Annisa yang tak mau kalah oleh Fifi


Mereka semua masuk ke dalam rumah Shella, ternyata acaranya cukup meriah. Di dalam sudah banyak sanak saudara dari Shella sendiri ditambah oleh teman-temannya.


Di dalam mereka menikmati hidangan yang tersedia sambil menunggu Shella memasuki ruangan karna sepertinya shella sedang di make-up.

__ADS_1


Annisa menepi dari acara karna sudah lelah mengikuti kelas pagi sampai sore sehingga Annisa sedikit agak pusing dengan keramaian. Annisa pun mencari tempat duduk untuk meluruskan kaki nya. Ketika sedang duduk, Annisa melihat dompet tergeletak di pinggir kaki kursi.


__ADS_2