
Akhirnya Annisa pun manut saja untuk diobati oleh sang ibu.
"Yaudah kamu istirahat. Maafin ibu ya, gara-gara ibu minta tolong ke pasar kamu malah jadi begini"
"Semua takdir bu, lagian Annisa juga gapapa kok cuma luka dikit doang. Mau Annisa bantuin ga bu buat kuenya?"
"Udah kamu istrahat aja. Nanti sarapan ibu bawain aja ke kamar"
"Aku puasa bu"
"Rajinnya anak Ibu. Yaudah kamu istirahat sana"
"Yaudah aku masuk kamar ya bu"
Annisa pun menuju kamar dan merebahkan tubuhnya pelan-pelan karna luka di kakinya lumayan sakit kalau dibawa gerak banyak. Annisa meraih ponselnya.
'Astaghfirullah, Mas Azzam ada apa ya kok banyak banget telpon dari dia' batin Annisa
Tak lama berdering ponsel Annisa.
"Assalamu'alaikum. Ada apa Mas?kok banyak banget pangilan masuk dari kamu" Tanya Annisa
"Wa'alaykumussalam. Kamu abis kemana? kok telpon Mas ga diangkat?"
"Tadi abis ke pasar, ibu minta tolong beli bahan kue. Tadi aku juga sempet jatuh sedikit dari motor"
"Astaghfirullah.. Bener kan, dari tadi Perasaan aku gaenak dan keinget kamu terus makannya Mas telpon kamu tapi gaada jawaban"
"Maaf ya, aku ga bawa HP Mas"
"Terus ada yang luka ga?"
"Luka sedikit di lutut tapi kayanya dibawa sujud lumayan agak sakit nih"
"Udah diobatin?"
"Udah kok tadi sama Ibu. Tadi juga aku ditolongin sama Raihan senior di kampus kebetulan dia lagi lewat"
"Sabar ya, semoga sakit kamu mendatangkan pahala untuk kamu. Klo boleh minta sama Allah, biar aku aja yang ngerasain sakit itu. Aku ga tega klo kamu yang sakit"
"Kamu apaan sih Mas, do'ain aja semoga lekas sembuh lukanya biar bisa berlama-lama lagi sholatnya"
"Aku kangen dek"
"Berdo'a ya sama Allah semoga Allah izin kan kita bertemu".
" Aamiin"
"Yaudah Mas, aku mau siap-siap ke kampus ya. Assalamu'alaikum"
"wa'alaykumussalam"
__ADS_1
Annisa memeluk ponsel didada nya, entah setiap Azzam telpon Annisa merasa nyaman. Dia selalu membuat hati Annisa berbunga-bunga. Annisa tersenyum sendiri ketika Azzam bilang 'kangen' pada dirinya.
Sholat dhuha sudah, tandanya Annisa sudah siap berangkat ke kampus. Sebelum berangkat, Annisa melihat ponselnya terlebih dahulu untuk memastikan dia tidak salah jadwal.
Setelah 1 jam perjalanan ke kampus, Annisa pun sampai dan langsung menuju kelasnya. Kelasnya sudah ramai, bahkan Fifi ternyata sudah duduk rapi di bangku nya.
"Tumben Fi udah duduk manis di kelas biasanya dateng 5 menit sebelum dosen masuk" Ledek Annisa
"Ah lu mah Nis, temen lagi rajin malah diledek"
"Gue justru seneng kalo gini Fi, jadi gue ada temen kan. Jadi ga sendirian terus dikelas"
Mereka tertawa bersama.
Tak lama dosen pun masuk kelas.
"Anak-anak hari ini kelas kalian digabung ya dengan kelas sebelah karna Ibu mau kalian diajar sama dosen ini. Beliau orang hebat, Beliau jarang bisa masuk kelas nah kebetulan hari ini beliau bisa isi kelas jadi tadi Ibu inisiatif untuk digabung biar kalian bisa ambil banyak hal positif dari beliau. Ibu dampingi kalian jadi kalian gabisa macem-macem dan aneh-aneh ya dikelas beliau. Paham?" Ujar dosen
"Paham bu" Jawab anak-anak serentak
"Oke, Tolong penanggung jawab kelas bawa absennya ya ke Ibu dan kondisikan teman-temannya ke kelas sebelah"
Anak-anak pun siap ke kelas sebelah, semua penasaran siapa dosen yang dimaksud. Annisa dan Fifi memilih duduk di 2 baris belakang. Fifi mencari tau dengan bertanya kepada salah satu mahasiswa dikelas itu.
"Nama dosennya siapa?" Tanya Fifi
"Pak Azzam. Masa lu gatau sih, beliau tuh ga pernah masuk kelas jd selalu asistennya yang gantiin Beliau ngajar karna sibuk banget dan kesayangan dia dikampus ini"
"Mencari aku ya? Aku udah liat kamu. Berarti do'a kita Allah kabulkan" Pesan Azzam
"Kamu dimana Mas?"
"Sabar ya. Kangen ya sama aku?"
Annisa tak membalas lagi pesan dari Azzam. Annisa sibuk mencari Azzam.
"Nyari siapa sih? Gelisah banget, kaya mau ketemu pacar aja" Tanya Fifi
'Emang iya' batin Annisa
"Ih ditanya nyari siapa sih Annisa per3mata?" Sambung Fifi
"Engga nyari siapa-siapa, orang cuma memastikan aja Teman-teman kita udah lengkap. Kan kasian PJ nya" tutur Annisa
Tak lama Azzam pun masuk dalam kelas dan mahasiswa mulai riuh dengan suara bisik-bisik. Annisa terpana dengan Makhluk didepannya. Begitu tampan. Semua akan setuju dengan Annisa.
Mata Azzam dan Annisa bertemu, namun Annisa buru-buru menundukkan kepala karna tak kuat hatinya menatap kekasih hatinya.
Mata kuliah selesai, mahasiswa yang lain mencoba menyapa Azzam dan sedikit berbincang namun Annisa ingin langsung pergi dari kelas tersebut.
"Nis, kita kesana yuk. Sapa aja, mau bilang makasih juga gue atas hadiahnya waku itu" Ujar Fifi
__ADS_1
Beberapa waktu yang lalu Azzam memang mengirimkan hadiah juga kepada Fifi atas permintaan Annisa karna sudah bertanya pada seminar.
"Engga deh, gue tunggu luar aja ya"
"Ga asik nih si tuan putri. Yaudah gajadi deh. Kita lanjut ke kantin aja yuk?"
"Gue puasa hari ini"
"Yaah, ikut puasa juga nih gue"
"Lu ke kantin sana bareng yang lain, gue nunggu di mushola ya. Nanti kabarin kalo udah selesai, mau nebeng niatnya"
"Dasar.. yaudah gue ke kantin dulu"
Annisa menuju mushola, sesampainya Annisa langsung mengecek ponselnya. Ternyata banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Azzam. Annisa pun membalas pesan Azzam.
"Maaf mas, tadi aku silent karna lagi ikut kelas dosen luar biasa" Tulis Annisa.
Tak lama ponsel Annisa berdering.
"Assalamu'alaikum. Pak dosen" Ujar Annisa pelan-pelan
"Wa'alaykumussalam. Mahasiswi tercinta"
"Aku suka kamu pake baju itu"
"Kamu suka warna biru"
"Iya"
"Kok ga nyamperin aku?"
"Aku ga pandai akting"
"Aku sayang sama kamu dek, semoga Allah selalu ridhai kita untuk selalu bertemu"
"Aamiin"
"Setelah ini, mau kemana?"
"Mau pulang mas tapi aku nunggu Fifi makan dulu dikantin. Kamu setelah ini masih ngajar Mas?"
"Aku setelah ini mau isi seminar. Do'ain ya. Hadiahkan aku terus do'a-doa mu"
"Iya Mas. Mas udah dulu ya soalnya Fifi udah didepan mushola tuh lagi buka sepatu nanti takut curiga"
"Yaudah, kamu kabarin aku ya klo udah sampe rumah"
"Iya, Mas jaga diri ya. Aku selalu do'ain kamu. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaykumussalam. Sayang"
__ADS_1