
Mereka berdua terlelap setelah menumpahkan rasanya. Mereka saling berpelukan satu sama lain seakan tak ingin berpisah. Adzan Maghrib berkumandang, Azzam sudah selesai bebersih. Azzam pun membangunkan Annisa.
"Honey, bangun yuk. Kita sholat maghrib berjama'ah" Kata Azzam sambil mencium kening Annisa.
"5 menit lagi Mas" Ucap Annisa dengan manja.
Annisa enggan rasanya bangun dari tidurnya, karena ingin bermanja-manja dengan Azzam.
"Nanti malaikat cariin kamu loh, udah aku siapin air hangat untuk kamu mandi dek"
"Aku masih ngantuk Mas" ucap manja Annisa.
Azzam gemas dengan sikap Annisa yang bermanja dengan dirinya. Azzam pun menciumi Annisa. Akhirnya Annisa pun bangkit dari tidur nya lalu bebersih dan melaksanakan sholat maghrib berjama'ah. Usai sholat, Annisa dan Azzam berbincang-bincang diatas kasur.
"Dek, Lusa Mas harus kembali kerja. Kamu gapapa disini sendiri?" Tanya Azzam.
"Mas gausah risaukan aku, aku disisi kamu bukan untuk jadi bebanmu. Aku ingin ketika bersama aku semua terasa ringan Mas"
"Allah ga salah memilih kan kamu untuk ku. Demi wanita seperti kamu, Mas rela mempertaruhkan segalanya. Aku beruntung sekali, andai ku tak bertemu kamu mungkin tak akan semudah ini jalanku"
"Aku juga beruntung mendapatkan lelaku seperti Mas. Demi lelaki seperti Mas, aku rela menyerahkan hidupku"
"Mas ingin terus sama kamu. Sabar ya, nanti akan ada waktunya"
"Iya Mas. Kita berdoa terus"
Annisa sedih sebenarnya harus berjauhan dengan Azzam namun Annisa tak boleh terlihat sedih didepan Azzam karena akan memberatkan langkah Azzam. Mereka hanya memiliki waktu beberapa hari bersama selebihnya Annisa harus ikhlas berbagi.
"Kamu ingin anak berapa dek?" Tanya Azzam.
"Berapa ya, entahlah. Kalau bisa sebanyak mungkin biar aku ga kesepian"
"Ohiya nanti aku suruh salah santri wanita nemenin kamu disini ya. Biar kamu ga sendirian banget kalau aku lagi ga disini"
"Terserah baiknya aja Mas"
Azzam pun merebahkan kepalanya diatas kaki Annisa. Annisa membalas mengelus lembut rambut Azzam. Mereka menghabiskan malam dengan berbincang banyak hal sampai akhirnya mereka tertidur.
Pagi harinya Azzam mengajak Annisa untuk berkeliling villa. Villa yang Azzam beli ini sangatlah luas, Annisa yang melihat begitu luasnya villa tiba-tiba tercetus sebuah ide.
"Mas, boleh ga tanah yang sebelah sana kita garap menjadi perkebunan. Nanti kita tanami buah-buahan atau sayuran yang hasilnya kita konsumsi dan bagi ke warga sekitar. Gimana Mas?"
__ADS_1
"MasyaAllah ide bagus sayang, nanti mas coba minta tolong sama Raihan untuk realisasinya"
Mereka pun kembali ke Villa. Annisa bergegas ke dapur menyiapkan teh hangat serta mencari-cari bahan kue. Ketika sedang asik mencari-cari bahan kue, Annisa kaget karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"Kamu bikin kaget aja Mas" Kata Annisa.
"Maaf ya" Kata Azzam sambil menghujani Annisa ciuman.
"Mas, kalau kamu begini gimana aku mau buat kuenya"
"Buat kuenya nanti aja ya" Kata Azzam sambil membalikkan tubuh Annisa.
Ketika ingin menjawab, tubuh Annisa sudah digendong Azzam. Azzam membawa Annisa ke dalam kamar. Annisa pun menunaikan kewajiban nya sebagai istri.
Malam harinya, Azzam tak mengizinkan Annisa kemana-mana bahkan ke dapur sekalipun karna malam ini adalah malam terakhir mereka bersama karna besok Azzam harus kembali bekerja. Annisa, paham itu. Annisa pun senang dengan sikap Azzam dan sedih sekaligus karena pasti akan sangat merindukan perlakuan Azzam seperti malam ini. Setelah lelah ngobrol, mereka pun tertidur.
Pagi ini Azzam sudah bersiap pergi kerja dan entah berapa hari Annisa akan ditinggal seorang diri. Azzam meraih tangan Annisa.
"Maafkan aku ya harus meninggalkan kamu beberapa hari, tapi aku janji setelah urusan ku selesai aku langsung balik kesini. Bersama kamu"
"Ga perlu minta maaf Mas, aku kan menerima kamu satu paket dengan ini juga"
"Aku pun sama, selalu dibuat jatuh cinta sama lelakiku ini"
Azzam mencubit hidung mancung Annisa dengan manja.
Azzam pun bergegas menuju mobilnya, Annisa pun mendampinginya. Azzam berpamitan kepada Annisa namun tangan Annisa tak dilepaskan oleh Azzam. Azzam masih ingin bersama namun keadaan yang tak meridhoi. Akhirnya Azzam melepaskan tangan Annisa dan segera mencium kening Annisa.
Annisa masuk kembali kedalam villa, dia bingung mau melakukan apa. Akhirnya Annisa menuju taman belakang yang akan dijadikan untuk bercocok tanam. Annisa berniat mencabuti rumput-rumputnya agar pengerjaan nanti lebih cepat. Saat sedang asik mencabuti rumput tiba-tiba ada suara lelaki yang mengagetkan Annisa.
"Assalamu'alaikum. Wah ada bidadari lagi cabutin rumput ini" Kata Raihan.
"Kak Raihan toh, kirain siapa bikin kaget saja. Iya Kak, abis bingung mau ngapain akhirnya milih cambutin rumput deh biar bersih"
"Mas Azzam udah cerita tentang ide kamu. Aku juga setuju Nis, apalagi nanti Mas Azzam niatnya mau bawa beberapa santri kesini untuk bangun pendopo. Jadi kelak ada yang bantu kamu urus kebun mini ini"
"Iya Alhamdulillah Kak"
"Kamu pasti bahagia banget ya sekarang sudah bersama Mas Azzam?"
"Ya seperti yang kamu lihat aja Kak"
__ADS_1
"Aku juga bahagia melihat kamu bahagia Nis, terlebih kamu ditangan lelaki yang tepat"
"Ayo dong kakak kapan nih?"
"Aku belum terpikirkan Nis"
"Standar kakak tinggi, ga berani aku"
"Mas Azzam kapan balik?"
"Belum tau, setelah urusan kerja selesai insyaallah langsung kesini kata beliau"
"Kamu sabar ya"
"Aku gapapa kok, aku ridho"
"Hati kamu terlalu bersih Nis. Pantas saja aku ga berjodoh dengan mu"
"Duh, kamu sama mas Azzam sama aja. Hobinya muji terus. Nanti aku terbang bahaya"
"Ohiya mulai besok, akan ada tukang yang mengerjakan kebun. Kamu tetap didalam saja, biar aku yang ber kordinasi dengan para pekerja. Aku pun ga akan masuk ke dalam villa, jd kalau ada apa-apa aku hubungi kamu via telpon ya"
"Terimakasih ya atas semua bantuannya, aku gabisa balas apapun. Biar semua Allah yang membalasnya"
Tak lama Raihan berpamitan pulang, Annisa pun masuk kedalam kamar. Annisa ingin menghubungi ayah ibu namun belum sempat menghubungi tiba-tiba sebuah chat masuk.
'Honey, Alhamdulillah aku udah sampai kampus. Setelah selesai urusan kampus aku akan bertemu Anak-anak'
'Aku rindu kamu'
'Kamu lagi apa?'
Begitu banyak pesan Azzam. Annisa tersenyum membaca semua pesan Azzam. Ketika ingin membalas, Azzam telpon.
"Assalamu'alaikum. Sayang, kamu lagi apa?"
"Wa'alaykumussalam. Baru mau aku balas pesannya. Aku abis dari taman belakang, tadi ada Raihan Mas"
"Iya aku yang minta tolong untuk lihat tamannya, biar dia nanti yang atur ke para pekerjanya"
"Aku rindu kamu, sayang" Sambung Azzam.
__ADS_1