Annisa Dan Azzam

Annisa Dan Azzam
Gugat Cerai


__ADS_3

Annisa memilih pamit masuk kamar pada Abah. Di dalam kamar Annisa mengambil baju Azzam yang masih tercium aroma khas Azzam. Annisa menciun dalam pakaian Azzam, kemudian Annisa menitiskan air mata kembali. Annisa tak tenang, rasanya ingin sekali ia memeluk Azzam saat ini namun apadaya. Akhirnya Annisa memutuskan untuk sholat sunnah agar hatinya tenang.


Dalam sholatnya Annisa terngiang-ngiang wajah Azzam. Annisa memohon kebaikan. Setelah puas menumpahkan segala gundah gulana nya Annisa memilih tidur karena kasian anak didalam perut Annisa butuh istirahat juga.


Paginya ba'da sholat shubuh Annisa menuju ke dapur menyiapkan sarapan untuk Ummi dan Abah namun ternyata disana sudah ada Ummi.


"Ummi, biar Annisa saja yang siapin sarapan. Ummi istirahat aja temenin Abah"


"Harusnya kamu nak yang istirahat. Tuh lihat, perut kamu semakin besar pasti semakin berat bebannya"


"Annisa udah istirahat nya, biarlah Ummi nikmatin liburan disini tanpa harus ke dapur"


"Yaudah kamu bantu Ummi dengan menjaga cucu Ummi dengan baik aja ya. Biarlah selama Ummi disini, Ummi yang akan siapin makanan nya"


Annisa pun mengalah, akhirnya Annisa memilih menyiram tanaman di kebun kecil mereka. Annisa jadi teringat kalau jadwalnya Azzam pulang, Azzam pasti selalu menyirami tanaman-tanaman ini. Tak pernah absen. Setelah menyiram tanaman biasanya Azzam akan meminum teh hangat buatan Annisa beserta pisang goreng kesukaan Azzam.


Annisa menepis perasaan sedihnya, Annisa tidak mau anaknya ikut sedih. Annisa sekarang lebih banyak berdo'a untuk kebaikan semuanya, karena hanya Allah lah pemilik solusi yang absolut.


Annisa menjalani harinya dengan perasaan tak menentu. Yang ada dipikirannya saat ini hanya Azzam seorang. Annisa rindu dengan lelakinya. Ummi dan Abah paham betul dengan kondisi mereka berdua, sebisa mungkin terkadang Ummi mengalihkan pikiran sedih Annisa dengan mengajak ngobrol tentang apapun terkecuali tentang Azzam.


Ummi dan Abah sudah di rumah Annisa selama 3 hari, yang artinya Azzam sudah tak pulang selama 3 hari. Annisa begitu merindukan Azzam. Hari ini Ummi dan Abah pamit pulang, karena Abah besok ada kegiatan di pesantren.


Annisa kembali sendiri siang ini. Annisa bingung mau apa karena pikiran nya sedang tak fokus. Annisa mencoba membaca buku untuk mengalihkan pikirannya walaupun sulit namun berhasil. Tak terasa Annisa pun mengantuk dan tidur.


Suara adzan ashar berkumandang, Annisa terbangun. Namun Annisa dibuat kaget dengan adanya Azzam disebelah Annisa. Annisa pun mengusap-usap matanya, khawatir hanya khayalan karena rasa khawatir nya yang tinggi namun ternyata itu benar Azzam.


Annisa tak jadi bangkit dari tidurnya. Dia memandangi wajah tidur Azzam. Terlihat lelah sekali, mungkin terlalu banyak hal yang dia lalui sendiri. Annisa pun tak sadar menitikkan air mata namun secepat kilat segera dia hapus, Annisa tak mau membebankan Azzam dengan perasaan sedihnya.


Annisa pun memutuskan untuk wudhu namun ketika ingin bangkit dari tempat tidur tiba-tiba tangan Annisa di tahan oleh Azzam.


"Temani aku 10 menit lagi" Kata Azzam.

__ADS_1


Annisa pun paham dan langsung berbaring kembali disamping Azzam. Tak terasa Annisa tertidur lagi, rasanya begitu nyaman ketika bersama Azzam. Sekitar pukul 4 lewat Annisa terbangun dan dengan lembutnya mencoba membangun kan lelakinya.


"Sayang, kita belum sholat. Nanti malaikat mencari kita loh" Ucap Annisa.


Azzam pun terbangun dan terlihat lebih segar. Azzam memeluk Annisa dan mencium perut besar Annisa.


"Nak, maafin Ayah ya. 3 hari kemarin tak menyapa kamu. Kamu sama bunda baik-baik aja kan?Ayah kangen sama kalian berdua"


Annisa pun mengusap rambut Azzam. Segala perasaan yang dia rasakan kemarin luruh ketika melihat Azzam, entah itukah yang dinamakan cinta. Ketika bersama dengan orang yang kita cintai, semua terasa nyaman.


Mereka sholat berjamaah. Setelah sholat, Annisa pamit menyiapkan untuk makan malam namun lagi-lagi Azzam menahan Annisa untuk tidak beranjak dari tempat duduknya. Annisa pun Pura-pura merajuk.


"Nak, Ayah rese nih. Masa bunda ga boleh kemana-mana"


"Kamu emang ga kangen sama aku?" Tanya Azzam.


Annisa tak menjawab melainkan langsung mencium bibir Azzam sekilas.


Annisa pun menutup wajah merahnya, mereka pun akhirnya melanjutkan aksinya. Azzam membawa Annisa kembali ke tempat tidur untuk merasakan surga dunia kesekian kalinya.


Setelah bebersih dan sholat maghrib berjama'ah, Annisa menyiapkan makan malam walaupun Azzam melarangnya. Azzam menemani istrinya menyiapkan masakan dengan memandang Annisa terus menerus.


"Kamu tunggu diruang tamu aja deh Mas, kalau begini aku grogi diliatin kamu terus"


"Loh emang salah ngeliatin istri Mas yang cantik ini"


"Tuh, yaudah sana ya. Aku ga fokus nih jadinya. Takut malah gaenak loh masakan aku"


"Walau gaenak tetap aku makan asal bareng sama kamu"


"Tuh kan gombal terus. Yaudah Mas tunggu sana yaa, aku mohon"

__ADS_1


Annisa mendorong tubuh Azzam menuju ruang tamu, Azzam terlihat bahagia sekali dengan tingkah Annisa. Azzam merasakan tak ada beban ketika bersama Annisa.


Setelah beberapa menit, makanan pun siap. Annisa menata dengan rapi dan kemudian memanggil Azzam untuk makan malam. Dalam makan malamnya Azzam tak lepas dari memandang Annisa, Annisa pun tak menghiraukan pandangan Azzam karena Annisa tau lelakinya sedang menepis rasa sedihnya.


Makan malam pun selesai, Azzam membantu Annisa mencuci piring kemudian mengajak Annisa duduk diruang tamu.


"Dek, Mas kangen banget sama kamu"


"Aku juga. Anak kita pun merasakan hal yang sama"


"Aku lelah sekali dengan semua ini. Aku cuma ingin bersama kamu"


"Dunia ini memang tempat nya berlelah-lelah Mas"


"Surga dunia Mas ada dikamu. Temani Mas sampai JannahNya ya. Biar Mas bahagia terus"


"Aamiin. Semoga Allah izinkan kita bersama selamanya sampai JannahNya"


"Dek, kalau anak-anak tinggal bersama dengan kita bagaimana?"


"Kok Mas nanya begitu. Aku kan Ibu mereka juga Mas walaupun hanya Ibu sambung. Dengan senang hati"


"Terimakasih ya, kamu memang istri sholehah sayang. Ibunya anak-anak mau membawa mereka untuk tinggal bersamanya namun tak aku izinkan karena dia bukan Ibu yang bertanggung jawab"


"Jangan seperti itu Mas. Coba beri kesempatan sekali lagi. Aku yakin, tak ada Ibu didunia ini yang tega menyakiti anaknya. Jadi cobalah Mas"


"Kamu terlalu baik menilai dia sayang. Masalah anak-anak sepertinya aku sudah bulat untuk mengajak dia tinggal bersama Ummi dan Abah sementara sebelum dia tinggal bersama kita. Aku ingin mengurus perceraian aku dengan dia"


"Kamu yakin Mas?"


"Aku sangat yakin sayang. Aku walaupun bersama namun tak menemukan kebahagiaan sedikit pun. Yang ada hanya masalah saja"

__ADS_1


"Aku hanya bisa berdoa, apapun keputusan yang kamu ambil kelak semoga memang jawaban dari Allah bukan hanya emosi sesaat"


__ADS_2