
Sudah hampir 3 tahun gue berada di kota romantis ini. Paris, Prancis. Salah satu Negara yang berada pada benua Eropa. Negara yang menyimpan banyak sejarah dunia.
Kini, waktu gue sudah habis. Saatnya gue kembali ke Negara kelahiran gue, Indonesia.
friend group in paris
Raya : “haii guys”
Raya : “Tomorrow I will go to Indonesia”
Blanche : “why so fast Ray?”
Raya : “My father's work is done here guys. So, we decided to go back to Indonesia”
Achille : “I will miss you so much”
Camille : “Tomorrow before Raya goes, let's take a picture, guys. What time does Raya leave tomorrow?”
Raya : “I leave the house at 8am”
Bella : “no more my Indonesian friends here”
Raya : “there was still Blanche, Camille, and Achille. See you again at Indonesia Bell. You guys also go to Indonesia later, so I can meet you there”
Raya : “All right, I want to pack up first. Tomorrow morning you will come to my house yeahhh”
Setelah memberitau mereka semua, gue kembali membereskan barang barang gue yang akan gue bawak besok ke Indonesia.
“petualangan gue di Paris sudah selesai”, saut gue sambil memasukan baju ke dalam koper.
“semua udah di kemas sayang?”, tanya mama gue yang tiba tiba saja masuk ke kamar gue
“eh udah ma. Ini tinggal untuk yang di pakai besok ma”, jawab gue sedikit terkejut
“ada yang mau mama bantui lagi gak sayang?”, tanya mama gue
“sepertinya tidak ada ma. Udah beres semua kok”, jawab gue santai
“ok deh, kalau begitu mama keluar dulu ya sayang”
“ok ma”
Setelah selesai membereskan barang-barang, gue membaringkan badan gue diatas kasur kesayangan gue. “ini malam terakhir gue tidur diatas kasur ini, malam terakhir tidur di kota Paris. Apakah gue bakalan kembali lagi ke Negara romantis ini?”, saut gue dalam hati.
***
Sinaran matahari di kota Paris mulai memancar. Pagi terakhir di kota Paris.
Gue langsung bersih bersih dan siap siap untuk keberangkatan gue. Jujur, gue gak tau apa yang gue rasakan. Ada senang dan sedih. Senang karena gue akan kembali ke Indonesia setelah hampir 3 tahun tidak pulang, gue kangen banget sama Indonesia dan rasa rindu gue sepertinya akan berakhir. Sedih, karena gue harus berpisah dengan para sahabat gue di sini, sahabat yang selalu ada, yang bisa nerima gue walaupun gue belum bisa berbahasa Prancis, gue bakalan rindu sama kenangan gue di kota ini.
“barang barang nya dibawak keluar ya sayang, biar di masukan kedalam mobil. Kamu sarapan dulu gih”, saut ayah gue yang sedang sibuk mengeluarkan koper dari dalam kamar.
“ok dad”, jawab gue
“kamu gak pamitan sama teman teman kamu?”, tanya mama gue
__ADS_1
“iya nanti mereka kesini, Nara suruh mereka datang pagi ini”, jawab gue
“oh gitu. Kamu gak ngasih hadiah untuk mereka sebagai kenangan gitu?”
“udah ma, kemaren Nara kasih gelang ke mereka”
“oh iya ma, Miss Aira tidak datang?”, sambung gue
“udah mama telepon semalam. Katanya sih mau kemari pagi ini”, jawab mama gue
“oh gitu”
Gue sangat menikmati sarapan gue, smoothies kesukaan gue.
“Nara… Miss Aira datang ni”, saut ayah gue dari luar
Gue langsung menghampiri Miss Aira.
“masuk Miss”, saut gue
“iya Nara”
“Miss mau minum apa? Miss udah sarapan?”, tanya gue
“gak usah Nara, Miss udah sarapan kok. Gak usah repot repot”, saut Miss Aira
“jam berapa keberangkatannya Nara?”, lanjut Miss Aira
“pergi dari rumah jam 8 Miss, take off nya jam 10 Miss”, jawab gue
“Nara juga bakalan kangen sama Miss Aira. Kalau Miss udah balik ke Indonesia kabarin Nara ya”, jawab gue sambil membalas pelukan Miss Aira yang tanpa sengaja gue menjatuhkan air mata gue
“Nara doain semoga Miss cepat lulus, sukses terus buat Miss”, lanjut gue
“makasih sayang. Nara juga ya sukses terus kedepannya. Semangat terus belajarnya agar bisa mengwujudkan impian impian Nara”, saut Miss Aira
“makasih ya Miss udah mau ngajari Nara, udah mau jadi Missnya Nara”
“iya, sama sama sayang”, saut Miss Aira
“eh Miss Aira udah datang”, saut mama gue yang baru saja datang dari arah dapur
“iya ma”, jawab Miss Aira sambil mencium puggung tangan mama gue
“Naraaa… teman teman kamu datang ni”, saut ayah gue dari arah luar
“sebentar ya Miss”, saut gue
“iya Nara”
“haii Ray”, saut Archille deluan
“haii guys” saut gue
“already want to go?”, tanya Bella
__ADS_1
“yup Bell”
“Let's take a picture before Raya leaves. as memories guys”, pintah Camille
1 2 3 ciisss
“again again”, pintah Blanche
1 2 3 cekrek
“I will miss you Ray”, saut Camille sambil memeluk gue dan di ikuti juga oleh yang lainnya.
“me too”, saut gue dengan membalas pelukan mereka.
“Nara, ayok kita berangkat”, saut ayah gue yang sepertinya sudah siap memasukan barang kedalam mobil
“Rayaaaa”, rengek merek berempat.
“we can video call. I'm sure one day we will meet again”, jawab gue dengan sedikit menenangi mereka
“Pray for me to reach my destination safely”, lanjut gue
“daaahh guys. See you again”, lanjut gue sambil meninggalkan mereka menuju kearah mobil.
“be careful Ray”, saut mereka
“thanks for everything guys”, saut gue
Mobil melaju pergi meninggalkan perkarangan rumah. Tanpa gue sadari, air mata gue kembali jatuh membasahi pipi.
“sudahlah sayang, suatu hari nanti kalian bakalan ketemu lagi. Kan bisa video call kalau kangen”, saut mama gue sambil memeluk gue
Tak ada kata yang keluar dari mulut gue selain suara tangisan gue. Gue mengingat masa masa gue home schooling dengan Miss Aira, hangout dengan sahabat gue, pergi jalan jalan bareng keluarga gue, dan masih banyak lagi.
Setelah hampir 1 jam perjalanan, akhirnya gue tiba di bandara. gue, mama dan ayah masuk kedalam bandara dengan membawa barang barang kami dan mengurus untuk mendapatkan tiket. Setelah tiket sudah berada ditangan, kami di minta untuk masuk ke ruang tunggu untuk menunggu jadwal penerbangan.
Sekitar 20 menit menunggu, akhirnya kami di minta untuk memasuki pesawat. Syukurnya gue duduk di dekat jendela. Tempat yang paling gue suka, karena gue bisa melihat pemandangan dari atas, gue bisa melihat awan.
Perjalanan kali ini cukup membosankan, sekitar 18 jam gue menghabiskan waktu didalam pesawat. Bosan bangeeettt.
***
Setelah menempuh perjalanan yang amat panjang dan membosankan, gue dan keluarga gue akhirnya tiba di Indonesia. Surabaya, kota kelahiran gue. “gue kangen banget sama kota ini. I’m came back”, saut gue dalam hati setelah turun dari pesawat.
“Nara Nara, tolong mama dulu”, saut mama gue panik
“kenapa ma?”, tanya gue dengan panik juga
*NEXT*
Hai sobat novel, tetap stay terus yaaa...
Jangan lupa like, klik favorit dan berikan votenya, dan tulis komentar kamu untuk memberikan motivasi kepada author
Stay terus yaaa❤️
__ADS_1
mohon maaf apabila ada yang salah dalam penulisan🙏🏻