
"Dit, kenapa sih lo gak sering curhat ke kita kita? Kayak tentang Rayyan gitu, atau apalah", saut gue saat berada di kamar setelah sholat Isya berjamaah.
"Hah? Gue sama Rayyan? Kami gak ada apa apa, kami hanya sebatas sahabat", jelas Dita
"Rayyan ganteng juga tau, sholeh iya, ya 11 12 lah sama A'a Fachri. Kalau misalnya, ni misalnya ya, misalnya dia ngajak kamu kayak untuk lebih dari sahabat gimana?"
"Li plis bantu gue. Si Nara mulai ngacok ni", saut Dita meminta bantuan ke Lily
"Kok jadi ana sih. Ana mah selalu support apa yang kalian lakukan selama itu masih positif. Dah ya gue mau lanjut baca buku, besok gue ada ulangan", jawab Lily
"Hahahah kapok lo gak ada yang bantui. Udah deh lo curhat aja sama gue. Gue yakin 100 persen aman rahasia lo", ledek gue
"Apa sih lo Nar"
"Uluh uluh... Cup cup cup... Dita yang cantik jelita janganlah merajok"
"Bodo amat"
"Ih lo mah gak seru. Gue lagi butuh refreshing, setidaknya dengar curhatan lo dikit. Gue bosen belajar terus"
"Gue lagi gak mood curhat. Dah ya gue ngantuk pengen tidur"
"Hemmm... Gue juga lah"
Akhirnya rayuan gue untuk dengerin curhatannya Dita pun gagal. Ya gue memilih tidur aja deh, tidur lebih awal biar bisa bangun tahajud.
***
"Dita", teriak seseorang saat gue dan kedua sahabat gue berjalan menuju kantin sehabis pulang sekolah.
"Yuhuuu Rayyan memanggil", ledek gue.
"Ada apa lo manggil manggil gue?", Tanya Dita jutek.
"Ih antum gak boleh gitu loh", saut Lily.
"Tuh dengerin kata ustadzah Lily hahaha"
"Hemm... Ada apa?", Tanya Dita lembut.
"Hahahah sok lembut lo", ledek Rayyan.
"Tuh kan, gue lembut salah, gue jutek salah. Uuhh serba salah deh"
"Gue mau balikin buku lo yang kemaren gue pinjam. Ni", saut Rayyan sambil memberikan buku bersampul coklat.
"Oh, makasih ya", saut Dita jutek.
"Iya sama sama. Yaudah gue balik ya.
Assalamu'alaikum", saut Rayyan sebelum meninggalkan kami bertiga.
"Wa'alaikumsalam", saut kami bertiga.
"Kalian mau pesan apa? Biar ana pesankan", tanya Lily.
"Gue samain aja kayak lo Li", saut gue.
"Gue juga, tapi tambah sambal pedas ya", saut Dita.
"Nanti antum sakit perut", saut Lily.
__ADS_1
"Gue lagi pengen makan yang pedas pedas Li", jawab Dita.
"Oh yaudah yaudah", jawab Lily, dan Lily pun pergi meninggalkan gue dan Dita untuk memesan makanan.
"Eh ada surat. Apa ni?", Saut Dita saat membuka buku yang diberikan oleh Rayyan tadi.
"Kan kan kan... Ada something ni seperti nya", ledek gue lagi.
"Buka dong", pinta gue.
"Kita buka sama sama ya", saut Dita.
"Li sini Li cepetan, ada surat ni", saut gue saat melihat Lily selesai memesan makanan.
"Hah? Surat apa?", Tanya Lily.
Gue dan Lily pun memperhatikan Dita membuka surat itu.
"Dari siapa Dit?", Tanya Lily penasaran.
"Dari Rayyan ya?", Tanya gue yang tak mau kalah penasaran
"Sabar ya kita baca sama sama", jawab Dita
Kami bertiga pun membaca isi surat tersebut dengan begitu fokus. "Tuh kan betol", saut gue seketika.
"Astaghfirullah Nara. Ngagetin aja", saut Lily.
"Hehehe sorry sorry", saut gue.
"Ih ni anak apaan sih. Kenapa sih dia? Aneh banget", saut Dita.
"Dia ngajak ikhtiar bareng Dit. Bagus itu", saut Lily.
"Ikhtiar itu kan gak yang harus ke "Cinta" gitu. Ikhtiar itu usaha, bisa aja usaha untuk jadi sahabat yang lebih baik lagi, kan bagus itu kalo dia ngajak antum agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi", jelas Lily.
"Hemm iya sih. Jadi gue harus gimana ni?", Tanya Dita
"Ya lo harus jawab. Mau atau enggak", saut gue
"Kalo menurut ana sih, terima aja, gak ada salahnya kan ikhtiar. Sama sama usaha untuk jadi yang lebih baik lagi", jelas Lily
"Gue setuju sama Lily", saut gue
"Gue harus balas surat ini? Tapi gimana?", Tanya Dita bingung
"Kalo antum gak mau balas yaudah, nanti kalau misalnya jumpa sama dia, ya antum bilang aja langsung", jawab Lily
"Hemm ok deh"
Sehabis makan kami bertiga pun kembali ke kamar dan melakukan aktifitas seperti biasa.
---
"Assalamu'alaikum", sapa umi Henny saat bertemu sehabis sholat Isya
"Wa'alaikumsalam umi", jawab kami bertiga
"Nak, besok bisa gak bantu umi. Besok kan sabtu libur. Di pesantren kita akan mengadakan Majlis ta'lim , jadi bantu umi untuk masak makanan sayang. Gimana?", Pintah umi
"Boleh umi. Kami mau", saut kami bertiga
__ADS_1
"Ok kalau gitu besok pagi Nara temenin umi belanja dulu ya nak, habis itu kita masak di dapur umi"
"Baik umi. Besok Pagi Nara kerumah umi", jawab gue
"Ok sayang. Yaudah kalau gitu kalian boleh balik ke kamar", pinta umi
"Baik umi. Assalamu'alaikum", saut kamu bertiga sambil mencium punggung tangan umi.
"Wa'alaikumsalam", jawab umi Henny.
***
Seperti yang dibilang umi semalam, gue pun pergi kerumah umi Henny. Sedangkan kedua sahabat gue memilih untuk mencuci baju dan membersihkan kamar terlebih dahulu.
"Assalamu'alaikum umi", saut gue saat memasuki rumah umi
"Wa'alaikumsalam sebentar ya nak. Umi ambil dompet dulu", jawab umi
"Baik umi", jawab gue sambil duduk di kursih depan rumah umi
"Yuuk kita berangkat. Loh teman teman kamu mana?", Tanya umi Henny saat keluar dari rumah.
"Mereka mau bereskan kamar dulu umi. Karena kan Nara mau temenin umi belanja", jawab gue.
"Oh gitu. Yaudah yuk kita ke pasar", pinta umi.
Sekitar 1 jam gue dan umi pergi belanja. Akhirnya selesai juga dan sampai juga dirumah.
"Umi, Nara panggil Dita dan Lily dulu ya, sekalian ganti baju, bajunya bau umi hehehe", saut gue
"Oh iya iya. Yaudah kamu panggil dulu mereka berdua ya sayang", pinta umi
"Ok umi"
"Assalamu'alaikum", saut gue saat memasuki kamar
"Wa'alaikumsalam, udah siap belanja nya Nar?", Tanya Dita.
"Udah Dit, kalian dipanggil umi tuh. Gue mau ganti baju dulu. Kalian deluan aja", saut gue sambil berjalan kearah kamar mandi.
"Ok Nar", saut Lily
Setelah selesai bersih bersih dan ganti pakaian, gue kembali ke rumah umi Henny dan memulai membantu umi.
"Dita. Suara kamu kan bagus. Gimana nanti pas acara hiburannya kamu tampil ya sama Rayyan, bawanin lagu sholawatan", pinta Umi
"Hah? Saya umi?", Saut Dita kaget
"Iya nak kamu sama Rayyan"
"Hemm...", Gumam Dita bingung
"Udah mau aja Dit", ledek gue
"Iya nak, umi bingung siapa yang mau umi buat di acara hiburan nanti. Mau ya nak", pinta umi
"Hemm ok deh umi. Tapi saya bilang ke Rayyan dulu ya umi", jawab Dita
"Iya sayang"
Kami bertiga pun membantu umi sambil bercanda riang. Seru banget deh pokoknya.
__ADS_1
*NEXT*