Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Ta'zir


__ADS_3

“Nara ayok berangkat, cepetan”, saut Dita


“iya sabar, kok sepertinya ada yang gue lupain ya?”, jawab gue dengan berjalan ke arah Dita sambil memikirkan sesuatu


“kenapa?”, tanya Lili


“aduh gue lupa, apa ya? Gak enak perasaan gue ni”, saut gue


Kami bertiga pun berjalan menuju ke arah ruangan kelas. Gue yang dari tadi tidak bisa mengingat apa yang gue lupakan.


“aduuhh sepertinya ada yang gue lupakan”, saut gue dalam hati sambil menepok jidat gue.


“Astaghfirullah”, saut gue dengan suara yang kuat dan membuat langkah kami seketika berhenti


“kenapa Nar?”, tanya Lili


“Dit lo udah ngerjai tugas yang semalam dikasih?” tanya gue balik


“Allahu Akbar… iya belum. Cemana ni Nar?”, jawab Dita


“aduuhh apa cabut aja kita? gue takut kena marah. Gue lupa ngerjai”, sambung Dita


“lo mau cabut kemana? Kita tidak bisa keluar dari lingkungan pesantren ini. Udah Bismillah aja yuk, kan ini baru pertama”, jawab gue


“kenapa gak kalian kerjai semalam?”, tanya Lili


“gue lupa, semalam habis sholat isya badan gue capek banget, jadi langsung tidur sampe subuh. Gue lupa kalau ada tugas”, jawab gue


“nah kalau gue juga sama”, sambung Dita


“yaudah berdoa aja semoga gak kena ta’zir”, saut Lili


Akhirnya kami bertiga pun meneruskan perjalanan kami menuju ruang kelas dengan suasana hati yang gelisah


“Assalamu’alaikum”, sapa ustadzah Aida


“Wa’alaikumsalam”, jawab santri serentak

__ADS_1


“Dit gimana ni?”, tanya gue ke Dita dengan berbisik


“udah lo tenang aja. berdoa aja semoga gak kena hukum”, jawab Dita


Pembelajaran pun dimulai. “semoga ustadzah lupa dengan tugasnya”, saut gue dalam hati.


Hingga diakhir jadwal ustadzah tidak ada tanda tanda pengumpulan tugas. Tapiii…


“tugas yang semalam tolong di kumpul dan letak di ruang guru ya”, pintah ustadzah sebelum keluar kelas


“baik ustadzah”, jawab santri serentak kecuali gue dan Dita


“mati kita, gimana ni?”, saut gue


“udah gak usah kumpul aja. diam diam aja”, jawab Dita


Akhirnya gue dan Dita tidak mengumpul tugas secara diam diam. Hingga jadwal sekolah selesai, kami berdua pun di panggil sama ustadzah.


“Dita dan Nara dipanggil ustadzah ke ruangan guru”, saut salah satu teman kam


i


“mati kita, aduuhh takot kali gue”, saut Dita


“udah deh jujur aja kita Dit”, jawab gue


Gue dan Dita pun pergi meninggalkan ruangan kelas menuju ruangan guru yang berada di lantai 2.


“eh Dit, mau kemana kalian?", tanya Lili yang tak sengaja jumpa di lantai 2


“kami di panggil ustadzah Aida ke ruangan guru”, jawab Dita


“aduuhh gara gara tugas itu ya?”, tanya Lili


“gak tau Li, semoga aja enggak. Yaudah kami pergi dulu ya”, jawba Gue


“ana ikut ya”, saut Lili

__ADS_1


Akhirnya kami bertiga berjalan menuju ruang guru. Namun, Lili hanya menunggu di luar ruangan. Dan ya, betul dugaan kami. Gue dan Dita kena ta’zir karena tidak mengerjai tugas. Gue dan Dita disuruh bersihi mesjid untuk sore hari ini. Gue dan Dita tidak bisa nolak. Karena memang kami berdua yang salah.


“gimana gimana?”, tanya Lili penasaran saat gue dan Dita keluar dari ruang guru


“kami disuruh bersihin Mesjid sore nanti”, jawab gue


“hemmm… kalian sih, pakek lupa segala”, balas Lili


“aakkhh udah yuk pulang. Gue capek”, saut Dita


Akhirnya kami bertiga pun kembali ke kamar setelah membeli makan siang di kantin.


Kegiatan kami hari ini masih sama. Jam 3 nanti kami bakalan pergi ngaji lagi. Lalu setelah itu melaksanakan ta’zir membersihkan mesjid.


“Nar, kamu bersihkan yang bagian sana ya, biar ana yang bagian sini”, pinta Dita


“hemm ok”, jawab gue sambil menuju yang dipintah Dita tadi dengan membawa sapu


Tak terasa, waktu sholat Maghrib hampir tiba.


“waahh rajin banget Nara”, saut abah Faiz yang tiba tiba berada di depan gue yang ditemani oleh salah satu santri putra


“eh abah, hehehe iya bah”, jawab gue gugup


“gilak, ganteng banget yang dibelakang abah”, saut gue dalam hati


“yaudah kalau gitu abah masuk ke dalam ya”, saut abah


“iya bah, silahkan”, jawab gue sambil menundukan pandangan karena malu


“Dit gue udah selesai, udah yuk balik, kita kan juga mau bersih bersih mau sholat maghrib”, pintah gue


“yuuk”, saut Dita


Setelah selesai membersihkan mesjid, gue dan Dita kembali ke kamar untuk bersih bersih sebelum melaksanakan sholat maghrib.


“aakkhhh ketampanan laki laki tadi terngiang ngiang di kepalaku”, saut gue dalam hati sambil memikirkan santri putra tadi.

__ADS_1


*NEXT*


__ADS_2