Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Arti Sahabat


__ADS_3

Sahabat adalah dua orang atau lebih yang saling memahami, memberikan support, selalu ada dalam suka maupun duka, setia selalu bersama dan didalam persahabatan jika ada yang berbuat salah maka dengan mudah memaafkan dan saling memahami.


Bukan perkara mudah menemukan orang yang bisa menerima kita apa adanya. Terkadang, ada saja masalah atau perbedaan karakter yang membuat kita saling bergesekan dan memutuskan untuk menjauh. Kalau kamu sudah menemukan sosok itu, bersyukurlah. Karena, tak semua orang di dunia ini beruntung bisa menemukan kawan sejati semasa hidupnya.


“kita akan selalu bahkan selamanya menjadi sahabat”, saut lili memeluk kami berdua


Gue dan Dita pun membalas pelukan Lili dengan kehangatan.


“kita harus saling support, saling jujur satu sama lain”, jelas Lili


“maaf… sebenarnya tadi gue ke perpus itu bukan untuk nyarik buku, tapi ketemu sama santri putra”, saut Dita sambil menunduk malu


“apa? Lo ketemu sama siapa Dit?”, tanya gue kaget dan penasaran

__ADS_1


“gue ketemu sama Rayyan. Tapi kalian jangan nethink dulu. Dia itu teman gue dulu semasa SMP. Gue juga kaget kalau ternyata dia masuk ponpes ini juga. Dia itu teman berantam gue dulu. Jadi kemaren, yang pas lo gak masuk ngaji itu Nar, nah disitu gue gak sengaja jumpa dia pas di kantin. Yaudah deh, terus dia ngajak ketemu di perpus pas jam pulang sekolah, yaudah gue temui aja. kalian jangan bilang bilang sama ustadzah ya, gue takut salah paham”, jelas Dita


“oh gitu. Teman berantam lama lama bisa jadi suka. Kayak judul novel gitu “Benci berubah jadi cinta”, ledek gue


“ih apaan sih lo Nar, gak ada itu. Gue sama dia gak mungkin ada rasa”, jelas Dita lagi


“eh jangan bilang gitu loh. Ntar kalian jodoh hayoo”, ledek Lili


“jadi karna jumpa sama dia lo mengikhlaskan Fachri untuk gue Nar?”, ledek gue lagi


“enggak gitu Nar. Ih kalian ini. Dah lah malas”, jawab Dita sedikit merengut


“hahaha enggak Dit, kami hanya bercanda kok”, jelas gue

__ADS_1


“uluh uluh, Dita gemesh deh kalau merengut”, sambung gue lagi sambil membujuk Dita


Akhirnya kami bertiga tertawa dengan gelinya.


"Jangan berjalan di belakangku, aku tak akan memimpin. Jangan berjalan di depanku, aku tak akan mengikutimu. Cukup berjalan di sampingku dan jadilah sahabatku."


*NEXT*


Hai sobat novel, tetap stay terus yaaa...


Jangan lupa like, klik favorit dan berikan votenya, dan tulis komentar kamu untuk memberikan motivasi kepada author


Stay terus yaaa❤️

__ADS_1


__ADS_2