Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Rindu Ayah


__ADS_3

Sebenarnya gue berat untuk masuk ke pesantren. Gue ingin masuk sekolah umum biasa. Namun, ini adalah permintaan terakhir ayah. Gue hanya ingin ayah tenang dan bahagia disana. Bagaimana pun ini adalah yang terbaik untuk gue.


Setelah mama gue mengabari umi Henni yang disana untuk didaftarkan, gue pun mau tak mau harus masuk pesantren.


"Sayang... Minggu depan kamu berangkat ke Yogyakarta ya, karena kamu akan masuk pesantren", saut mama gue


"Iya ma", saut gue dengan sedikit lesuh


"Ma... Besok Nara mau ziarah ke makam ayah ya ma", sambung gue


"Mau mama temenin?", Tanya mama gue


"Gak usah ma. Nara sendiri aja", jelas gue


"Ok"


Tanpa banyak bicara lagi, gue kembali ke kamar. Setelah ayah meninggal, gue lebih sering mengabiskan waktu didalam kamar. Rasanya gue merasa tenang berada di dalam kamar. Gue jadi malas untuk keluar rumah.


***


"Assalamu'alaikum yah. Ayah, Nara datang", saut gue saat berada di samping makam ayah

__ADS_1


"Uuhh kenapa udah kotor sih makam ayah, biar Nara bersihkan dulu ya yah", sambung gue


Sambil membersihkan makam ayah, gue juga membaca surah Al-fatihah. Setelah makam sudah kelihatan bersih, gue kembali mengambil yasin yang berada didalam tas gue dan membacanya.


Gue memang belum terlalu mahir dalam membaca yasin, namun gue akan mencobanya dan membaca sebisanya gue saja.


Tak lupa juga gue membaca doa untuk ayah dan menaburkan bunga juga air agar makam ayah terlihat indah dan subur.


"Ayah... Nara disini. Nara kangen ayah. Ayah baik baik aja kan disana?. Nara kesepian gak ada ayah. Nara kangen suara ayah. Nara kangen kita sarapan bareng dimeja makan, rebutan smoothies, Nara kangen semuanya. Ayah kenapa gak berpamitan sama Nara sebelum ayah pergi?. Maafkan Nara karena belum sempat membahagiakan ayah dan mama. Oh iya yah, mama kuat banget loh yah, Nara tau sebenarnya mama juga hancur hatinya saat meninggalnya ayah, tapi mama tetap terlihat tegar dan kuat agar Nara tidak ikutan sedih. Kata mama Nara harus ikhlas agar ayah bahagia dan tenang disana. Sekarang Nara udah ikhlas kok yah. Nara udah paham semuanya. Nara juga udah tau semuanya yah. Oh iya Nara juga mau ngasih tau ayah, Nara akan mengwujudkan impian ayah, Nara akan masuk pesantren sesuai keinginan ayah. Sebenarnya Nara pengen masuk sekolah umum biasa tapi Nara tau ini adalah keinginan ayah, Nara akan mengwujudkannya agar ayah tenang dan bahagia disana. Nara juga tau, pilihan orang tua adalah pilihan yang terbaik untuk anaknya. Nara ingin kita bertiga bisa berkumpul di syurga", cerita gue ke ayah. Yang tak ada balasan suara apa apa.


"Ayah, Nara pulang dulu ya. Nanti Nara kesini lagi. Kasihan mama sendirian dirumah. Assalamu'alaikum yah", sambung gue


"Assalamu'alaikum ma", sapa gue memasuki rumah


"Wa'alaikumsalam", jawab mama gue


"Gimana? Udah ketemu ayah?", Tanya mama gue


"Udah ma. Nara mau cuci muka dulu ya ma", jawab gue menundukkan pandangan, agar mama gak ngeliat kalo gue habis nangis


"Ok sayang, habis itu kamu makan ya", saut mama gue

__ADS_1


Malam ini, rasa kangen gue ke ayah semakin besar. Gue kembali mengingat kenangan gue bersama ayah, melihat video dan foto yang pernah di abadikan. Air mata gue kembali membasahi pipi gue


"Ayaahhh....", Saut gue pelan


"Nara... Belum tidur sayang?", Tanya mama gue yang tiba tiba saja masuk ke kamar gue


"Belum ma", jawab gue dengan suara sedikit serak karena sambil nangis


"Nara kenapa?"


"Nara rindu ayah ma. Nara ngeliat video bersama ayah", jawab gue


"Uuhhh sayang", saut mama gue sambil memeluk erat tubuh gue


Gue dan mama larut dalam tangisan sambil melihat video kami bersama alm ayah.


Malam ini mama gue tidur dikamar gue untuk menemani gue sampai pagi.


Ayah... I love you so much


*NEXT*

__ADS_1


__ADS_2