Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Antara Maghrib dan Isya


__ADS_3

Allahuakbar Allahuakbar


Adzan Maghrib telah berkumandang. Para jama'ah sholat maghrib mulai memasuki mesjid.


Seperti yang dibilang oleh Lili di awal, bahwa setelah sholat maghrib selalu ada ngaji bersama. Gue penasaran, sebagus apa sih suara ngaji yang dibilang oleh Lili?


"Baiklah, semua santri silahkan mengambil Al-Qur'an nya dan dibaca sesuai grup ngajinya masing masing", saut ustadzah Aida


"Baik ustadzah", jawab para santri serentak.


Gue, Lili dan Dita 1 grup. Kami membaca ayat suci Al-Quran secara bergantian. Hingga 10 menit mau adzan isya kami di suruh berhenti karena akan ditutup oleh bacaan ayat suci oleh santri putra.


"Ini dia yang ditunggu-tunggu", saut Lili sambil tersenyum tipis


Gue dan Dita hanya terdiam bingung.


أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


اَلرَّحْمٰنُ (١)


عَلَّمَ الْقُرْاٰ نَ (٢)


خَلَقَ الْاِ نْسَا نَ (٣)


عَلَّمَهُ الْبَيَا نَ (٤)


اَلشَّمْسُ وَا لْقَمَرُ بِحُسْبَا نٍ (٥)


وَّا لنَّجْمُ وَا لشَّجَرُ يَسْجُدٰنِ (٦)


وَا لسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَا نَ (٧)


اَ لَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَا نِ (٨)


وَاَ قِيْمُوا الْوَزْنَ بِا لْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَا نَ (٩)


وَا لْاَ رْضَ وَضَعَهَا لِلْاَ نَا مِ (١٠)


.....


.....


.....


"Masya Allah", saut gue


"Adem kali didengar", sambung Dita


"Tuh kan apa ana bilang", jawab Lili


"Ya Allah... Adem banget dengarnya, ini kali pertama gue dengar orang baca ayat suci Al-Quran sebagus ini. Nyaman banget", saut gue dalam hati sambil menutup mata menikmati setiap lantunan ayat suci Al-Quran yang gue dengar. "Antara Maghrib dan Isya yang termanis yang hadir dalam hidup gue"


"Aduuhh yang baca siapa sih? Gue gak bisa lihat wajahnya", saut Dita penasaran


"Kamu bakalan tau nanti", jawab Lili yang membuat kami semakin penasaran


Tak gue hiraukan percakapan Dita dan Lili. Gue hanya menikmati lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh orang misterius.


Hingga selesai dibaca. Para jama'ah pun melaksanakan sholat isya yang dipimpin oleh abah Faiz.


"Ih sumpah, ana jadi penasaran dengan orang tadi", saut Dita yang sambil berjalan ke arah kamar kami setelah melaksanakan sholat isya.


"Kalian bakalan tau sendiri siapa dia", jawab Lili yang tidak ingin memberitahu kami


"Woii Nar, lo kenapa senyum senyum sendiri?", Tanya Dita ke gue


"Halooo Nara...", Kini disambung oleh Lili

__ADS_1


"Nar, kesambet lo ya?", Tanya Dita sambil memukul bahu gue


"Eh... Hah? Kenapa?", Tanya gue balik


"Kamu kenapa sih Nara?", Tanya Lili


"E.. gak papa. Emang kenapa?", Jawab gue


"Kamu itu dari tadi senyum senyum sendiri, dipanggil kagak nyaut", saut Lili


"Hehehe... Gak papa kok", jawab gue santai


"Udah yuk ke kamar, gue lapar. Makan apa kita?", Lanjut gue


"Eehhhmmm...", Gumam Dita sambil berpikir


"Gue pengen martabak manis", jawab Lili


"Yuk belik", pinta gue


"Emang boleh keluar?", Tanya Dita


"Boleh sih kalau permisi dulu", jawab Lili


"Oh iya, lo kan keponakannya umi Henni", lanjut Dita


"Yaudah nanti gue yang bilang ke umi Henni", ucap gue


"Yaudah yuk kita letak mukenah dulu", lanjut gue


Sebelum pergi beli martabak, kami bertiga pergi ke kamar terlebih dahulu untuk meletakkan mukenah kami. Setelah itu kami pergi kerumah umi Henni untuk permisi beli martabak.


"Assalamu'alaikum Umi", ucap gue memasuki rumah umi


"Wa'alaikumsalam. Masuk Nara", jawab umi dari arah dalam


Deg ...


Jantung ku berdebar ketika melihat santri putra yang duduk di dalam rumah umi Henni.


"Itu cowok yang gue temui di mesjid tadi sore sama abah Faiz", saut gue dalam hati


"Nara, ada apa?", Tanya umi Henni lagi


"Ehmm.. umi sebenarnya Nara mau izin", jawab gue agak sedikit takut


"Umi, saya balik dulu ya umi", saut santri putra itu memotong pembicaraan gue


"Eh iya nak", jawab umi


"Assalamu'alaikum umi", lanjut santri putra itu


"Wa'alaikumsalam", balas umi


Gue hanya tertunduk melihat ketampanan santri putra tersebut. Nanti gue jelaskan siapa dia di bab selanjutnya...


"Mau izin apa Nara?", Tanya umi


"Begini umi, kami bertiga izin pergi keluar untuk membeli makanan, apakah boleh umi?", Tanya gue


"Mau beli apa kalian? Kalian belum makan?", Tanya umi balik


"Mau belik martabak umi", jawab gue


"Ooohh boleh dong. Kalian tau belinya dimana?", Tanya umi lagi


"Ana tau umi", jawab Lili


"Baik lah, boleh. Tapi setelah beli martabak kalian langsung balik ke pesantren ya, udah malam bahaya diluar. Lili kamu jaga mereka ya", jelas umi

__ADS_1


"Baik umi", jawab Lili


"Makasih umi. Assalamu'alaikum umi", saut gue sebelum meninggalkan rumah umi Henni


"Wa'alaikumsalam, hati hati kalian ya", jawab umi


"Eh itu tadi siapa? Ganteng bangeett", tanya Dita


"Mau tau banget?", Ledek Lili


"Iihh Lili mah gitu", rengek Dita


"Udah deh malas ah", sambung Dita


"Iya iya nanti gue kasih tau. Tuh tempat martabaknya", saut Lili sambil menunjuk ke arah gerobak martabak


Setelah kami membeli martabak, kami segera mungkin untuk kembali ke pondok. Karena takut umi marah.


Sampai di ponpes kami langsung menyantap martabak manis itu dengan lahap.


"Enak banget martabaknya. Dah lama gue gak makan martabak", saut gue


"Iya betul, gue juga", lanjut Dita dengan mulut yang masih penuh dengan potongan martabak.


"Dit, di kunyah dulu baru ngomong", saut Lili


"Besok kalian ada tugas gak? Jangan sampe kena ta'zir lagi", sambung Lili


"Aman kalau besok mah", jawab Dita


"Kalau kena ta'zir lagi mah gak papa asal ketemu santri putra itu lagi", saut gue dalam hati


"Hah mulai deh si Nara senyum senyum sendiri", saut Dita


"Nara", panggil Lili


"Iya kenapa?", Tanya gue


"Lo yang kenapa? Senyam senyum kek orang gilak lo", ledek Dita


"Lo yang gilak", lanjut gue gak mau kalah


"Udah udah... Ini efek martabak terenak ini mungkin ya hahaha", ucap Lili sambil ketawa


"Iya betul, enak banget martabak nya", sambung Dita


Setelah menyantap martabak yang terenak itu, kami pun istirahat. Mulai memasuki dunia mimpi masing-masing.


ANTARA MAGHRIB DAN ISYA


WAKTU YANG MEMBUAT GUE JATUH HATI PADA PESANTREN


MEMBUAT GUE NYAMAN TINGGAL DISINI


WAKTU TERMANIS YANG BELUM PERNAH DATANG DALAM HIDUP GUE


LANTUNAN AYAT SUCI YANG MELELEHKAN HATI


SIAPA PUN YANG MENDENGAR INI GUE YAKIN MEREKA BAKALAN RASAKAN APA YANG GUE RASAKAN


TERBIUS DENGAN SUARANYA KETIKA MELANTUNKAN AYAT SUCI AL-QUR'AN, BUKAN KARENA SUARANYA YANG MENGUCAPKAN RIBUAN RAYUAN GOMBAL


*NEXT*


Hai sobat novel, tetap stay terus yaaa...


Jangan lupa like, klik favorit dan berikan votenya, dan tulis komentar kamu untuk memberikan motivasi kepada author


Stay terus yaaa❤️

__ADS_1


__ADS_2