
Tiin tiin ...
Klakson suara mobil bernuansa putih pun tiba di depan rumah umi.
"Nah itu tamunya sudah tiba", saut umi yang berada di sebelah gue
Gue pun langsung keluar untuk melihat siapa tamu spesial itu.
"Siapa sih?", Tanya gue
Deg...
Mata gue melotot melihat tamu spesial yang dibilang umi semalam.
"A'a Fachri", gumam gue dalam hati yang masih keliatan bingung.
"Assalamu'alaikum", sapa keluarga A'a Fachri
"Wa'alaikumsalam. Silahkan masuk. Waahhh Alhamdulillah sampai juga ya", balas umi Henny.
Gue yang masih kelihatan bingung, gak tau mau ngomong apa dan masih seperti patung berdiri di area halaman rumah umi.
Gue sangat kaget dengan surprise kakek. Dan gak tau apa selanjutnya yang kakek rencanakan.
Para tamu pun di giring masuk ke dalam rumah dan sudah terdapat banyak makanan di meja tamu.
"Waahh repot repot", saut seorang wanita yang sepertinya itu adalah mama A'a Fachri.
"Ih gak papa atuh. Kan kalian tamu spesial kami hari ini. Ayuk di minum teh nya", saut umi Henny ramah.
"Ma, ini ada apaan sih?", Bisik gue ke mama gue yang duduk disebelah gue.
"Mama juga gak tau. Yaudah kita ikutin aja acara hari ini. Ini rencana kakek", jawab mama gue.
Mendengar mama bilang seperti itu, gue pun terdiam dan mengikuti acara yang dibuat oleh kakek.
__ADS_1
"Kak Nar, ini ada apaan sih? Dan itu siapa?", Tanya adik sepupu gue.
"Kakak juga kagak tau. Tapi kalo laki-laki yang duduk disana itu, itu A'a Fachri. Dia itu dulu senior kakak pas di pesantren ini", jelas gue.
"Oh gitu. Terus mau ngapain dia kesini? Dan kenapa dia dibilang tamu spesial?"
"Ih kakak gak tau. Kita liat aja nanti ya. Kakak juga kaget pas dia datang"
Sumpah, gue sangat sangat bingung dengan hari ini. Tapi ya gue juga kangen sama A'a Fachri. Gantengnya masih awet hahahah. Makasih kek udah buat acara ini wkwk.
"Baiklah. Semuanya sudah ngumpul kan. Langsung aja ya kita mulai", saut abah Faiz
"Ih kok gue deg deg an ya", gumam gue dalam hati.
"Pertama tama saya ucapkan selamat datang untuk keluarga ustadz Syahrul Ar-Rayn. Mungkin ini bisa dibilang dadakan ya ustadz. Tapi Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan untuk bisa ngumpul dirumah saya ini. Ok, mungkin semuanya masih bingung ya ini acara apa? Ya memang saya, umi Henny dan kakek tidak memberitahu keluarga semua tentang kedatangan keluarga ustadz Syahrul. Cuman kami bilang kalau ada tamu spesial. Akan saya kasih tau semuanya. Ini adalah rencana dari kakek sebenarnya. Tapi mungkin lebih baik ustadz Syahrul saja yang memberitahu semuanya hahaha. Baiklah silahkan ustadz", jelas abah Faiz
"Ini acaranya gak formal kali kan, mungkin lebih enak santai aja ya ngomongnya hahaha. Ok baiklah. Pertama saya ucapkan terimakasih atas jamuan dari keluarga abah Faiz. Ini sangat sangat luar biasa. Memang betul seperti tamu spesial kami ini ya hahaha. Pantes Saya lihat semuanya pada bingung ketika kami datang, terutama adek Nara yang cantik jelita...", Jelas ustadz Syahrul
"Hah? Kok jadi gue yang kenak? Aduuhh malu kali gue", gumam gue dalam hari dengan begitu kaget.
"Tuh kan, Masya Allah cantik banget senyumnya. Seneng banget saya kalau adek Nara ini menjadi menantu abi...", sambung ustadz Syahrul
Deg...
Jantung gue berdebar ketika mendengar kata kata ustadz Syahrul
"Mungkin lebih baik ke intinya aja ya. Kasihan dek Nara nya udah tersipu malu. Udah bingung juga. Jadi gini, maksud kedatangan kami kesini ialah ingin meminta izin ke keluarga semua, bahwa anak saya yang bernama Fachri ini ingin berta'aruf dengan adek Nara. Saya tau semuanya pasti kaget mendengar ini semua, terutama adek Nara dan mama nya. Sebelumnya saya sudah membicarakan ini semua ke abah Faiz dan kakek. Dan ternyata abah Faiz dan begitu pun kakek juga memiliki keinginan yang sama yaitu ingin menjodohkan anaknya dengan anak saya. Ya cuman karena anaknya abah Faiz laki-laki semua, jadi beliau ingin menjodohkan Nara yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri. Dan saya juga sempat kaget, ternyata anak saya ini juga sudah lama menyukai adek Nara. Waaahh kebetulan banget ya kan. Ya tanpa buang waktu dan waktu juga sepertinya sudah tepat, jadi saya sebagai abi beliau ini ingin meminta izin. Apakah diterima niat baik kami ini?", Jelas ustadz Syahrul
"Mungkin mama Nara bisa jawab", saut abah Faiz
"Saya juga masih kaget dengan niat pak ustadz datang kesini, dan rencana abah Faiz dan juga kakek. Gimana ya, kalau saya sih, saya serahkan semuanya ke anaknya saja, Ke Nara. Kalau anaknya setuju ya mama juga setuju. Kan yang jalanin kedepannya mereka berdua, saya sebagai orang tua hanya bisa mendoakan dan mengarahkan yang terbaik untuk mereka. Bener loh saya sangat kaget dengan acara hari ini. Ya Allah", jawab mama gue.
"Gimana Nara?", Tanya abah Faiz.
Aduuhh gue gak tau mau ngomong apa. Belum ada persiapan apa apa dari diri gue sendiri. Ini super duper mendadak.
__ADS_1
"Aduuhh gimana ya. Nara juga kaget banget. Masih bingung mau jawab apa. Tapi Nara ucapkan banyak terimakasih untuk keluarga ustadz Syahrul sudah datang dengan niat baiknya. Nara seneng dengarnya, tapi ya Nara juga masih bingung. Nara juga baru balik dari Turki kemaren lusa, dan soal acara ini sama sekali Nara tidak tau. Jadi belum ada persiapan untuk menjawabnya. Tapi Nara sangat senang dengan kedatangan keluarga ustadz Syahrul hari ini", jelas gue.
"Jadi kamu jawab diterima atau enggak sayang?", Tanya abah Faiz lagi.
"Hemm... Mungkin Nara butuh waktu untuk menjawab nya abah. Boleh gak kalau Nara minta waktu ustadz? Oh iya kalau Nara boleh tau, ini maksudnya dilamar ya ustadz?", Tanya gue.
"Bukan sayang. Saat ini kami hanya menanyakan Nara mau gak berta'aruf sama A'a Fachri? Nah kalau Nara terima, maka selanjutnya baru tahap yang lebih serius, tahap ta'aruf itu tahap untuk saling mengenal lebih dekat. Gitu sayang", jelas ustadz Syahrul.
"Oh gitu ustadz, heheh Nara gak tau ustadz. Maaf ustadz"
"Iya gak papa nak"
"Jadi gimana sayang?", Tanya mama gue.
"Nara mau minta waktu untuk jawab. Gimana ustadz. Mohon maaf ya ustadz", jawab gue.
"Iya nak gak papa. Kalau begitu gimana nak Fachri?", Tanyq ustadz ke A'a Fachri.
"Gak papa bi. untuk mendapatkan hal yang terbaik kan harus ada kemantapan hati bi. kita kasih waktu untuk ukhti Nara agar bisa memantapkan hatinya.", jawab A'a Fachri.
"Yaudah kalau gitu abah kasih waktu selama seminggu ya sayang. gimana?"
"Baik ustadz. Insyaallah di hari ke 7 Nara kasih jawaban Nara"
"Ok nak"
Setelah selesai berbincang-bincang tentang niat baik mereka datang ke rumah umi, kami pun makan siang bersama.
Hari ini benar-benar hari yang mengejutkan bagi gue. Gue gak tau mau jawab apa. Benar-benar blank.
"untuk mendapatkan seseorang yang tepat harus ada perjuangannya"
Kira-kira di hari ke 7 Nara bakalan jawab terima atau enggak ya?...
*NEXT*
__ADS_1