Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Yogyakarta


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Besok gue akan pergi ke Yogyakarta dan bakalan masuk pesantren.


"Ma, Nara mau ke makam ayah dulu. Karena besok Nara udah di Yogya", pintah gue


"Ok sayang. Mama juga ikut ya", saut mama gue


"Ok ma"


Pagi ini, sebelum gue beres beres untuk keberangkatan ke Yogya besok, gue sempatkan untuk ziarah ke makam ayah.


"Assalamu'alaikum ayah", sapa gue saat sudah berada disamping makan ayah


"Kita bersihkan dulu yok sayang makan ayah. Setelah itu kita berdoa", jelas mama gue


Kami pun membersihkan makam ayah dan melakukan ziarah seperti biasanya.


"Ayah... Besok Nara mau mengwujudkan impian ayah. Nara bakalan pergi ke Yogyakarta, Nara mau masuk pesantren. Ayah tidak perlu khawatir, Nara bisa jaga diri. Nara janji Nara tidak akan


mengecewakan ayah", saut gue bercerita


"Ayah... Anak kita hebat, dia bakalan masuk pesantren. Dia mau mengwujudkan impian ayah katanya biar ayah tenang dan bahagia", sambung mama gue yang ikutan bercerita


Setelah puas bercerita dengan ayah yang pastinya tidak ada balasan apa pun dari ayah. Kami pergi meninggalkan makam ayah untuk kembali pulang.


Setelah sampai dirumah, gue mulai mengemas barang barang gue untuk gue bawak ke pesantren.


"Sini mama bantui sayang", saut mama gue yang tiba tiba sudah di samping gue


"Eh mama.. ok ma", jawab gue


"Emm.. mama yakin gak papa tinggal disini sendiri?", Tanya gue


"Mama nanti tinggal dirumah oma. Rumah ini bakalan mama sewain, jadi biar ada pemasukan juga untuk kita sayang", jelas mama gue


"Oh gitu... Ok ma", jawab gue


"Kamu tidak perlu khawatirkan mama, mama bisa jaga diri baik baik sayang. Ntar kalo mama kangen kamu, mama bisa nyusul kamu ke Yogyakarta. Atau kalau kamu kangen mama, kamu bisa nelpon mama", sambung mama gue


Gue hanya membalas dengan senyuman tipis.


"Mama nanti sampai sana jangan langsung pulang ya. Nginap dulu di tempat umi Henni 1 atau 2 hari. Kan masih ada waktu 3 hari untuk masuk pesantren nya", pinta gue


"Iya sayang, nanti mama tinggal disana 1 hari aja ya. Mama juga harus jaga oma di sini, dan om Zay juga mau kerja nanti kan sayang", jelas mama gue


"Hemm ok deh ma", jawab gue


Setelah mengemas barang yang akan gue bawak besok, kami pun beristirahat. Kali ini gue pengen tidur di samping mama.


"Ayah... Besok Nara berangkat ke Yogya", saut gue dalam hati


***


"Nara... Ayok berangkat sayang. Om Zay udah nunggui nih", teriak mama gue dari arah luar


"Iya sabar ma", jawab gue

__ADS_1


"Ayah, Nara pergi dulu ya", saut gue pelan


Perjalanan gue menuju rumah umi Henni memakan waktu hampir 5 jam. Perjalanan kali cukup lancar. Ramai namun tidak terlalu padat.


Ssstt


Mobil berhenti tepat didepan rumah bernuansa putih itu. Rumah umi Henni berada di pekarangan pesantren, hanya saja rumah umi Henni berada di paling depan. Jadi saat memasuki kawasan pesantren, maka rumah umi Henni deluan lah yang ditemui.


"Assalamu'alaikum", saut kami berbarengan ketika keluar dari mobil


"Wa'alaikumsalam. Aduhh...apa kabar Nara?", Saut umi Henni menyapa kami


"Alhamdulillah baik umi", jawab gue sambil mencium punggung tangan umi Henni


"Ayok masuk masuk. Udah ditunggui sama kakek didalam", saut umi Henni ramah


"Assalamu'alaikum kakek", sapa gue mencium punggung tangan kakek


"Wa'alaikumsalam... Wahh udah besar ya cucu kakek. Terakhir kemari masih kecil", jawab kakek gue yang sedang duduk di kursih roda


"Kakek apa kabar?", Tanya gue


"Alhamdulillah baik sayang", jawab kakek gue ramah


Kakek gue memang sudah susah jalan. Karena usianya udah terlalu tua. Jadi pesantren ini di alihkan ke abah Faiz dan umi Henni.


Perbincangan kami pun terkesan hangat. Umi Henni begitu ramah dan sangat senang dengan kedatangan kami.


"Oh iya Nara, pesantren masuknya kan hari senin. Jadi gimana kalau besok kita keliling kota Yogya?", Tanya umi Henni


"Mama gimana? Masih disini kan besok?", Tanya umi ke mama


"Iya umi, besok mama masih disini. Tapi niatnya besok sore mau balik, karena si Zay mau kerja dan kasihan sih Mira dirumah sendirian", jelas mama gue


"Oh gitu", saut umi Henni


"Oh iya, barang barang Nara mau dimasukan sekarang ke kamar pesantren atau gimana? Untuk malam ini Nara bisa tidur di rumah umi dulu", jelas umi Henni


"Nanti aja deh umi. Malam ini biar didalam koper dulu barang barang nya", saut gue


"Ok kalau begitu. Yuk umi antar ke kamar dulu, biar barang barang nya bisa diletak disitu", pinta umi Henni


Gue belum mau masuk ke lokasi pesantren. Gue masih pengen bareng mama.


Malam ini gue tidur dengan mama gue untuk yang terakhir sebelum besok gue harus tidur sendiri atau bahkan dengan orang baru di kamar pesantren.


***


Pagi pertama di Yogya


Gue harus biasain diri gue untuk bangun cepat dan pastinya tanpa di bangunin. Gue gak mau memalukan diri gue sendiri nanti ketika di pesantren.


Pagi ini sebenarnya gue juga ada rasa penasaran dengan kegiatan santri di pagi hari. Pengen lihat suasana pesantren. Gue memutuskan untuk keluar rumah umi Henni untuk melihat suasana pesantren.


"Loh Nara udah bangun", tanya mama gue yang sudah ada berada di luar lebih awal

__ADS_1


"Eh iya ma. Mama dari mana?", Tanya gue


"Mama baru pulang dari Mesjid. Kamu udah sholat subuh?", Tanya mama


"Udah ma tadi didalam", jawab gue


"Yaudah kalau gitu mama masuk dulu ya, mau bantui umi buat sarapan", saut mama gue


"Ok ma"


Rasa penasaran gue akhirnya terbalas. Gue tau apa yang di lakukan para santri ketika di pesantren. Pertama sholat subuh berjamaah, ada yang spot, ada yang membersihkan halaman.


Hemm.... Selanjutnya bakalan gue kasih tau di bab selanjutnya..


Seperti yang di janjinya oleh umi Henni kemaren, hari ini kami bakalan keliling kota Yogya.


"Kita mau kemana umi?", Tanya gue


"Kita mau ke Malioboro. Disana ada banyak lokasi wisata yang keren", jawab umi Henni


Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.


Di kawasan Malioboro terdapat ciri khas arsitektur utama yakni jawa, china, eropa dan islam. Arsitektur eropa diwakili oleh bagunan hindis seperti gedung agung, benteng Vrederburg. Kawasan pecinan bisa ditemui di sekitar Ketandan. Arsitektur jawa terdapat di kompleks kepatihan.



Gue menikmati hari ini bersama mama gue dan yang lainnya sebelum besok gue harus berpisah dengan mereka kecuali umi Henni.


Cukup banyak yang gue lakukan di jalan yang terkenal ini. Berfoto, berkuliner, dan lainnya. Gue merasa kurang puas karena sore hari kami harus balik ke rumah umi Henni.


Saat sampai kembali di rumah umi Henni, ada perasaan sedih didalam hati ku.


"Nara, mama langsung balik ya sayang. Kamu jangan nakal nakal disini. Kalo kamu kangen mama kamu bisa bilang ke umi biar nanti umi telpon mama. Kamu harus rajin rajin ya sayang belajarnya. Mama sayang kamu", saut mama gue dengan mencium kening gue


"Iya ma. Nara janji Nara akan buat mama dan ayah bangga. Nara gak akan nakal disini. Mama juga jaga diri baik baik ya disana. Nara juga sayang mama", jawab gue sambil memeluk erat mama gue yang tanpa sengaja air mata gue mulai jatuh


"Jangan nangis dong sayang. Anak mama kan hebat. Mama yakin Nara pasti bisa", saut mama gue menyemangati gue dan mengusap air mata gue


"Udah udah... Mama pulang ya sayang", saut mama gue


"Iya ma, hati hati ya ma", jawab gue


"Nara anak kuat. Gak boleh nangis dong. Senyumnya mana?", Tanya om Zay yang mencoba menghibur gue


"Iya om. Hati hati ya om", balas gue


"Aku janji bakalan jaga Nara disini. Kamu jangan khawatir ya", saut umi Henni ke mama


"Daahh sayang. Assalamu'alaikum", saut mama gue yang sudah berada di dalam mobil om Zay


"Wa'alaikumsalam", wajib gue dan umi Henni


"Mamaaa...", Panggil gue saat mobil sudah mulai pergi dari pekarangan rumah umi Henni


Tangis gue kembali pecah

__ADS_1


*NEXT*


__ADS_2