Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Pesantren


__ADS_3

Setelah mama dan om Zay pulang, gue di antar oleh umi Henni ke lokasi pesantren, lebih tepatnya ke kamar gue.


"Assalamu'alaikum", saut umi Henni saat berada tepat didepan kamar gue


"Wa'alaikumsalam umi", jawab 2 orang santri putri yang berada di dalam kamar tersebut


"Kalian dapat teman baru nih. Kenalin ini namanya Naraya Zeina. Dia sudah menjadi santri juga. Bolehkan dia sekamar dengan kalian?", Tanya umi Henni


"Tentu boleh dong umi. Kenalin, ana Lili", saut salah satu santri


"Gue Nara", jawab gue sambil berjabat tangan


"Kalau gue Dita", saut yang lainnya


"Ok. Karena udah saling berkenalan berarti udah jadi teman. Kalau begitu kalian berdua tolong bantui Nara ya untuk lebih mengenal tentang pesantren", pinta umi Henni


"Siap umi, tenang aja Dita bakalan bantui Nara", saut Dita yang keliatan senang


"Ok kalau begitu umi tinggal dulu ya.. Nara kalau ada apa apa bilang ke umi atau ke teman teman kamu ini ya. Assalamu'alaikum", saut umi Henni sebelum meninggalkan kami bertiga


"Wa'alaikumsalam umi", jawab kami serentak


"Kamu Nara berasal dari mana?", Tanya Dita


Sepertinya Dita adalah sosok yang sangat friendly, yang aktif gitu, gak bisa diem. Yaa satu frekuensi sih sama gue hahaha.


"Gue berasal dari Surabaya. Tapi gue baru balik sih ke Surabaya 1 bulan lalu", jelas gue


"Oh gitu. Emang sebelum itu dimana?", Tanya Lili


"Gue selama hampir 3 tahun di Paris", jawab gue


"Waaaww Paris? Enak banget... Gue pengen kesana", saut Dita kaget


"Iya. Gue ikot ayah gue kerja disana, tapi setelah pekerjaan nya selesai, kami balik ke Surabaya, dan bulan semalam kami baru tiba di Surabaya", jelas gue

__ADS_1


"Kalau kalian asalnya dari mana? Kalian udah lama ya disini?", Tanya gue penasaran


"Kalau Lili asalnya dari Jember. Lili disini udah 1 tahun", jelas Lili


"Kalau gue dari Jakarta. Gue baru masuk sama kayak lo", saut Dita


"Sebenarnya gue gak mau masuk sini, cuman karena keinginan keluarga, soalnya kakak Abang gue juga anak pesantren, jadi kayak keturunan gitu", sambung Dita dengan jelas


"Oh gitu. Sama, gue juga sebenarnya gak mau masuk pesantren, cuman karena ini wasiat ayah gue, jadi ya gue hanya ingin ayah gue bahagia disana. Dan pesantren ini juga punya kakek gue", jelas gue


"Oh jadi umi Henni itu bude lo?", Tanya Dita


"Iya Dit"


"Turut berduka ya atas meninggalnya ayah kamu Nara", saut Lili


"Makasih Li", Jawab gue


"Ayah kamu udah lama meninggal?", Tanya Dita penasaran


"Pas kami sampai di bandara sebulan yang lalu, tiba tiba penyakit ayah gue kambuh, dan besoknya ayah gue meninggal. Kami belum sempat pulang kerumah. Udah yuk gak usah bahas itu, gue udah ikhlas kok. Nanti gue sedih lagi ni", saut gue


"Iya gak papa"


"Sini biar aku bantui untuk nyusun barang barang kamu. Kamu tidurnya disini ya", saut Lili sambil menunjukan posisi tempat tidur gue


"Ok Lili. Makasih ya", jawab gue


Hari ini jadwal gue hanya untuk menyusun nyusun baju dan barang barang gue saja.


"Dita cepat kamu mandi. Nanti kita telat ke Mesjidnya. Kena marah ustadzah", saut Lili sambil mengetok ngetok pintu kamar mandi


"Iya sabar atuh teh", jawab Dita dari dalam


"Nara kamu tidak mandi? Cepetan kamu mandi, nanti kalau kita telat ke mesjid, kita bakalan kena marah", jelas Lili

__ADS_1


"Emang iya ya?", Tanya gue penasaran


"Iya Nar"


Setelah semuanya siap beres beres, kami bertiga pun pergi ke mesjid untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib.


"Oh iya, kalian tau gak, biasanya itu ya kalau habis Maghrib gini ada yang ngaji.. suaranya itu beh bagus banget", saut Lili


"Siapa yang ngaji?", Tanya Dita penasaran


"Ada salah satu santri. Nanti kalian pasti tau sendiri", jawab Lili yang mencoba membuat kami penasaran


"Tapi kenapa sekarang gak ada dengar suara ngaji?", Tanya gue balik


"Sekarang kan pesantren belum aktif. Mungkin yang biasanya ngaji masih di kampung. Belum banyak yang kembali ke pondok pesantren. Masih pada liburan", jelas Lili


"Aduuh... Jadinya gue gak bisa dengerin suara merdunya dong. Siapa sih dia?", Tanya Dita balik


"Nanti kalian pasti tau siapa orangnya", jawab Lili


"Kalian mau ngaji disini sambil nunggu Isya atau balik ke kamar?", Tanya Lili


"Gue balik ke kamar aja ya. Gue mau istirahat", jawab gue


"Iya sama, gue juga", lanjut Dita.


Akhirnya kami bertiga pun memutuskan untuk kembali ke kamar dan melaksanakan sholat Isya di dalam kamar saja.


Kegiatan di pondok pesantren memang belum terlalu aktif karena para santri belum semuanya kembali, masih pada di kampung.


Setelah melaksanakan sholat Isya dan membereskan semua barang barang, kami pun beristirahat. Memasuki dunia mimpi masing masing.


*NEXT*


Hai sobat novel, tetap stay terus yaaa...

__ADS_1


Jangan lupa like, klik favorit dan berikan votenya, dan tulis komentar kamu untuk memberikan motivasi kepada author


Stay terus yaaa❤️


__ADS_2