
Gue udah berjanji ke diri gue sendiri, kalau gue gak mau dekat lagi dengan A'a Fachri. Gue takut kejadian kemaren terulang kembali.
Ya sebenarnya bukan hal yang sulit bagi gue, gue juga jarang ketemu A'a Fachri. Dan gue juga bukan tipe cewek yang ngejar-ngejar cowok gitu.
Tenang aja, gak masalah bagi gue kalau harus berjauhan dengan A'a Fachri. Yang penting gue masih bisa menikmati indahnya waktu antara Maghrib dan Isya. Gak ada yang bisa menjauhkan gue dari waktu favorit gue itu.
"Nar, antum gak papa kan? Kamu baik-baik aja kan?", Tanya Lily yang seolah-olah tau kalau gue lagi gak baik-baik saja.
"Gak papa Li, gue baik kok", jawab gue berbohong.
"Cerita sama gue Nar. Kejadian kemaren gak usah lo ingat-ingat lagi", timpal Dita
"Iya Dit. gue beneran gak papa kok"
"Oh iya, lo udah ngerjai tugas dari ustadzah Aida?", Tanya Dita
"Belum, gak ngerti gue. Li ajarin kami dong", pinta gue ke Lily
"Sini biar gue bantui. Mana yang kalian gak paham?", Tanya Lily
"Yang ini Li", jawab Dita sambil menunjukan bagian yang tidak kami mengerti.
Malam ini selesai sholat Isya, kami habiskan untuk mengerjakan tugas. Sampai tengah malam pun tiba, tugas kami pun selesai.
***
"Nanti saat jam istirahat ana mau ke perpus. Kalian deluan aja ke kantin nya", saut Lily saat berada di depan tangga sekolah
"Oh ok Li. Dah Li", saut gue
Gue dan Dita pun melanjutkan perjalan kami menuju ruang kelas, sedangkan Lily pun sama.
__ADS_1
Pelajaran pertama, kedua dan ketiga pun telah selesai di laksanakan. Kini saatnya jam istirahat tiba. Seperti biasa, semua santri berhamburan keluar kelas, ada yang ke kantin dan ada juga yang ketempat lain.
Gue dan Dita saat ini memilih ke perpus. Lagi pengen baca buku aja sih hehehe. Sekalian sama Lily juga.
"Itu Lily duduk disana", saut gue sambil menunjuk ke arah Lily
"Yaudah yuk kita samperin dia", pinta Dita
Kami berdua pun berjalan menuju ke arah Lily.
"Loh kalian gak ke kantin?", Tanya Lily
"Enggak. Gue lagi pengen baca buku", jawab gue
"Gue ikut Nara aja hehehe", saut Dita
Kami bertiga pun saling membaca buku yang kami pilih. Hingga seketika...
"Nar, lo lihat deh kesana", saut Dita tiba-tiba
Gue mendapati seorang wanita dan lelaki sedang duduk berdua di satu meja di dalam perpus itu juga.
"Astaghfirullah", gumam gue dalam hati
"Udah deh biarin aja", saut gue
"Iya Nar. Tapi tuh kakak senior gitu amat ya. Padalan belum ada status apa apa diantara mereka", saut Dita
"Cinta mati mungkin"
Jujur, sebenarnya ada rasa cemburu dalam diri gue saat melihat mereka berdua. Gue jadi ingat kata-kata dia saat di Majlis Ta'lim itu. Hemm sudah lah... Gue juga gak mau menimbulkan masalah. Gue gak mau kejadian kemaren terulang lagi. Lebih baik gue fokus ke pendidikan gue. Itu lebih baik dari pada memikirkan hal yang begitu.
__ADS_1
---
Malam pun tiba.
"Eh besok kan tanggal merah, keluar yok. Bosen gue", pinta Dita
"Mau kemana?", Tanya Lily
"Kemana aja deh. Boring gue"
"Yok yok. Ke pasar festival aja", saut gue
"Dimana itu?", Tanya Dita
"Di dekat sini juga kok. Disana ada banyak jajanan, bisa foto foto juga. Lumayan lah bisa merefresh kan otak", jelas gue
"Yok"
"Tapi itu bukanya sore", saut gue
"Gak papa. Jadi pagi kita bisa beres beres dulu", saut Dita
***
Setelah beres beres semua nya dan melaksanakan sholat asar, sekitar sehabis Asar kami pun berangkat. Tapi kami tak lupa untuk meminta izin ke umi Henny, Alhamdulillah umi Henny mengizinkan.
Kami pergi menggunakan angkutan umum agar lebih irit biayanya hehehe. Sekitar menempuh perjalanan 10 menit. Kami pun tiba.
Ramai, sudah pasti dong. Apalagi saat hari libur begini. Banyak olahan makanan ringan yang tersaji disini.
Kami berkeliling-keliling menelusuri pasar yang ramai tersebut. Menikmati makanan yang kami beli, berfoto riah, menikmati udara sore dan masih banyak kali.
__ADS_1
Gue senang bangeettt... Setelah sekian lama gue gak liburan.
*NEXT*