
Setelah menyantap martabak yang terenak itu, kami pun istirahat. Mulai memasuki dunia mimpi masing-masing.
***
Kriiinggg kriinggg....
Alarm berbunyi pukul 2:30
"Astaghfirullah cuman mimpi", saut gue yang tiba tiba sadar ketika mendengar bunyi alarm
"Kamu mimpi Nar?", Tanya Lili
"Iya Li", jawab gue
"Yaudah ambil air wudhu sana biar sholat tahajud bareng", pintah Lili
Gue pun langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah sholat tahajud kami kembali memasuki dunia mimpi lagi.
Hingga ...
Allahuakbar Allahuakbar
Adzan subuh berkumandang
Seperti biasa, sebelum sholat subuh kami sudah mandi terlebih dahulu. Selanjutnya pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah.
Untuk kali ini abah Faiz tidak menyampaikan tausiahnya. Jadi para jama'ah lebih awal untuk keluar dari mesjid.
"Gue mau nyuci lah", saut gue ketika berjalan menuju kamar
"Eh hari ini jadwal gue ya yang bersihkan kamar?", Tanya Dita
"Iya Dit", jawab Lili
Sesampainya di kamar, kami mulai mengerjakan tugas kami masing masing. Gue yang nyuci baju, Dita yang membersihkan kamar, Lili yang bersihkan halaman.
__ADS_1
Setelah semua tugas selesai, kami bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. Seperti biasa, sebelum masuk ke kelas kami pergi ke kantin dulu untuk sarapan.
"Eh tadi gue mimpi", saut gue yang sedang duduk di bangku kantin
"Mimpi apa Nar?", Tanya Lili
"Hemm nanti deh gue ceritai. Nanti sore kita duduk di taman ya", jawab gue
"Ah kelamaan", sambung Dita
"Udah mau masuk Dit, gak seru kalau kepotong kepotong", jawab gue
Setelah sarapan, kami pergi ke ruang kelas masing masing.
Jam pelajaran telah di mulai, gue dan Dita dengan fokus mengikuti pelajaran tersebut sampai bel istirahat berbunyi.
"Lo gak ke kantin Dit?", Tanya gue
"Gak lah, perut gue lagi sakit. Belikan gue air minum aja Nar", jawab Dita sambil memegangi perutnya yang sakit
"Lo kenapa Dit? Ke UKS aja Dit", pinta gue
"Ok deh, tunggu ya biar gue belikan air putih", saut gue
Gue pun pergi ke arah kantin untuk beli makanan dan air putih untuk Dita. Kali ini gue pergi ke kantin sendirian, Lili, gue gak tau dia dimana. Gue kasihan dengan Dita yang sedang sakit perut, jadinya gue tidak menunggu Lili lagi.
"Astaghfirullah", saut gue kaget
"Sorry sorry, gue gak sengaja", saut gue sambil mengambil barang yang jatuh
"Ini barang nya", saut gue sambil memberikan barang yang jatuh tadi
Deg..
"Astaghfirullah", saut gue dalam hati
Gue beneran kaget, ternyata orang yang tak sengaja gue tabrak adalah santri putra yang berada di rumah Umi kemaren. Ini adalah pertemuan ke 3 gue dan dia.
__ADS_1
"Iya gak papa. Saya juga minta maaf ya", ucap santri pria tersebut
"Saya deluan. Assalamu'alaikum", lanjutnya.
Belum sempat gue jawab salamnya dia sudah pergi deluan.
"Wa'alaikumsalam", jawab gue walaupun orang nya udah tidak ada di hadapan gue
"Aduuhh bodoh banget sih gue. Kenapa bisa nabrak dia", saut gue pelan sambil memukul jidat gue sendiri. "Sumpah malu banget", saut gue dalam hati. "Kenapa sih setiap jumpa tuh orang jantung ini berdebar. Aaaakkhhh sudah lah, gak kenal juga", gumam ku dalam hati.
Gue kembali fokus membeli air putih dan membeli cemilan. Setelah itu gue kembali ke ruangan kelas.
Jadwal hari ini sama seperti biasanya. Sekolah pulang jam 12, sholat zuhur, makan siang, ngaji jam 3, sholat asar. Hanya saja sore ini gue mau ngajak Dita dan Lili ke taman belakang untuk gue ceritai mimpi gue.
"Lo mimpi apaan sih Nar?", Tanya Dita penasaran
"Ok biar gue ceritai. Gue gak tau sih siapa yang ada di dalam mimpi gue ini. Mungkin karena terus terpikirkan sama santri putra si suara merdu itu ya... Gue mimpi ada sosok laki laki datang menghampiri gue. Tapi wajah laki laki itu gak keliatan. Gue juga bingung sih sama mimpi gue. Alurnya gak jelas. Tapi dalam mimpi itu gue kelihatan senang pas jumpa sama dia. Aduuhh dia siapa sih?", Jelas gue
"Ya ampun Nara. Kok bisa segitu nya sih. Sampai kebawa mimpi segala", saut Lili
"Berarti lo semalam senyum senyum sendiri karena mikiri santri putra itu?", Tanya Dita
"Ayo dong, kalian tau gak sih siapa santri putra itu? Kalau gak, coba deh kalian kasih tau caranya biar gue gak kepikiran terus sama tuh orang", saut gue
"Sebenarnya santri putra yang memiliki suara merdu itu udah pernah kita jumpai", jelas Lili
"Hah? Siapa? Yang mana?", Tanya gue yang sangat penasaran
"Iihh sabar dulu dong. Nanti gue kasih tau orangnya kalau ketemu lagi", timpal Lili
"Gue juga penasaran sih", saut Dita
"Yaudah yuk balik ke kamar. Bersih bersih, udah mau maghrib ni", pinta Lili
"Yuk yuk, gue gak sabar pengen dengar suara merdu itu lagi", sambung gue
Kami bertiga pun kembali ke kamar untuk bersih bersih sebelum menunaikan shalat Maghrib.
__ADS_1
*NEXT*