
Hari hari telah berganti. Besok adalah hari ke 7 setelah hari mengejutkan itu tiba. Besok gue harus memberi jawaban ke keluarga A'a Fachri.
Kali ini, ngumpulnya di Surabaya, kota kelahiran gue dan juga kota tempat tinggal keluarga A'a Fachri.
Mungkin malam nanti keluarga gue bakalan datang ke rumah oma, untuk menyambut hari esok.
"Nara, yuk temenin mama belanja ke pasar", pinta mama gue.
"Ok ma", jawab gue .
Gue dan mama pun pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan yang akan di masak untuk menyambut tamu besok.
Sebenarnya gue masih gak percaya, bisa secepat ini seseorang datang untuk mengajak gue ta'aruf. Ya memang bisa dibilang usia gue sudah memasuki usia yang pantas untuk berumah tangga.
Sekitar 1 jam menemani mama belanja ke pasar. Kami pun tiba dirumah dengan wangi pasar yang khas yang kami bawak hahaha.
Setelah membersihkan diri, gue membantu mama untuk memasak makanan untuk hari ini.
Seperti yang sudah gue bilang, keluarga gue pun satu persatu telah tiba. Termasuk keluarga abah Faiz yang berasal dari Yogyakarta. Ada yang sebagian datang hari ini, ada yang memilih untuk datang besok.
Malam pun tiba. Hampir seluruh keluarga gue sudah berdatangan, terutama yang berasal dari luar kota Surabaya.
"Nara, gimana untuk besok?", Tanya umi Henny.
Saat ini gue disuruh duduk bersama dengan umi Henny, abah Faiz, kakek, mama dan juga oma.
"Insya Allah besok Nara kasih jawaban umi", jawab gue.
"Kamu sudah pikirkan matang-matang? Udah sholat istikharah?".
"Udah umi. Cuman Nara kan belum kenal dengan A'a Fachri lebih dalam. Semasa jadi santri Nara juga gak dekat dengan beliau. Jadi ini kan belum yang jawaban kayak dilamar gitu kan umi?".
"Belum Nara. Ibarat ini itu jawaban kalau kau mau berta'aruf dengan A'a Fachri. Nah dari setelah ini kamu kenal lebih dalam dengan beliau, dan minta petunjuk dari Allah, apakah dia yang terbaik untuk mu atau bukan, lalu jika sudah sama-sama mantap makanya selanjutnya ke tahap yang serius", jelas umi.
"Baik umi"
***
Pagi hari pun tiba. Acara hari ini akan dimulai sehabis sholat zuhur.
Gue membantu menyiapkan acara hari ini, mulai dari bersih bersih ruangan, menyiapkan makanan, dan termasuk mempersiapkan diri gue sendiri.
5 menit menjelang adzan zuhur gue pun siap siap, memakai pakaian yang bagus dan tidak lupa untuk sholat zuhur, berdoa semoga di mudahkan dan semoga apa yang gue lakukan selalu Allah ridhoi.
Suara mobil pun mulai terdengar. "Keluarga A'a Fachri sudah tiba. Aduuhh, Bismillahirrahmanirrahim", saut gue saat melihat mobil bernuansa putih memasuki pekarangan rumah oma dari balik jendela kamar.
"Nara, sudah tiba tuh", saut seseorang dari arah luar kamar.
"Iya, udah siap ni", jawab gue.
"Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah bantu Nara", gumam gue sambil melihat diri gue di balik cermin.
__ADS_1
"Uuuhhff Bismillah", saut gue sambil berjalan kearah luar kamar.
Gue pun menyambut keluarga beliau dengan mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan mempersilahkan untuk masuk dan duduk di sofa.
"Assalamu'alaikum, waahh cantik banget", sapa ustadz Syahrul.
"Wa'alaikumsalam ustadz, silahkan masuk ustadz", balas gue.
Para tamu pun duduk di bangku sofa yang telah di persiapkan.
"Alhamdulillah, gimana perjalanan kali ini?", Saut abah Faiz membuka obrolan.
"Alhamdulillah lancar. Dekat ternyata dari rumah kesini. Bisa sering sering main ni kalau begini", jawab pak ustadz Syahrul dengan sedikit bercanda.
"Hehehe, siap pak ustadz. Kan sebentar lagi bakalan jadi besan kita", saut abah Faiz.
Pembicaraan kali ini begitu hangat, tidak terlalu formal. Sangat seru malah, mungkin ini cara abah biar gue gak gugup kali ya hahaha.
Hingga masuk ke pembicaraan inti.
"Jadi begini, keluarga saya kemari ingin mengetahui jawaban dari nak Nara soal 7 hari yang lalu. Nah jadi gimana nak Nara?", Tanya ustadz Syahrul yang membuat gue seketika terdiam kaget.
"Waahh seperti nya A'a Fachri dah gak sabar ni dengar jawaban nak Nara, ya tidak nak Fachri?", Tanya abah Faiz.
"Hehehe iya abah. Seperti yang sudah di janjikan oleh Nara 7 hari yang lalu abah. Dan saya juga sudah menunggu selama 7 hari itu abah", jawab A'a Fachri yang sedikit gugup juga.
"Baiklah, silahkan nak Nara", saut abah Faiz.
"Alhamdulillah" jawab semuanya.
Gue yang awalnya menundukkan pandangan kini mengangkat kepala gue, dan gue melihat wajah A'a Fachri yang sepertinya begitu senang dengan jawaban gue.
"Alhamdulillah. Baiklah kalau begitu, kalian sudah bisa mengenal lebih dekat lagi antara satu sama lain. Tapi ingat tidak boleh keluar batas. Dan kalian juga harus tetap minta petunjuk dari Allah. Abi selalu doain semoga kalian berjodoh sampai syurga nya Allah", jelas ustadz Syahrul.
"Baik abi", jawab gue.
"Oh iya saya ingin, karena semua keluarga sudah setuju, ada baiknya jika akad nikah kita percepat agar tidak menimbulkan fitnah. Bagaimana kalau 3 bulan kedepan dari sekarang? Seperti yang disunahkan oleh para Nabi", saut ustadz Syahrul.
"Saya sebagai mama nya Nara, saya setuju saja. Saya kembalikan ke anaknya saja. Dan karena Nara sudah tidak memiliki seorang ayah, jadi saya serahkan ke abah Faiz saja", jelas mama gue.
"Baiklah, lebih cepat lebih baik kan. Kita lihat perkembangan anak anak kita ini dulu. Apakah mereka sejalan dan siap untuk menikah atau tidak", jelas abah Faiz.
Setelah perbincangan yang intens selesai, para tamu pun di ajak untuk menyantap menu makanan yang telah tersedia.
Disaat semuanya beranjak ke dapur untuk mengambil menu makanan, dan seketika...
"Hemm maaf, bisa kita bicara berdua?", Saut A'a Fachri yang datang menghampiri gue.
"Bisa. Kita bicara di bangku luar aja ya", jawab gue.
Kami berdua pun berjalan menuju bangku taman. Ups tapi kami duduknya gak berdekatan ya, kami masih menjaga jarak.
__ADS_1
"Ada apa A' ", tanya gue deluan
"Kenapa antum mau nerima perjodohan ini?", Tanya A'a Fachri.
"Saya nerima perjodohan ini karena dari hati saya, dan karena petunjuk dari Allah juga".
"Oh gitu".
"A'a sendiri kenapa mau dijodohkan dengan saya?", Tanya gue balik.
"Dari awal melihat mu saya sudah yakin, bahwa kita bakalan dekat. Dan saya juga sudah meminta petunjuk dari Allah. Antum lupa? Kan saya pernah bicara soal doa sama antum pas diacara majlis ta'lim".
"Oh itu, iya saya masih ingat. Saya kira A'a sudah enggak lagi, soalnya saya pernah ngeliat A'a dekat dengan kak Kayla".
"Saya sama Kayla hanya temenan, kami pernah ikut lomba bareng, jadi ya dekat gitu aja. Antum cemburu?".
"Oh gitu", jawab gue singkat.
"A'a gak makan? Keluarga A'a lagi makan loh didalam", tanya gue lagi.
"Biarin aja. Kan kita memang di suruh untuk lebih kenal satu sama lain. Jadi gak papa dong kalau kita ngobrol berdua disini?", Saut A'a Fachri.
"Ya gak papa sih".
"Antum setelah lulus dari pesantren lanjut kemana?".
"Saya kemaren dapat beasiswa ke Turki. Jadi Selama 7 tahun saya tinggal disana".
"Oh gitu. Mantap dong".
"Kalau A'a sendiri?".
"Kalau saya tetap tinggal di Indonesia saja. Saya membantu abah untuk mengurus pesantren nya di Sidoarjo".
"Oh abah punya pesantren di Sidoarjo? Dekat dong dari sini".
"Iya, jadi saya disana mengurus pesantren sekaligus mengajar".
"Oh gitu"
Setelah mengobrol cukup panjang, kami berdua pun masuk kedalam.
Hari ini super duper seru plus terharu. Gue masih gak nyangka, di usia gue yang masih sangat mudah, 25 tahun, gue sudah menemukan jodoh gue. Ya walaupun belum tentu dia jodoh gue, kan belum akad, tapi rasanya itu terharu banget. Seseorang yang gue kagumi semasa jadi santri dulu, kini datang untuk meminang gue. Ya Allah....
---
"Ayah, sekarang sudah ada yang meminang Nara. Semoga ayah setuju juga ya. Anak ayah sudah besar sekarang. Nara pengen banget ayah menjadi wali Nara saat Nara menikah nanti. Nara pengen liat ketika ayah berjabat tangan dengan calon suami Nara nanti. Nara yakin, ayah bakalan datang di acara pernikahan Nara. Nara kangen ayah", gumam gue dalam hati sambil melihat bintang bintang dari luar jendela kamar.
"Beberapa hal yang pengen seorang anak lihat dari kedua orang nya ialah, saat kedua orang tuanya bahagia melihat pencapaian anaknya, menyaksikan keberhasilan anaknya. Dan yang paling di tunggu tunggu oleh seorang wanita ialah melihat saat ayahnya berjabat tangan dengan calon suaminya kelak saat mengucapkan ijab Kabul. Itu hal yang terharu yang bisa dirasakan oleh seorang wanita"
*NEXT*
__ADS_1