
Malam ini setelah sholat Isya berjama’ah kami bertiga kembali kedalam kamar kami untuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawak besok untuk hari pertama pembelajaran.
“kamu udah gosok baju Nar?”, tanya Lili
“udah Li”, jawab gue
“oh iya, besok kan pesantren udah mulai aktif, jadi kalian berdua jangan kaget ya. Apalagi kamu Nar”, jelas Lili
“emang kenapa?”, tanya gue penasaran
“kalian bisa lihat jadwal yang di berikan oleh Umi Henni. Dari pagi kita sekolah, jam 3 kita ngaji sampe sore. Kalian juga nanti bakalan disuruh menghapal dan banyak lagi. Ana bukannya mau nakut nakuti kalian ya, cuman hanya ingin kalian tidak kaget nanti. Kita lewati ini sama sama. Kita sebagai sahabat harus bisa saling membantu”, jelas Lili
“waaahhh sepertinya waktu istirahat hanya sebentar ya”, sambung gue
"tapi sabtu minggu libur kok", sambung Lili
“tenang, kita pasti bisa”, lanjut Dita
“udah yuk tidur, gue lelah banget hari ini, besok mau sekolah lagi”, pintah Dita
Setelah membereskan perlengkapan sekolah kami bertiga pun memutuskan untuk tidur.
1 2 3 semua sudah memasuki dunia mimpi masing masing
***
Kriiingg kriiinggg
Alarm berbunyi tepat jam 2:30 WIB
“jam berapa ni?”, tanya gue yang baru setengah sadar
“jam setengah 3 Nar. Ayuk bangun sholat tahajud”, jawab Lili
“iya kalian deluan aja”, jawab gue
“awas takut nanti kamu ya sholat sendirian hahaha”, ledek Dita
“iihh iya iya, gue bangun ni”, jawab gue sambil menuju kamar mandi
Setelah melaksanakan sholat tahajud kami kembali terlelap dalam dunia mimpi hingga waktu subuh tiba.
Allahu Akbar Allahu Akbar
Adzan subuh telah berkumandang.
Gue yang tidak mau kenak hukum sama ustadzah mulai siap siap untuk berangkat ke mesjid sholat subuh berjama’ah. Sholat subuh kali ini tetap sama. Setelah sholat subuh berjama’ah, 10 menit setelahnya tetap ada tausiah dari abah Faiz.
Setelah mendengarkan tausiah dari abah, para santri pada kembali kekamar masing masing untuk siap siap pergi sekolah. Sebelum pergi sekolah, gue sempatkan untuk mencuci baju. Karena hari ini jadwal piket nya untuk Lili yang membersihkan kamar, jadi aku memilih untuk menyuci baju aja. sedangkan Dita dia sibuk dengan perlengkapan sekolahnya yang belum dia susun semalam.
Setelah kami selesai dengan kesibukan kami masing masing, kami pun pergi ke kantin untuk sarapan sebelum akhirnya pergi ke kelas.
Sekitar pukul 7:45 kami mulai berjalan menuju ruang kelas.
“Dita sini, mau ngapai lo kesana?”, saut gue ketika melihat Dita malah ke gedung santri putra
“lihat dikit aja Nar, lumayan cuci mata pagi hari biar makin semangat belajarnya nanti. Dari semalam gue belum ada lihat santri putra”, jawab Dita
“dasar lo ya Dit”, ucap gue
“iihh nanti kamu kena ta’zir sama ustadz dan ustadzah kalau ketauan”, jelas Lili
“hah? Ta’zir?”, ucap Dita
“ta’zir itu apa sih Li?”, tanya gue penasaran
__ADS_1
“ta’zir itu artinya hukuman. Udah yuk cepat, nanti kita telat”, jawab Lili
Yang hanya dibalas oleh gue dan Dita dengan ber oh riah.
“Dit kelas lo yang mana?”, tanya gue
“kita kan sekelas Nar. Lo lupa ya?”, jawab Dita
“masa sih?”, tanya gue balik
“iya Naraya Zeina”, jawab Dita tegas
“kelas kalian dibawah itu. Kalau Ana di atas”, saut Lili
“ok Li, nanti jam istirahat kita jumpa di kantin ya”, pintah Dita
Gue dan Dita mulai memasuki kelas, sedangkan Lili harus menaiki tangga lagi karena ruangan dia berada di lantai 2.
Pertemuan pertama ini hanya diisi oleh perkenalan nama dan silabus pelajaran. Baru juga lihat silabusnyaa saja gue udah down deluan. “bisa gak gue ya. Gue pengen balik ke Surabaya”, saut gue dalam hati
Kriingg kriiinggg…..
Bel istirahat telah berbunyi. Para santri satu persatu keluar dari ruangan. Gue dan Dita memilih untuk ke kantin, tapi sebelum itu kami menunggu Lili dulu agar ke kantin bareng-bareng.
“mana ni si Lili, lama banget”, saut Dita
“iya, ke kantin deluan aja kita atau gimana?”, tanya gue
“yuk ke kantin deluan aja, gue udah laper”, jawab Dita
Setelah 5 menit menunggu Lili yang tak kunjung datang, kami pun pergi menuju ke kantin.
“waaahhh rame banget, cuci mata sekalian ni hahaha”, saut Dita yang begitu senang ketika melihat santri putra.
“Dit, lo itu kayak gak pernah lihat cowok aja sih. Senang banget ketika melihat cowok”, saut gue
“hemmm sudah lah, yuk kita beli makanan. Tadi lo katanya laper”, pinta gue
“hilang lapar gue gara gara lihat santri putra hahaha”, saut Dita dengan ketawa khasnya
“ih apaan sih lo. Dengan memandang santri putra aja lo udah kenyang? Dasar lo ya”, jawab gue
Kami berdua pun mencari tempat duduk yang kosong setelah makanan sudah ada di tangan kami.
Kalau gue pikir pikir sih iya. Aurah cowok biasa dengan cowok yang bergelar santri itu beda. Gue juga kurang paham sih apa bedanya.
Hemm kira kira menurut kalian bedanya apa ya? Ada yang tau?, jika tau silahkan tulis di kolom komentar ya sahabat.
“eh kalian udah lama disini?”, tanya Lili yang tiba tiba saja datang menghampiri kami
“ukhti dari mana saja? Kami tadi udah nunggu ukhti, tapi karena lama, jadinya kami deluan, soalnya Ana udah lapar ukhti”, saut Dita
“lo sejak kapan manggil Lili ukhti?”, sambung gue heran
“uussstt diam aja. ya ana belajar dong ukhti Nara. Mulai di biasain ukhti Nara”, jelas Dita dengan mata liciknya
Lili yang mendengar itu hanya bisa tertawa geli. Gue juga sih.
“ok ok bagus itu. UKHTI DITA yang cantik jelita”, ledek Lili
“maaf ya, tadi ana lama keluar kelas nya”, jelas Lili
“iya gak papa ukhti Lili”, saut Dita yang suaranya menjadi lembut seperti kain sutra
Sekitar 20 menit jadwal istirahat, bel tanda masuk pun berbunyi. Kami mulai masuk ke kelas masing masing.
__ADS_1
Pukul 12:00 bel tanda berakhirnya pembelajaran pun berbunyi. Para santri kembali keluar dari ruangan dengan tertib.
Gue dan Dita menunggu Lili didepan tangga. Sekitar 5 menit menunggu akhirnya Lili pun tiba. Kami bertiga berjalan menuju kamar kami. Sebelum melaksanakan sholat zuhur kami membersihkan diri terlebih dahulu. Kali ini kami bertiga tidak sempat untuk sholat zuhur berjama’ah.
Setelah sholat zuhur kami bertiga bergegas ke kantin untuk makan siang. Tapi sepertinya kali ini gue ingin makan di dalam kamar saja.
“gue makan didalam kamar aja ya, capek mau ke kantin lagi. Gue nitip aja boleh kan”, pinta gue
“boleh boleh… sini biar gue yang belikan”, saut Dita dengan begitu semangatnya
“lo kenapa sih semangat banget. Kadang manggil ukhti kadang manggil lo gue”, tanya gue
“oh iya lupa. gue dari sekarang mau berubah, eh salah, maksudnya ana. Ukhti Nara juga berubah yok”, saut Dita bercanda
“aah serah lo lah. Nanti gue berubah, dah belikan dulu makanan, lapar ni, nanti lo yang gue makan”, ledek gue bercanda
“ih jangan makan ana atuh. Iya iya ni ana belikan.. dahh ukhti Nara”, saut Dita
“bukan dahh tapi Assalamu’alaikum”, jelas Lili
“tuh dengerin”, ledek gue balik ke Dita
“eh iya sorry lupa, namanya juga baru belajar”, jawab Dita
Akhirnya Dita dan Lili pun pergi menuju kantin untuk belik makan siang.
“aneh banget kawan gue. Dasaar Dita”, saut gue ketawa
“tapi seru sih. Aduuh pr gue banyak banget. Baru juga hari pertama sekolah hemm”, lanjut gue sedikit lesuh melihat tugas gue.
“oh iya jam 3 nanti ada ngaji lagi… mama tolong Nara”, rengek gue
Setelah 15 menit gue menunggu, akhirnya Dita dan Lili pun tiba dengan membawa sebungkus makanan.
“lama banget sih kalian, lapar ni gue”, saut gue
“tau gak Nar, tadi gue lihat santri putra ganteng banget Masya Allah. Katanya sih itu presiden ponpes”, saut Dita yang langsung ngerocos tentang cowok
“aduuhh nanti dulu deh ceritanya, gue laper mau makan. Mau lo nanti yang gue makan?”, tanya gue
“ih Nara mah kalau lagi laper galak kayak harimau”, jawab Dita
“udah udah, kamu sih yang malah langsung nyerocos soal cowok”, sambung Lili
Akhirnya setelah perdebatan kecil antara aku dan Dita, kami pun lanjut makan. Setelah makan gue mengangkat baju yang gue cuci tadi pagi.
“nanti ngajinya dimana Li?”, tanya Dita
“kalau ngaji masih tetap sama gedung sekolah itu juga”, jelas Lili
“oh disitu”, jawab Dita
Sekitar pukul 2 lewat kami mulai siap siap untuk berangkat ngaji. “gue belum istirahat”, rengek gue dalam hati
Jadwal ngaji dari jam 3 sampai jam 5. Dipotong jam istirahat ketika waktu asar. Pelajaran ngaji berbeda dengan pelajaran sekolah. Jika pelajaran sekolah mencakup tentang umum dan ada juga yang menyangkut agamnya, sedangkan ngaji lebih mencakup ke agama seperti Al-Qur’an hadis, hukum tajwid, fiqih, dan lain sebagainya.
Bel telah berbunyi bertanda jadwal ngaji telah selesai. Para santri kembali ke kamar masing masing. Begitu juga dengan gue dan kedua sahabat gue yang memilih langsung balik ke kamar untuk besih bersih sebelum masuk waktu sholat maghrib.
Gue dan kedua sahabat gue melaksanakan sholat maghrib di mesjid secara berjama’ah. Karena ini hari pertama bagi santri untuk melaksanakan pembelajaran, dan hari pertama kegiatan di pesantren mulai aktif, maka abah Faiz menyampaikan informasi tentang kegiatan pesantren setelah melaksanakan ibadah sholat maghrib sampai waktu Isya di mulai.
Setelah ibadah sholat isya berjama’ah, kami memilih langsung balik ke kamar. Gue yang sudah sangat kelelahan memilih untuk langsung tidur tanpa memikirkan apa apa lagi.
***
“aduuhh sepertinya ada yang gue lupakan”, saut gue dalam hati sambil menepok jidat gue.
__ADS_1
*NEXT*