Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Ujian


__ADS_3

Bulan berganti tahun. Tak terasa gue sudah mau tamat. Lily sudah deluan pergi dari pesantren ini. Kini tinggal gue dan Dita yang masih harus berjuang di akhir akhir semester.


Suara merdu antara Maghrib dan Isya pun telah berganti. A'a Fachri juga telah keluar dari pesantren ini. Dan digantikan oleh santri putra lainnya untuk membacakan ayat suci Al-Quran setelah tadarusan bersama.


Ujian akhir pun tiba. Gue gak nyangka bisa selama ini gue tinggal di pesantren ini. Yang awalnya menurut gue sulit, tapi ternyata tidak sesulit yang terlintas dalam pikiran gue.


Gue juga sudah mencari info tentang beasiswa untuk pendidikan gue selanjutnya. Dan Alhamdulillah gue diterima di salah satu universitas di Turki. Gue senang banget saat mengetahui kalau gue lulus beasiswa di Turki.


Gue gak mau ujian akhir gue kali ini gagal. Gue mau lulus dengan nilai yang memuaskan. Bisa membanggakan mama dan alm. Ayah.


Alhamdulillah gue sudah hafal 28 juz dalam Al-Qur'an. Akan gue teruskan sampai gue menjadi hafiz Qur'an. Gue masih ada beberapa hari lagi tinggal di pesantren ini sebelum hari kelulusan. Jadi gue mau meneruskan hafalan gue. Niat gue ketika keluar dari pesantren gue sudah hafal 30 juz dalam Al-Qur'an dengan lancar dan baik.


Malam ini gue fokuskan untuk terus belajar, mengulang kembali pelajaran dan materi yang pernah di pelajari.


Karena Lily yang sudah pergi dari pesantren ini deluan, maka gak ada lagi yang bisa bantui gue dan Dita saat belajar.


"Dit lo besok masuk jam berapa?", Tanya gue ke Dita


"Gue besok masuk pagi Nar", jawab Dita


"Oh, gue masuk siang"


Gue dan Dita pun kembali fokus ke materi untuk ujian besok. Hingga tengah malam pun tiba. Kami kembali beristirahat.


Tak lupa untuk tetap melakukan kebiasaan kami yaitu sholat tahajud. Memohon sama yang Maha Kuasa agar ujian kami di permudahkan.


Salat Tahajud atau Salat Malam (qiyamul laili), merupakan salat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Siapa saja yang rutin mengerjakan salat tahajud, maka Allah SWT akan permudah segala urusannya, hidupnya, dijauhkan dari kesengsaraan, kesukaran, dan kesulitan hidup, serta dimuliakan hidupnya.


Dalam hadis dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah SAW bersabda:


“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR Muslim).


***


Pagi pun tiba. Dita yang sudah pergi terlebih dahulu ke sekolah, sedangkan gue sambil menunggu waktu masuk, gue memilih untuk membereskan ruang kamar.

__ADS_1


Hingga pukul setengah 10 gue bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Cukup deg deg an karena ini adalah ujian terakhir.


"Bismillahirrahmanirrahim. Kamu harus bisa Nara. Ini adalah ujian terakhir", gumam gue dalam hati saat berjalan menuju ruang kelas.


"Eh Dit. Ini kunci kamar", saut gue saat bertemu dengan Dita dan memberikan kunci kamar yang gue pegang.


"Oh iya Nar. Gue deluan ya. Jangan lupa baca doa", saut Dita


"Iya Dit. Yaudah gue masuk dulu ya. Assalamu'alaikum", saut gue sebelum meninggalkan Dita


"Wa'alaikumsalam. Daahh Nara", Jawab Dita.


Gue kembali meneruskan langkah gue menuju ruang kelas dan mencari nomor meja gue saat sampai di dalam kelas.


Kriiingg... Kriiingg


Bel masuk pun berbunyi. Guru pengawas pun memasuki ruangan. Selembar soal pun dibagikan satu persatu ke santri. Ujian siap dimulai.


"Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah bantu lah hambamu ini", gumam gue meminta pertolongan kepada Allah SWT.


Sekitar 1 jam ujian di laksanakan. "Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Nara kamu berhasil. Kamu sudah berjuang selama ini di pesantren. Tinggal nunggu hasilnya saja", gumam gue saat kertas jawaban telah di kumpul.


Gue keluar dari ruang kelas dan kembali ke kamar.


"Ya Allah berikan lah nilai yang terbaik untuk hamba", guman gue saat berjalan menuju kamar.


"Assalamu'alaikum", saut gue saat berada di depan kamar. Namun tak ada jawaban dari dalam.


"Aduuhh Dita kemana ya?", Tanya gue sendiri


"Maaf, tadi saya melihat Dita lagi di rumah umi", saut salah satu santri putri


"Oh gitu. Makasih banyak ya"


"Iya sama sama. Saya awalan ya. Assalamu'alaikum", saut santri putri itu sebelum meninggalkan gue


"Wa'alaikumsalam", balas gue

__ADS_1


Gue pun pergi kerumah umi Henny.


"Assalamu'alaikum", sapa gue saat memasuki rumah umi.


"Wa'alaikumsalam. Masuk Nara", jawab umi Henny yang sedang duduk di kursih ruang tamu dengan Dita


"Eh sorry Nar. Gue tadi di panggil umi", saut Dita


"Iya gak papa Dit", balas gue


"Gimana ujian kamu nak?", Tanya Umi


"Alhamdulillah lancar umi"


"Alhamdulillah. Yaudah kalian makan siang dirumah umi aja ya", pinta umi


Kami bertiga pun mengobrol sampai jam makan siang. Hingga setelah melaksanakan sholat zuhur bersama kami pun kembali ke kamar.


Ngaji di sore hari sudah lebih dahulu ujiannya, jadi sekarang semuanya sudah beres. Tinggal menunggu hasilnya saja. Tapi gue juga masih punya PR, yaitu hafalan gue.


"Assalamu'alaikum ma"


"Ma Nara Alhamdulillah sudah selesai ujiannya. Tinggal nunggu hasilnya saja"


"Iya ma, nanti kalau udah keluar hasilnya Nara kasih tau mama. Mama nanti jemput Nara kan saat perpisahan?"


"Ok ma. Yaudah kalau gitu. Dahh mama. Assalamu'alaikum"


Gue menelpon mama gue untuk memberitau beliau bahwa gue sudah selesai ujiannya.


*NEXT*


Hai sobat novel, tetap stay terus yaaa...


Jangan lupa like, klik favorit dan berikan votenya, dan tulis komentar kamu untuk memberikan motivasi kepada author


Stay terus yaaa❤️

__ADS_1


__ADS_2