Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Menetap di Pondok


__ADS_3

Di lokasi yang lain ada Dita yang sedang mengambil makanan. Dan dia melihat seseorang yang sepertinya dia mengenal orang itu.


"Rayyan", saut Dita


"Eh lo kok bisa ada disini sih?", Tanya Rayyan ke Dita.


"Eh harusnya gue yang nanyak. Kok bisa lo ada disini? Asik muka lo aja yang gue lihat. Bosan gue".


"Ya gue kan sahabatnya A'a Fachri. Lo lupa kalau gue pernah satu kamar dengan A'a Fachri pas di pesantren? Dasar nenek nenek lo", ledek Rayyan.


"Ih awas lo ya"


"Lo kapan datang?", Tanya Rayyan lagi.


"Dah seminggu gue disini. Lo sendiri?"


"Gue udah 3 hari. Gue nginap di rumahnya A'a Fachri", jawab Rayyan.


"Oh gitu", balas Dita singkat.


"Lo udah makan?", Tanya Dita.


"Idih tumben lo perhatian sama gue", jawab Rayyan.


"Ih lo itu nyebelin ya. Gue nawarin lo makan bukan karna gue perhatian. Tapi karena lo tamu jadi ya harus dihargai. Gitu. Gak usah kepedean deh lo", ledek Dita.


"Eleh... Kalau lo perhatian sama gue juga gak papa"


"Ih dah lah ah. Ngomong sama lo itu buat gue naik darah tau gak. Malas banget gue. Lo kalau makan tuh ambil aja sendiri. Dah bye", saut Dita jutek.


"Ih jutek banget sih jadi cewek", balas Rayyan.


Acara gue berlangsung secara lancar sampai akhir.


***


SEMINGGU KEMUDIAN


Selama seminggu belakangan gue dan A'a Fachri tinggal dirumah oma. Tapi seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa A'a Fachri harus mengurus pesantren abi nya di Sidoarjo. Jadi rencananya besok gue dan A'a Fachri akan pergi ke Sidoarjo, gak tau sampai kapan. Mungkin bakalan tinggal menetap disana.


"Sayang. Jaga diri kamu ya disana. Harus nurut sama suami kamu. Karena sekarang surga kamu sudah pindah ke suami kamu, bukan di mama lagi. Jadilah istri yang sholeha. Mama selalu doakan agar rumah tangga kamu samawa sampai surga", saut mama menasehati gue.


"Iya ma. Mama tenang aja. Mama gak usah khawatirin Nara. Malah Nara yang khawatir sama mama dan oma disini. Mama ikut aja yuk sama kami", jawab gue.


"Enggak bisa sayang. Oma kamu tidak mau ninggalin rumah ini. Dan mama pasti bisa kok jaga diri mama"


"Hemm... Nanti kalau ada waktu Nara bakalan kunjungi mama kesini. Nara juga nanti bakalan bawak mama ke Sidoarjo".


"Iya sayang. Yaudah, kamu lanjut gih mengemas barang kamu. Mama tinggal ya", saut mama sebelum meninggalkan gue di dalam kamar.


"Ma maafin Nara. Nara harus ikut suami Nara", gumam gue dalam hati yang sepertinya gue gak tega meninggalkan mama dan oma dirumah ini.

__ADS_1


Rasulullah SAW bersabda:


“Apabila seorang perempuan sholat lima waktu, puasa selama sebulan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, “masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad).


 


"Kalian besok berangkat jam berapa?", Tanya mama gue saat makan malam bersama.


"Insyaallah jam 10 ma", jawab A'a Fachri.


"Oh gitu. Barang barang kalian sudah siap?"


"Alhamdulillah udah ma"


"Yaudah kalau begitu".


Kami melanjutkan makan malam kami dengan kehangatan keluarga.


***


"Ma, Nara berangkat ya ma", saut gue sambil mencium punggung tangan mama.


"Iya sayang. Hati hati ya. Titip salam sama umi dan abi", jawab mama.


"Iya ma"


"Oma. Nara berangkat ya oma. Oma sehat sehat terus ya", saut gue ke Oma sambil mencium punggung tangan oma.


A'a Fachri pun melakukan hal yang sama.


"Kalau begitu kami berangkat ya mama", saut A'a Fachri.


"Iya nak. Kalian hati hati ya. Kabarin kalau udah sampai", jawab mama.


"Iya ma. Nara bakalan telpon mama. Assalamu'alaikum ma", saut gue sebelum meninggalkan mama dan oma.


"Wa'alaikumsalam", balas mama dan oma.


Kami berangkat ke Sidoarjo menggunakan mobil yang dimiliki oleh A'a Fachri.


Sekitar hampir 1 jam kami di perjalanan. Karena memang kami jalannya tidak begitu terburu buru. Gue dan A'a Fachri didalam mobil saling mengobrol. ibarat sih "pacaran setelah halal" eaak... Akhirnya kami pun sampai.


"Assalamu'alaikum umi", sapa gue saat tiba di pesantren keluarga abi.


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah akhirnya nak Nara sampai juga kesini. Gimana kabar kamu nak?", Tanya abi.


"Alhamdulillah baik abi. Abi sendiri gimana?"


"Alhamdulillah sehat nak"


"Assalamu'alaikum umi", sapa gue sambil mencium punggung tangan umi.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam. Senang banget umi kamu akhirnya bisa kesini. Mama kamu gak ikut?", Tanya umi.


"Enggak umi. Jagain oma umi", jawab gue.


"Yaudah yuk masuk. Sekarang ini sudah jadi rumah kamu nak. Kamu dan A'a Fachri tinggal disini mulai sekarang. Kan A'a Fachri harus ngurusin pesantren ini. Kalau umi dan abi tinggal di Surabaya. Tapi sesekali bakalan main kesini juga", jelas umi.


"Baik umi", jawab gue


Jadi guys, FYI nih guys. Umi dan Abi hanya memiliki seorang anak yaitu A'a Fachri. Jadi bisa dibilang A'a Fachri ini anak tunggal sama seperti gue. Jadi sebelum gue dan A'a Fachri ke pesantren yang jagain pesantren ya umi dan abi. Gitu guys....


"Langsung aja barang barangnya dimasukan ke kamar sayang", saut umi ke A'a Fachri.


"Iya umi", jawab A'a Fachri.


"Sini biar saya bantuin", saut gue menawarkan bantuan.


"Enggak usah Zeina. Biar A'a aja", balas A'a Fachri.


Oh iya jadi guys, A'a Fachri itu sekarang manggil gue Zeina. Katanya sih biar beda aja dari yang lain. Gitu sih. Ya menurut gue gak salah sih, itu kan termasuk nama gue juga hahaha. Dan kalian tau gak arti nama Zeina? Yaitu Zeina dalam bahasa Unisex, artinya Pemberian tuhan (bentuk lain dari zane). Nah kalo kata A'a Fachri sih gue itu sebagai pemberian dari Tuhan untuknya, gitu sih hahaha.


"Iya nak. Kamu duduk aja bareng umi. Biar aja Fachri yang mengangkat", saut umi.


"Hehehe iya umi", balas gue tersipu malu.


Jadi gue dan A'a Fachri pun sudah menetap di pesantren. Hemm... Dunia pesantren terus mengikuti gue. Alhamdulillah gue senang, bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Ketika ada waktu libur gue sempatin untuk berkunjung ke Surabaya. Berkunjung kerumah mama dan oma, dan juga umi dan abi. Dan jika ada libur panjang atau ada kegiatan ke Yogyakarta pastinya selalu nyempetin datang ke pesantren abah Faiz dan umi Henny.


Oh iya para sahabat gue gimana ceritanya? Jadi guys gue tetap berkomunikasi dengan mereka semua, yang di Paris dan sahabat pesantren gue.


Bella, dia masih bekerja di tempat dia yang lama.


Blanche, dia membuka usaha dia sendiri di Paris dan Alhamdulillah usaha dia lancar.


Camille, dia bekerja di perusahaan keluarganya.


Dita, hemm sepertinya dia dan Rayyan akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius deh. Dia sekarang lagi menikmati pekerjaan dia yaitu sebagai karyawan di sebuah kantor tempat Rayyan bekerja juga. Dia juga lagi belajar bela diri. Dia memang sedikit tomboi sih. Ya selama yang dia lakukan adalah hal positif gue tetap dukung.


Lily, dia saat ini menjadi seorang ustadzah di pesantren di wilayah tempat tinggalnya.


Sekarang kami semua sedang menjalankan kehidupan kami masing-masing. Tapi kami tetap selalu mendukung selama hal itu positif.


*THE END*


Terimakasih untuk pembaca setia novel Antara Maghrib dan Isya. Semoga novel ini dapat menghibur kalian dan menginspirasi kalian.


Oh iya, waktu terfavorit kalian pada saat kapan?


pasti ada dong ya kan...? semoga itu waktu bukan hanya sekedar waktu tapi bisa bermanfaat untuk diri kalian sendiri.


Terimakasih semuanya. I love you all❤️

__ADS_1


__ADS_2