
Seperti yang dibilang mama semalam, hari ini gue mau temenin mama ke pasar untuk membeli bahan kue dan bahan bahan lainnya.
“ma kita naik apa ke pasar?”. Tanya gue
“naik taksi sayang”
Taksi pun tiba tepat di depan halaman rumah oma. Tanpa membuang banyak waktu lagi, gue dan mama pun pergi ke pasar dengan taksi tersebut. Sekitar 20 menit dalam perjalanan, akhirnya kami pun sampai tepat di tempat yang super ramai tersebut.
Gue mengikuti langkah mama gue dari belakang. Dari satu tempat ke tempat lainnya kami datangi untuk membeli barang yang dibutuhkan. Panas, sumpek, bau, ya begitulah suasana di pasar.
“kamu mau beli es gak sayang?”, tanya mama gue
“hemm mama udah siap belanjanya?”
“belum sayang, ada beberapa bahan lagi yang belum dapat”
“oh yaudah, tunggu mama siap aja. nanti kita minumnya es nya di dalam mall aja ma sekalian ngadem heheh”
“oh gitu, yaudah sayang”
Akhirnya kami pun melanjutkan mencari bahan yang belum terbeli. Sebenarnya gue itu udah gak tahan sih, rasanya pengen keluar aja dari pasar ini. Tapi gue gak tega meninggalkan mama sendirian.
Sekitar setengah jam kami keliling-keliling pasar itu untuk membeli bahan kue dan bahan lainnya, akhirnya selesai juga. Kami pun pergi ke mall yang berada di sebelah pasar tersebut hanya sekedar minum es dan ngadem kan badan hehehe.
“kamu mau minum es apa sayang?”, tanya mama gue
“hemm.. pengen es teler ma”, jawab gue
Kami pun berjalan menelusuri mall tersebut untuk mencari es teler.
“itu ma”, saut gue saat melihat toko penjual es teler
Tanpa berpikir panjang gue dan mama pun pergi ke toko tersebut dan memesan es yang nikmat tersebut.
“ma Nara mau ke toilet bentar ya”, saut gue
“iya sayang”
“aduh kusam banget muka gue, aakkhhh panas nya di pasar tadi, dah penuh keringat ni jilbab gue”, saut gue saat berada di toilet
Setelah selesai membersihkan wajah dan tangan, gue pun keluar dari toilet tersebut.
“uuhh segar banget”, saut gue sambil mengusap tangan gue tanpa melihat kedepan.
__ADS_1
“Aduh..”, saut gue yang tiba-tiba tabrakan dengan seseorang
“eh maaf uhkti, saya gak sengaja”, jawab seseorang itu
“suaranya gak asing”, saut gue dalam hati sambil mengangkat kepala gue untuk melihat seseorang yang nabrak gue tadi
“eh A’a Fachri kan ya?”, saut gue
“iya, antum sama siapa disini?”, tanya A’a Fachri
“sama mama. A’a sendiri kok ada disini?”
“iya rumah saya daerah sini, lagi pengen beli es teler jadi singgah kesini bentar”, jelas A’a Fachri
“oh rumah A’a daerah sini?, sama dong berarti”
“iya”
“A’a duduk bareng saya dan mama aja yuk. A’a sendiri kan?”
“hehehe iya, A’a ke toilet bentar ya”
“oh ok A’a”
“kamu kenapa sayang?”, tanya mama gue
“enggak papa ma”
“kamu kemana aja sih, lama banget ke toiletnya”
“tadi Nara jumpa A’a Fachri ma, si presiden ponpes itu”
“oh yang ganteng itu. Kok bisa?”
“A’a, sini. Duduk sini aja bareng kita”, saut gue saat melihat A’a Fachri keluar dari toilet sambil melambaikan tangan
“Assalamu’alaikum tante”, sapa A’a Fachri sambil mencium punggung tangan mama gue
“Wa’alaikumsalam, oh ini namanya Fachri. Sini duduk”, jawab mama gue
“eh iya tante”, saut A’a Fachri malu malu
“kamu tinggal didaerah sini?”, tanya mama gue
__ADS_1
“iya tante. Rumah saya sekitar 15 menit dari sini”, jelas A’a Fachri
“oh gitu. Sama dong, rumah tante pun daerah sini juga sekitar 20 menitan”
“kamu udah berapa lama tinggal di pondok?”
“udah 2 tahun tante”
“oh seangkatan dengan Lily ya?”, kini gue yang bertanya
“Lily?”, tanyanya
“iya, kawan sekamar gue”
“ehm mungkin. Soalnya saya kurang kenal kalau sama santri putri”
“oh gitu”, jawab gue singkat
Pecakapan gue, mama dan A’a Fachri pun terus berlanjut sambil menikmati segelas es teler yang kami pesan tadi. Sebenarnya rasa debaran jantung gue masih ada. Tapi ya saat ini harus di tahan dong. Pertemuan yang tanpa disengaja seperti ini tidak boleh disia-siakan hanya karna debaran jantung yang seperti lomba lari.
“Makasih banyak ya tante, jadi gak enak sama tante”, saut A’a Fachri
“iya sama-sama. Kamu kan temannya anak tante, jadi gak usah segan segan sama tante”
“hehehe iya tante. Kalau gitu saya pergi dulu ya tante. Tante ni mau langsung pulang?. Kapan-kapan main kerumah”
“iya, tante mau langsung pulang, kasihan oma Nara sendirian dirumah. Iya nak, nanti kalau ada waktu tante main kerumah kamu. Yuk main kerumah oma Nara juga dong”
“iya tante”
“yaudah kalau gitu tante pulang dulu ya. Assalamu’alaikum”, saut mama gue sebelum berpisah dengan A’a Fachri
“Wa’alaikumsalam, hati hati tante”
Sekitar 30 menit kami mengobrol dan menikmati es teler, kami pun bubar, eh kok bubar sih hahaha. Kami pun kembali melanjutkan aktivitas kami. Gue dan mama kembali pulang, sedangkan A’a Fachri juga pergi, gak tau kemana, ya terserah dia ya mau kemana, emang gue siapanya yang kepo dengan aktifitas dia hahaha.
“waaww ternyata rumah A’a Fachri di daerah Surabaya juga. Kok bisa ya?”, saut gue dalam hati
Semalam gue memikirkan A’a Fachri, sekarang malah ketemu orangnya langsung. Gilak, keren banget sih. Nanti gue mikirin Raihan Habib lah biar ketemu sama orangnya langsung besoknya hahahah. Ada ada aja sih Nara ini.
Seru banget sih hari ini, ketemu A’a Fachri, minum es teler, jalan-jalan ke mall. Uuhh senang banget…
*NEXT*
__ADS_1