
“morning Nara”, sapa Miss Aira yang sudah berada di rumah gue.
“morning too Miss”, balas gue sedikit semangat
“Wow, looks like you are ready to learn”, saut Miss Aira
“how was your holiday yesterday?”, lanjut Miss Aira
“I'm very happy Miss. I learned a lot from my holiday yesterday”, jawab gue
“oh yeah?, where were you yesterday?”
“I went to the Louvre museum in Paris, eat at a halal restaurant, prayed at the Paris Mosque, finally to the Eiffel Tower. Did you know Miss, it turns out that there is a painting of Maryam's mother wearing a hijab with the words la ilaha illallah. Next, Miss, I went to the Paris Mosque, I was very comfortable there, my longing for a mosque atmosphere finally came true. next i went up to the Eiffel tower, i could see the city of paris from the top of the Eiffel tower.”, jelas gue
“wow it looks so fun”, saut Miss Aira
“I’m very fun Miss”, balas gue
“ok, it's time for us to learn”, pintah Miss Aira
“okay Miss”
Sekitar 2 jam Miss Aira mengajari gue.
“oh yeah, what is the name of the university where Miss study?”, tanya gue saat pembelajaran sudah selesai.
“at the University of Strasbourg”, jawab Miss Aira
“do you want to go to my campus?”, tanya Miss Aira
“sure it is allowed. tomorrow, how? Do you want it or not? Tomorrow Miss has a short schedule on campus, so you can wait at the library”, ajak Miss Aira
“I want Miss. But Nara has to get permission from Mom and Dad first”, jelas gue
“okay Nara. tomorrow miss pick you up like normal hours we study yeah. around 8 am.”
“okay Miss, see you tomorrow”
***
“ma, yah. Nara besok boleh ya ikut Miss ke kampusnya. Miss ngajak Nara untuk lihat lihat kampusnya. Boleh ya ma”, saut gue saat berada di meja makan untuk makan malam.
“betul Miss yang ngajak kamu?”, tanya ayah gue
“iya yah betul. Katanya Miss Aira mau nunjukin kampusnya”, jelas gue
__ADS_1
“ok boleh. Tapi kamu jangan ngerepotin dia ya. Jangan ganggu Miss, jangan jauh jauh dari Miss Aira”, jelas ayah gue
“siap boss”, saut gue
***
Pagi pun akhirnya tiba. Gue bersiap siap untuk pergi dengan Miss Aira.
“Nara sarapan dulu sayang”, saut mama gue dari arah dapur
“iya ma sebentar”, jawab gue
“ingat jangan ngerepotin Miss Aira disana nanti”, saut ayah gue
“iya ayah. Tenang aja, Nara tidak akan ngerepotin Miss Aira. Janji”, jawab gue
“ok kalau begitu ayah pergi dulu ya”, saut ayah gue yang sudah berdiri dari tempat duduknya
“ok ayah. Hati hati dijalan”, saut gue dengan mencium punggung tangan ayah gue.
Ding dung
“waahh Miss Aira udah sampai”, saut gue sambil berjalan menuju kearah pintu.
“iya Nara”
“ma… Miss Airah sudah datang”, panggil gue
“eh Miss Aira. Beneran mau ngajak Nara ke kampus Miss?, gak ngerepotin Miss kan?”, tanya mama gue memastikan
“iya tante. Saya mau ngajak Nara untuk lihat lihat kampus saya. Tentu saja tidak ngerepotin tante. Tenang aja tan”, jelas Miss Aira
“ok deh ma, Nara pergi dulu ya ma”, saut gue sambil mencium punggung tangan mama gue
“kami pergi dulu ya tante”, saut Miss Aira
“iya iya, hati hati ya”, saut mama gue
Perjalanan kami sangat jauh. Harus menaiki kereta api untuk sampai kesana. Sekitar 2 jam setengah untuk sampai di kota Strasbourg.
University of Strasbourg (Unistra) ialah universitas riset public yang berlokasi di Strasbourg, Alsace, Prancis. Jumlah mahasiswanya mencapai 52.000 mahasiswa dan 3.300 peneliti. Awalnya universitas ini muncul dari bangsa Jerman, namun lambat laun dan melewati sejarah sejarah yang ada akhirnya universitas ini menjadi milik bangsa Prancis dan diubah namanya menjadi University of Strasbourg pada tahun 1621. Kampus ini terletak diantara station bus-trem “Cite Administrative”, “Esplanade” dan “Gallia”. Kalian bisa baca sejarahnya di situs situs internet.
“Miss setiap hari menempuh jarak sejauh ini?”, tanya gue
“iya Nara. Tapi syukurnya Miss kuliah masuk siang. Jadi habis ngajar kamu Miss langsung pergi ke kampus. Miss pulang malam, jadi sampai apartemen Miss bisa tengah malam gitu Nar”, jelas Miss Aira
__ADS_1
“kasihan banget Miss. Miss kenapa tidak tinggal dekat kampus saja?” tanya gue penasaran
“panjang ceritanya Nar”, saut Miss Aira seolah tidak mau menceritakan kisahnya
“hemmm”, jawab gue singkat.
Akhirnya kami pun sampai di kampus Miss Aira. Gue melihatnya sangat takjub. Gedung tua yang mempesona. Banyak mahasiswa yang berlalu lalang.
“kamu tunggu Miss di perpus dulu ya”, saut Miss Aira
“ok Miss”, jawab gue
Gue pun mulai mencari buku buku yang bisa gue baca.
Tidak begitu lama, Miss Aira menghampiri gue di perpus.
“udah bacanya?”, saut Miss Aira
“yok kita jalan lagi, biar tidak terlalu malam kita pulangnya. Kita makan dulu yuk di kantin”, ajak Miss Aira
“ok Miss”
Cukup puas bagi gue mengelilingi kampus Miss Aira. Banyak pertanyaan yang gue lontarkan ke Miss Aira. Gue juga berfoto foto dan memahami dunia perkuliahan. Gue jadi kepengen bisa kuliah di universitas ternama dan bisa mendapat beasiswa seperti Miss Aira.
“Nara nanti mau kuliah dimana?”, tanya Miss Aira
“belum tau Miss. Tapi ada keinganan untuk kuliah diluar negeri terus dapat beasiswa seperti Miss Aira”, jelas gue
“harus rajin belajar ya sayang. Nanti mau lanjut sekolah dimana emangnya?”
“belum tau juga Miss. Sepertinya bakalan balik ke Indonesia sih Miss. Mungkin beberapa bulan lagi kami akan balik ke Indonesia Miss”, jelas gue
“oh ya?, waaahh Miss bakalan rindu sama kamu dong”
“semalam Nara mendengar pembicaraan mama dan ayah, kalau pekerjaan ayah disini sudah hampir selesai, dan akan pulang ke Indonesia beberapa bulan lagi. Emang Miss asal dari daerah mana?”
“Miss berasal dari daerah Bandung”
“oh Bandung. Waahh bisa dong nanti kita jumpa kalau sudah sama sama di Indonesia”, saut gue
“bisa dong. Ntar kita kabar kabaran aja sayang”, sambung Miss Aira.
Perjalanan kali ini sangat seru walaupun sedikit melelahkan. Mengelilingi salah satu kampus ternama, dan banyak pelajaran juga yang di ambil. Oh iya, gue pulang tidak dengan tangan kosong dong pastinya. Gue membelikan oleh oleh untuk mama dan ayah gue berupa makanan, dan gue juga membelikan hadiah untuk para sahabat gue.
*NEXT*
__ADS_1