
Bulan Rajab dan Sya’ban sudah dilewati, kini umat muslim bersuka riah menyambut kedatangan bulan yang mulia, bulan yang suci, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang setiap melakukan kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya. Ya, apalagi kalau bulan Ramadhan.
Ada yang berbeda di Ramadhan gue kali ini. Ramadhan kali ini gue tidak bareng keluarga gue, gue masih harus setia di pesantren sampai akhir Ramadhan nanti. Dan ini adalah Ramadhan pertama gue tanpa ayah gue. Biasanya sahur, berbuka dan teraweh bareng ayah dan mama, kali ini harus bareng teman teman pondok.
“Li, biasanya kegiatan kalau bulan Ramadhan itu gimana ya?”, tanya gue saat keluar dari mesjid sehabis melaksanakan sholat teraweh pertama.
“seperti biasa sih tapi kayak jam sekolah di percepat 15 menit pulangnya, ngaji juga di percepat 10 menit pulangnya, nanti kita bakalan buka bersama di mesjid lalu melaksanakan sholat maghrib bersama tapi habis itu kembali ke kamar, biasanya kan ada ngaji, nah jadwal ngajinya diubah jadi habis teraweh yang biasa dinamakan tadarusan. Gitu aja sih. Tapi biasanya setiap 17 Ramadhan ada kegiatan gitu. Gue jamin puasa di ponpes bakalan tidak terasa lapar atau haus. Pasti lebih seru”, jelas Lili
“oh gitu”, saut gue
Ramadhan tahun ini gue jalanin dengan begitu banyak mengucap syukur. Gue gak mau ramadhan kali ini sia sia. Gue mau ngumpuli pahala gue, lebih banyak intropeksi diri, memperbaiki sikap dan banyak lagi.
***
Tak terasa sudah memasuki hari ke 16 Ramadhan, besok adalah hari ke 17 Ramadhan. Seperti yang dibilang oleh Lili kemaren bahwa di hari ke 17 Ramadhan bakalan ada kegiatan. Sehabis sholat teraweh abah Faiz menyampaikan beberapa informasi untuk kegiatan di hari ke 17 Ramadhan.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakabar semuanya? Abah harap semuanya tetap sehat dan tetap semangat dalam menjalani ibadah puasanya. Harus tetap tahan hawa nafsu, hawa nafsu disini bukan hanya tahan lapar dan haus saja, tapi juga tetap jaga omongan, sikap dan yang paling penting jaga pandangan. Awas lo yang akhwat melihat yang ikhwan atau sebaliknya. Hayooo yang gak jaga mata… baiklah, ada yang ingin abah sampaikan. Tidak terasa sudah 16 hari kita berpuasa. Besok malam kita memasuki malam yang ke 17 Ramadhan. Seperti yang kita ketahui bahwa di 17 Ramadhan adalah hari dimana Al-Qur’an di turunkan melalui Nabi Muhammad SAW. Yang dinamakan dengan Nuzulul Qur’an. Jadi besok malam kita akan mengadakan sholawatan, berzikir bersama, membacakan ayat suci Al-Qur’an dan yang terakhir kita akan makan tumpeng bersama sama. Abah harap semua santri bisa mengikuti kegiatan besok. Baiklah itu saja yang abah sampaikan, semoga kita tetap sehat sehat terus dan bisa mengikuti kegiatan besok. Aamiin Aamiin ya Rabbal Alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, jelas abah Faiz dengan sedikit candaan.
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”, jawab jama’ah serentak
***
“Nar, kamu dipanggil umi Henny di dapur”, saut Lily saat memasuki kamar
“gue? Ada apa umi manggil gue?”, tanya gue
“gak tau Nar, mungkin bantui buat tumpeng”, jawab Lily
“ok deh, makasih ya Li, gue pergi dulu ya”, saut gue sebelum meninggalkan Lily dan Dita di kamar
“eh Dit, kita juga di suruh bantui buat makanan untuk berbuka. Yuuk ke dapur kantin”, pintah Lily
“sekarang? Aduuhh gue lemas bangeet ni”, rengek Dita
“ih ayuukk, biar gak lemas makanya harus digerakin tuh badan. Oh iya, ini di dapur kantin loh, kamu gak mau cuci mata?”, rayu Lily
“hah? Ayok lah kalau gitu”, saut Dita yang tiba tiba bersemangat
“Assalamu’alaikum umi”, saut gue saat memasuki rumah umi
“Wa’alaikumsalam, eh Nara, ada apa Nara?”, tanya abah yang duduk disofa ruang tamu
“tadi kata Lily saya dipanggil sama umi bah”, jawab gue
“oh, umi nya ada di dapur, masuk aja Nara”, pinta abah
“baik bah. Permisi bah”
“eh Nara udah datang. Ini umi mau minta tolong, tolong bantui umi ya buat tumpeng untuk acara nanti malam. Nara gak sibuk kan?”, tanya umi
“enggak kok umi, malah Nara senang kalau disuruh bantui. Sini umi, apa yang bisa Nara bantu?”
“Nara kupas kentang aja ya, nanti kentang nya mau dibuat kripik sambal sebagai menu pelengkap aja”
“oh gitu. Biasanya kalau acara kayak gini menunya apa apa aja umi?”
“ada opor ayam, urap, sambal tempe sama tahu. Tapi ini umi mau tambahi kripik kentang biar lebih mantap”
__ADS_1
“waahh enak banget kayaknya umi. Nara belum pernah ikutan kegiatan kayak gini”
“iya sayang. Nanti kamu cobain ya”
“biasanya umi sendiri yang ngerjai ini semua?”
“enggak, biasanya sama santri lain juga. Tapi kali ini karna ada kamu, anak umi sendiri, jadi gak papa kan kalau umi suruh bantui”
“gak papa dong umi. Nara senang banget bisa bantui umi. Nara jadi kangen sama mama”
“oh iya, kalau kamu mau telpon mama kamu gak papa sayang. Biar umi kasih hp kamu”
“iya umi, nanti aja”
Udah seminggu lebih gue belum telpon mama. Bukan karna gue gak mau, hanya saja gue begitu sibuk dengan kegiatan di pesantren ini sampai gue gak ada waktu untuk menelpon mama. Gue juga segan jika meminta ponsel gue ke umi saat malam hari. Maafkan Nara ma.
“umi, ini kentangnya udah semua. Mau potong kayak mana umi?”, tanya gue saat telah selesai mengupas kentang
“biarin aja disitu Nara, ntar biar umi yang potongi. Kamu bisa tolong ambil daun pandan sama daun jeruk di halaman belakang?. Umi mau buat kolak pisang juga jadi pakai daun pandan biar wangi”
“bisa umi. Bentar ya umi biar Nara ambil dulu”, saut gue sebelum pergi ke halaman belakang
“aduuhh gue gak tau yang mana daun pandan”, saut gue kebingungan mencari daun pandan
“antum sedang nyari apa?”, saut seseorang
“ini gue lagi nyarik daun pandan, tapi gue gak tau yang mana daun pandan”, jawab gue tanpa melihat siapa orang yang bertanya itu
Deg…
“Astaghfirulllah”, saut gue kaget
“kenapa? Kok kayak ngeliat hantu gitu?”, tanya seseorang itu
“e..enggak papa. Gue kaget aja melihat kamu”, jawab gue sambil menundukan pandangan
“antum tadi lagi nyarik apa?”
“saya disuruh umi ambil daun pandan dan daun jeruk. Tapi gue kagak tau daun pandan yang mana hehehe”
“kamu sendiri ngapai disini?”, tanya gue bingung
“oh iya, tadi saya awalnya nemui umi di dapur untuk memberikan gula merah yang umi suruh beli tadi, terus umi nyuruh saya buat bantu antum nyarik daun pandan dan daun jeruk, karena umi lupa ngasih tau kamu tempatnya”, jelas A’a Fachri
“oh gitu”
“tempatnya bukan disini. Ayuuk ikut saya”, pinta A’a Fachri
“kamu keponakannya umi ya? Yang dari Surabaya itu?”, tanya nya lagi sambil berjalan menuju tempat daun pandan itu berada
“iya”, jawab gue singkat
“aduuhh dimana sih tempat daun pandan dan daun jeruk itu berada. Mau berapa lama jantung gue berdegup kencang terus?”, saut gue dalam hati
“ini tempatnya. Itu daun pandan. Nah biar saya yang ambil daun jeruknya, karena didaun jeruk itu ada durinya”, pinta A’a Fachri
“makasih A’a”, saut gue
__ADS_1
“waahh A’a Fachri baru kenal aja udah kayak gitu sikapnya. Aduuhh makin makin gue ni”, saut gue dalam hati
Setelah mengambil beberapa lembar daun pandan dan di bantu A’a Fachri mengambil daun jeruk, kami pun kembali ke rumah umi Henny.
Setelah menyiapi semua masakan bareng umi, akhirnya waktu berbuka pun tiba. Semua santri dan para ustadzah menyantap makanan yang sudah ada dihadapan mereka. Setelah itu kami melaksanakan sholat maghrib. Setelah melaksanakan sholat maghrib, kami membereskan bekas berbuka tadi.
Setelah itu kami melaksanakan sholat isya karena waktu sholat isya dan teraweh sudah tiba.
Sholat teraweh telah dilaksanakan. Seperti yang dibilang abah Faiz semalam, bahwa malam ini akan diadakan Nuzulul Qur’an sebagai peringatan turunnya Al-Qur’an.
Abah Faiz manyampaikan beberapa kata sebagai pembuka. Selanjutnya di ikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawatan dan dzikir bersama. Setelah itu pidato oleh ustadz Syahrul.
Alquran adalah mukjizat besar yang Allah Swt. berikan kepada Rasulullah Saw. Petunjuk bagi segenap manusia. Kabar gembira bagi setiap yang beriman. Maka turunnya Alquran merupakan peristiwa penting yang tidak akan lekang oleh zaman.
Melalui Malaikat Jibril, Al Quran sebagai wahyu diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah bertempat di Jabal Nur, Gua Hira. Saat itu Rasulullah berusia 40 tahun, 6 bulan, 8 hari menurut tahun Qamariyah.
Awal turunnya Al Quran ini diawali dengan 5 ayat pertama dari Surat Al 'Alaq. Peristiwa inilah yang disebut dengan peristiwa Nuzulul Quran..
surat Al Alaq ayat 1-5
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢
"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣
"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤
"Yang mengajar (manusia) dengan pena"
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Terkait turunnya Al Quran, Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ - ١٨٥
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
Perlu diketahui bahwa malam Nuzulul Qur'an memiliki banyak keistimewaan sebagai suatu peristiwa besar dalam sejarah islam. Keistimewaan yang pertama ialah diangkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi seorang Rasul dan menerima wahyu yang pertama di bulan ramadan, tepatnya saat malam Nuzulul Qur'an
Setelah pak ustadz Syahrul menyampaikan pidatonya maka acara yang terakhir ialah memotong tumpeng dan makan bersama.
“Masya Allah, sungguh indah kebersamaan ini. Begitu hangat saat dirasakan. Terimakasih ya Rabbi, Engkau telah menurunkan Al-Qur’an di bulan yang mulia, Engkau memberikan cahaya kepada umat mu yang tercinta dengan turunnya Al-Qur’an ini sebagai penerang, sebagai petunjuk, sebagai bukti kasih sayang mu. Terimakasih ya Rabbi”
"Maka bacalah ayat suci Al-Qur'an minimal 1 ayat setiap harinya agar engkau mendapat pahala"
"Al-Qur'an bisa merubah hidupmu"
*NEXT*
__ADS_1