Antara Maghrib Dan Isya

Antara Maghrib Dan Isya
Nyaman


__ADS_3

Hari ini gue hanya bisa berbaring di kasur gue, kepala gue hari ini tidak bisa di ajak bersahabat.


sampai malam hari gue tetap berbaring di atas kasur gue.


"Masya Allah merdu banget suaranya", saut gue ketika mendengar lantunan ayat suci Al-Quran yang di bacakan oleh presiden PONPES itu.


Suaranya sangat terdengar di dalam kamar.


Gue jadi nyaman tinggal di pesantren. Awalnya memang bagi gue masuk ke pesantren adalah keterpaksaan, hemm lebih tepatnya karena ingin mengwujudkan keinginan ayah dan mama saja.


Tapi dengan berjalannya waktu gue mulai terbiasa dengan kegiatan di sini. Bukan hanya itu saja, gue jadi nyaman tinggal disini karena mendengar suara merdu itu.


Dari sekian banyaknya waktu di pesantren ini, yang paling gue suka dan yang paling gue tunggu tunggu ialah waktu ANTARA MAGHRIB DAN ISYA. Itu adalah waktu terfavorit dalam hidup gue.


Terimakasih ayah, mama, sudah menyuruh Nara masuk pesantren. Memang pilihan orang tua adalah pilihan yang terbaik untuk anaknya.


Tak berapa lama Dita dan Lili kembali setelah melaksanakan sholat berjamaah di mesjid.


"Assalamu'alaikum Nar", saut Lili saat memasuki kamar


"Wa'alaikumsalam", jawab gue dari dalam


"Lo udah sehatan?", Tanya Dita


"Udah lebih mendingan Dit", jawab gue


"Besok antum gak usah sekolah aja kalau masih sakit", saut Lili


"Lihat besok Li, kalau udah mendingan Nara sekolah", jawab gue


"Lo udah minum obat? Udah makan?", Tanya Dita sedikit khawatir


"Belum. Gue nunggu kalian, biar makan sama sama. Kalau makan sendiri kurang selera", jawab gue


"Ok, biar kami belikan dulu ya Nar. Lo mau makan apa?", Tanya Dita


"Emmm... Pengen yang hangat hangat gitu", jawab gue


"Bakso atau mie ayam?", Lanjut Dita


"Mie ayam aja deh", jawab gue


"Ok biar kami belikan dulu ya. Li kawanin gue yok", pinta Dita


"Yok", jawab Lili


"Kalian mau beli dimana?", Tanya gue lagi

__ADS_1


"Di depan pondok Nar. Di kantin mana ada", jawab Lili


"Ok deh. Hati hati ya"


Mereka berdua pun pergi meninggalkan gue didalam kamar sendirian. Tapi tak berselang lama ada yang mengetok ngetok pintu...


"Assalamu'alaikum", saut seseorang dari arah luar kamar


"Wa'alaikumsalam", jawab gue sambil membuka pintu


"Eh umi. Silahkan masuk umi", lanjut gue


"Kamu kenapa Nara?, Tadi Dita dan Lili permisi sama umi mau belik mie ayam untuk Nara, katanya Nara kurang enak badan. Emang iya ya?", Jelas umi sambil memegang tangan gue untuk memastikan keadaan gue


"Gak papa umi. Sedikit pusing aja. Udah biasa umi kalau lagi datang bulan. Nara memiliki darah rendah umi, jadi udah biasa kalau kayak gini. Minum obat sama istirahat aja bakalan sembuh nanti umi. Umi gak usah khawatir. Umi jangan bilang ke mama ya. Nara takut mama khawatir terus kepikiran", jelas gue


"Ok sayang. kamu udah minum obat? Besok kalau masih sakit gak usah sekolah ya", pinta umi yang kelihatan khawatir


"Tadi siang udah umi. Malam ini belum, karena kan belum makan umi", jawab gue


"Yaudah sini biar umi pijitin", saut umi


"Enggak usah umi, enggak papa kok", jawab gue


Tak berapa lama Dita dan Lili pun datang dengan membawa sebungkus plastik berwarna merah.


"Wa'alaikumsalam", jawab gue dan umi


"Eh ada umi", saut Lili sambil mencium punggung tangan umi yang diikuti oleh Dita juga.


"Umi makan sama yuk, ada bakso ini umi", saut Dita ramah


"Kalian aja yang makan. Umi tadi udah makan kok", jawab umi


"Gak papa umi. Ini umi. Umi mau apa? Bakso atau mie ayam?", Tanya gue


"Gak usah sayang. Kalian aja yang makan. Nara tuh makan banyak biar cepat sembuh, habis itu minum obat dan istirahat", pinta umi


"Iya umi", jawab gue


Tiba tiba ada seseorang yang datang..


"Assalamu'alaikum", saut seseorang dari arah luar


"Wa'alaikumsalam", jawab kami yang berada didalam


Deg...

__ADS_1


Kembali berdebar


Ya, seseorang itu adalah Fachri sang presiden PONPES.


"Maaf umi. Umi di panggil sama abah", saut Fachri


"Oh begitu. Ok umi segera kesana. Makasih ya Fachri", jawab Umi


"Umi permisi dulu ya. Nara jangan lupa ya sayang", saut umi


"Iya umi", jawab gue


"Assalamu'alaikum", saut umi sebelum pergi meninggalkan kami bertiga didalam kamar


"Wa'alaikumsalam", jawab kami bertiga serentak


"Masya Allah ganteng banget calon gue", saut Dita.


Gue dan Lili hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Dita suka sama Fachri. Gue gak boleh suka juga sama dia. Mungkin ini adalah cinta pertama Dita dan cinta pertama gue juga. Tapi gue gak mau menghancurkan cinta pertama Dita", saut gue dalam hati


***


Badan gue hari ini udah lumayan sehat. Gue gak mau bermalas-malasan. Gue harus bangun. Gue gak mau ketinggalan pelajaran.


Gue, Dita dan Lili pun pergi ke sekolah sama sama. Tapi saat pulang sekolah Dita ingin pergi ke perpustakaan terlebih dahulu.


"Gue mau ke perpus dulu ya. Ada buku yang pengen gue cari", saut Dita


"Oh gitu. Ok Dit. Kami deluan ya", jawab Lili


Gue pengen cerita soal perasaan gue ke Lili. Kalau ke Dita gak mungkin. Gue pengen tau apa tanggapan Lili.


Saat kami sampai di kamar, kami bersih bersih terlebih dahulu. Selanjutnya kami menyantap makan siang yang kami beli tadi di kantin.


Setelah makan gue baru cerita ke Lili.


"Li. Gue pengen cerita dan pengen tau tanggapan kamu", saut gue


"Mau cerita apa Nar? Insyaallah kalau ana bisa bantu, ana kasih saran", jawab Lili


"Gini ni. Gue juga gak tau apa yang terjadi sama diri gue. Ntah kenapa setiap ketemu sama Fachri si presiden PONPES itu, jantung gue kayak berdebar kencang gitu. Padalan gue gak ada rasa sama dia. Dan gue juga belum kenal sama dia. Gue pernah gak sengaja tabrakan sama dia pas di kantin. Dan ya baru kali itu lah gue sama dia bicara. Hanya sebatas minta maaf aja sih. Itu kira kira kenapa ya? Gue gak mau Dita tau. Gue gak mau gara gara ini persahabatan ini hancur. Apa gue juga ada rasa ya sama Fachri?", Tanya gue ke Lili


Ngedebuk...


Suara benda jatuh dari arah pintu. Botol minum Dita.

__ADS_1


*NEXT*


__ADS_2