
Setelah 2 minggu liburan di kampung halaman, akhirnya berakhir juga. Lusa gue harus balik ke pondok untuk melanjutkan aktifitas di pondok lagi.
Seperti biasanya sebelum gue kembali ke pondok, gue sempatin untuk berkunjung ke makam ayah.
Kali ini gue kembali ke pondok dengan transportasi kereta api. Karena om Zay sedang ada urusan sehingga tidak bisa mengantarkan gue ke pondok pesantren. Jadi, karena lusa harus sudah tiba di ponpes, maka besok gue udah harus berangkat.
Hari ini setelah gue berkunjung ke makam ayah, sore hari gue mengepakin barang-barang yang akan gue bawak besok ke ponpes.
“baju gamis kamu jangan lupa di gosok dulu ya sayang, itu masih ada yang di jemuran”, saut mama gue dari arah luar kamar
“siap ma”, jawab gue
Setelah selesai membereskan semua barang-barang yang akan dibawak, malam pun tiba. Seperti biasa kami makan malam bersama di meja makan.
“nak, besok mau mama masakin apa?”, tanya mama gue
“hemm… Nara pengen rendang ma”, jawab gue
“untung masih ada daging semalam mama beli, yaudah besok mama masakin, sekalian kasih ke umi Henny ya. Oh iya besok kereta kamu berangkat jam 14:30, jadi kamu dari rumah berangkat jam 12 ya sayang”, jelas mama gue
“Ok ma”
Setelah selesai makan dan membersihkan piring bekas makan malam tadi, gue kembali ke kamar untuk mengecek kembali barang yang akan dibawak besok.
Kriing.. krriiing..
Ponsel gue berbunyi
Friend group in Paris
Camille : “haii guys”
Blanche : “haii, BTW how are you Raya?”
Achille : “long time no chat with Raya. Miss Raya”
Raya : “I'm really sorry guys for never replying to your chats. I have entered the boarding school now, so my aunt is holding my cell phone. My father passed away, guys, one day back from Paris. I am really, really sorry”
Bella : “your father died? Condolences Raya”
Raya : “thanks Bell”
Raya : “Tomorrow I'm back at the boarding school again”
Achille : “yeah... just chatted with you”
Raya : “I’m so sorry guys”
Ya, selama gue kembali ke Surabaya, gue gak pernah lagi chatan dengan mereka, dan baru malam ini setelah sekian lama. Gue jadi kangen dengan mereka.
Chatan kami pun berlanjut sampai tengah malam. Namun, gue harus sudahi chatan itu, karena besok gue gak boleh telat untuk berangkat, karena tinggal besok waktu libur gue.
***
Pagi pun tiba. Kali ini sehabis sholat subuh gue tidak tidur lagi. Gue langsung bersih-bersih dan kembali menyusun barang yang akan gue bawak. Menyiapkan sepasang baju dan jilbab yang akan gue pakai nanti, membantu mama di dapur, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
“ma, Nara bawak cemilan yang ada di kulkas ya”, saut gue saat membuka lemari es
“iya sayang. Bawak aja, banyak tuh snack. Disini pun siapa yang mau makan”, balas mama gue
“sip, mantap. Banyak makanan dong di ponpes nanti hahaha”, saut gue pelan
“sepatu, sandal kamu jangan lupa ya sayang”, saut mama gue
“iya ma, tenang aja ma, semua udah beres”
Setelah selesai sarapan, gue membersihkan halaman depan rumah oma.
“Nara, oma kirim salam ya sama umi Henny”, saut oma gue yang sedang duduk kursih depan rumah oma
“iya oma, nanti Nara sampaikan”
“enak gak tinggal di ponpes Nar?”
“Alhamdulillah sekarang Nara udah nyaman tinggal disana oma”
“Alhamdulillah. Jangan bandal-bandal kamu disana ya”, pinta oma gue sambil memakan buah pir
“siap oma. Oma tenang aja”
Setelah selesai membersihkan halaman depan rumah oma, gue kembali masuk kedalam untuk membantu mama mengemasin makanan yang akan gue bawak.
“ini untuk kamu. Nanti sampai sana kamu bisa minta tolong umi Henny untuk manasin sebentar. Nah yang ini untuk umi Hennya ya sayang”, jelas mama gue
“ok ma”
Setelah membantu mama mengemasin makanan, gue kembali ke kamar untuk siap siap berangkat ke pondok pesantren. Memakai baju yang sudah gue siapin tadi pagi, memasukan barang-barang seperti dompet, hp, dan lainnya ke dalam tas kecil gue.
“sayang, maaf ya kali ini mama tidak bisa mengantarkan kamu”, saut mama gue
“gak papa ma, Nara udah besar kok. Mama gak usah khawatir, nanti kalau kereta Nara udah jalan Nara bakalan telpon mama, dan kalau Nara udah sampai Nara juga bakalan telpon mama”, jelas gue
“Nara berangkat dulu ya ma, taksi nya udah sampai tuh. Assalamu’alaikum”, sambil mencium punggung tangan mama gue
“Wa’alaikumsalam. Hati-hati ya sayang”, saut mama gue sambil memeluk dan mencium kening gue
“iya ma. Oma Nara pergi dulu ya”, saut gue sambil mencium punggung tangan oma gue
“iya nak, hati-hati ya nak”, balas oma gue
“daahh ma”, saut gue saat sudah berada di dalam taksi
Taksi pun mulai melaju meninggalkan halaman rumah oma. Sedih rasanya ketika berpisah dengan orang tua, ya walaupun beberapa bulan kedepan masih bisa ketemu lagi.
Tak butuh waktu lama, sekitar jam 1 taksi pun berhenti tepat didepan station kereta. Gue mulai mengeluarkan barang-barang gue dan tak lupa membayar upah taksi tersebut.
Saat sampai di station gue langsung mengurus administrasi dan mendapatkan tiket. Namun, gue harus mencari musholla dulu, karena gue tadi belum sempat sholat zuhur.
Setelah sholat zuhur, gue duduk diruang tunggu sambil menelpon Lily dan Dita untuk memberi kabar mereka.
“Assalamu’alaikum”
__ADS_1
“Wa’alaikumsalam”
“Li, kamu udah di ponpes?”
“udah Nar”
“Alhamdulillah, gue ni masih nunggu kereta, jam 14:30 kereta gue baru berangkat. Ya mungkin sampai sana sekitar pukul 8 malam”
“oh gitu ok Nara, hati-hati ya Nar. Nanti yang jemput kamu di station siapa?”
“sepertinya abah Faiz Li”
“oh iya-iya. Yaudah kalau gitu Li, hati-hati ya”
“si Dita udah datang? Kok gak diangkat telponnya”
“mungkin lagi dijalan juga Nar. Masih ana yang udah di ponpes”
“oh gitu, yaudah Li, see you Li. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam. Hati-hati sayang”
Kereta gue pun tiba dan siap berangkat. Tak lupa gue menelpon mama gue. Setelah menelpon mama, gue kembali menikmati indahnya pemandangan dari dalam kereta. Perjalanan kali ini mungkin lebih membosankan, tak ada teman cerita, sekitar 5 jam dalam perjalanan, duduk didalam kereta. Hemm… melelahkan dan membosankan.
19:30 kereta berhenti di station di kota Yogyakarta.
“Alhamdulillah sampai juga”, saut gue pelan
Gue langsung membawak barang-barang gue keluar dari kereta. gue langsung menelpon abah Faiz.
“Assalamu’alaikum bah”
“Wa’alaikumsalam. Udah sampai dimana nak?”
“Alhamdulillah udah sampai di station bah, baru keluar dari kereta”
“Alhamdulillah, abah nunggu di ruang tunggu ni nak”
“ok bah, Nara langsung kesana. Assalamu’alaikum bah”
“Wa’alaikumsalam”
Setelah menelpon abah Faiz, gue kembali menelpon mama untuk memberi kabar bahwa gue udah sampai di Yogya.
“Assalamu’alaikum ma. Ma, Nara udah sampai di Yogya ni, dijemput sama abah Faiz”
“Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah, kirim salam ya sama abah Faiz, umi Henny dan kakek. Jangan lupa titipan mama tadi”
“iya ma, yaudah dulu ya ma, Nara mau samperin abah Faiz”
“ok sayang. Hati-hati. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam. Dah mama, love you”
Akhirnya gue pun ketemu sama abah Faiz. Dan langsung memasuki barang-barang gue kedalam bagasi mobil milik abah Faiz. Perjalanan dari station ke pondok sekitar 30 menit. Saat tiba di ponpes, gue langsung memberikan titipan mama ke umi Henny dan menitipkan rending gue untuk dipanasi sebagai menu makan malam hari ini.
__ADS_1
PONPES… I’M COMEBACK. JUMPA LAGI SAMA WAKTU ANTARA MAGHRIB DA ISYA YANG GUE RINDUKAN.
*NEXT*