
"Nar, Nar, kaco... Kapok lo", saut Dita saat memasuki kamar dengan begitu panik
"Kenapa Dit? Tenang dulu. Cerita ke gue ada apa?", Tanya gue yang begitu penasaran
"Gue tadi gak sengaja dengar percakapan kakak kelas. Gue dengar mereka mau ngelabrak elo"
"Gue? Ada urusan apa mereka sama gue?"
"Gue gak tau, cuman gue sedikit dengar kalau gak salah karena lo dekat sama A'a Fachri kemaren malam pas acara Majlis Ta'lim itu"
"Lo emang salah dekat dengan A'a Fachri? Gue dekat sama dia juga karena disuruh umi buat jadi pendamping A'a Fachri saat tampil sebagai pembaca terjemahan nya"
"Itu dia, gue juga gak tau Nar. Udah deh pokoknya lo hati-hati aja deh saat ini. Dan saran gue kalau bisa lo jangan terlalu dekat lagi dengan A'a Fachri", pinta Dita
"Kenapa jadi begini sih. Ok ok gue akan lebih berhati-hati sekarang", jawab gue
"Oalah, baru juga dekat. Belum ada status apa apa aja udah begini. Uuufff", gumam gue dalam hati
***
Setelah pulang sekolah seperti biasa kami bertiga singgah ke kantin untuk membeli makan siang.
"Nar, itu tuh orang yang kemaren gue ceritain", saut Dita berbisik
"Dah biarin aja. Gak usah di lihatin", jawab gue
Kami bertiga pun menyantap makan siang di kantin pesantren.
"Eh kamu kenal gak sama orang yang disana itu Li?", Tanya Dita ke Lily
"Yang duduk diujung itu?", Tanya Lily balik
"Iya"
"Oh itu namanya Kayla. Seangkatan sama ana, sama A'a Fachri juga", jelas Lily
Dan hanya dibalas ber oh ria oleh Dita
__ADS_1
"Kenapa?"
"Gak senang banget lihatin kita", jawab Dita
"Yaudah, gak usah di lihatin, biarin aja. Emang gitu anaknya, agak lebih gimana gitu"
Saat selesai makan, kami pun beranjak pergi untuk ke kamar. Saat melewati kumpulan kakak senior itu dan ya apa yang terjadi...
"Eh kamu, berhenti", saut kak Kayla
Gue dan kedua sahabat gue pun berhenti tepat didepan meja mereka. Gue dan kedua sahabat gue pun saling menatap dengan wajah bingung.
"Kamu itu masih adek an kelas gak usah sok ya jadi orang. Sok sok an dekatin A'a Fachri segala lagi. Emang kamu itu siapa nya sih? Saya senior disini", saut kak Kayla dengan nada bicara yang sedikit tegas
"Maaf kak, tapi saya tidak mendekatin A'a Fachri", jawab gue
"Udah deh gak usah ngeles kamu. Kamu kira saya tidak tau?"
"Kayla, maaf ni ya, bukannya mau ikut campur. Tapi teman ana memang gak ada deketin A'a Fachri. Mereka dekat itu pun karena disuruh umi Henny untuk jadi pembaca terjemahan saat acara kemaren", saut Lily
"Saya gak perduli dia siapa. Mau anak umi Henny atau anak presiden pun saya gak perduli. Saya hanya gak suka kalau dia dekat dengan A'a Fachri", balas kak Kayla
"Emang kakak siapanya A'a Fachri sih?", Tanya Dita
"Saya emang bukan siapa siapanya dia. Saya teman sekelasnya, saya yang awalnya lebih dekat dengan dia"
"Cuman teman kan kak. Bukan pacar atau saudaranya. Apa hak kakak marahin Nara karena dekat dengan A'a Fachri? Kalau misalnya A'a Fachri sendiri yang deketin Nara gimana?", Tanya Dita yang sepertinya sudah tidak bisa menahan kesabaran nya lagi
"Saya gak mau tau, pokoknya kamu harus jauhi dia"
"Gue minta maaf kalau kakak merasa risih saat gue dekat dengan A'a Fachri", saut gue
"Enggak Nara. Lo gak salah. Gini deh kak. Kenapa kakak gak marahin aja A'a Fachri nya?", Saut Dita membela gue
"Kamu itu gak usah sok jagoan ya disini. Kamu itu masih adek kelas. Berani sekali kamu nantang saya"
"Kak, di pesantren ini bahkan disemua sekolah gak ada perbedaan antara kakak senior dan adek junior. Malah seharusnya kakak senior itu bisa memberikan contoh yang baik untuk adek juniornya. Bukan yang seperti ini", jelas Dita
__ADS_1
"Udah udah. Gak usah di perpanjang. Kita juga mau sholat zuhur dan mau ngaji lagi nanti", pinta Lily
"Gak bisa gitu Li. Mungkin kakak ini belum tau kedudukannya sebagai kakak senior", saut Dita
"Udah Dit. Gak akan ada habisnya kalau diteruskan. Kamu mau karna hal ini sholat kamu jadi telat?", Tanya Lily
"Hemm... Ok kali ini gue ngalah sama kakak. Tapi bukan berarti kakak menang. Kakak juga harus lebih banyak belajar soal kedudukan kakak senior", saut Dita
"Saya minta maaf kalau kakak marah karena saya dekat dengan A'a Fachri. Saya gak akan dekat dengan A'a Fachri lagi", saut gue
"Ok Kali ini saya maafin, tapi saya gak akan tinggal diam kalau kamu dekat lagi dengan A'a Fachri. Awas kamu", saut kak kayla sebelum berlalu pergi tanpa mengucapkan salam
"Iiiihhh geram banget gue sama kakak senior kayak gitu. Awas aja kalo dia macam macam lagi sama kita apalagi sama Nara. Pengen gue jambak rambut dia, gue tampar pipi dia", saut Dita sambil
mengepalkan tangannya yang menandakan kalau dia sangat geram.
"Udah udah. Istighfar. Yuk kita balik ke kamar. Belum sholat zuhur", pinta Lily
"Lo yang sabar ya Nar. Lo juga jangan diam aja, di lawan dikit. Kalau lo diam, lo bisa terus di injek injek. Kalau lo diapain lagi sama kak Kayla, lo bilang ke gue. Lo gak usah takut", saut Dita sambil memeluk gue dari samping
"Iya Dit. Makasih banyak ya udah mau bantu gue"
"Iya sama-sama Nar. Kita kan sahabat, kalau satu yang kena maka semuanya kena"
"Uuuhh gue sayang banget sama kalian", saut gue
Setelah kejadian yang mendebarkan tadi kami bertiga pun kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat zuhur dan melakukan aktifitas lainnya.
Jujur, mental gue kenak banget tadi. Gue gak pernah dimarahin seperti itu. Gue kapok deh, gue sekarang harus berjaga jarak dengan A'a Fachri.
Gue masih gak habis pikir. Ini kali pertama gue digituin sama kakak senior hanya karena dekat dengan seorang lelaki.
"Menjauhi mu adalah cara ku dalam mencintai mu"
"Jika dekat denganmu membuat orang lain tersiksa, maka aku siap untuk jauh dari mu. Aku hanya minta sama Allah agar dipertemukan dan didekatkan dengan mu jika kamu memang yang terbaik untuk ku tanpa ada orang lain pun yang tersakiti. Aku yakin rencana Allah adalah rencana terbaik dan Allah memiliki waktu yang tepat untuk hal yang indah"
*NEXT*
__ADS_1